Kompas.com - 16/12/2020, 21:23 WIB
Bupati Wonogiri, Joko Sutopo. DOK. Humas Pemkab WonogiriBupati Wonogiri, Joko Sutopo.

Tidak ada klaster pilkada

Terkait penyelenggaraan pilkada di Wonogiri, seminggu setelah pemungutan suara belum dilaporkan adanya penambahan warga positif Covid-19 dari klaster pilkada.

Kondisi itu membuktikan seluruh pemilih dan penyelenggara disiplin menerapkan protokol kesehatan saat hajatan pilkada berlangsung.

“Saat ini jumlah kasus positif covid-19 di angka 952 orang. Setelah kita cermati notifikasinya tidak ada klaster dari pilkada,” kata Jekek.

Baca juga: Pemkab Wonogiri Gunakan APBD Rp 2,3 Triliun untuk Perkuat Infrastruktur Pertanian

Kendati demikian, lanjutnya, Pemkab Wonogiri terus menggelorakan sosialisasi kepada masyarakat hingga pelosok desa agar warga tetap waspada dengan bahaya Covid-19 dan terus menerapkan protokol kesehatan.

Tertinggi partisipasi pemilihnya

Sementara itu, Ketua KPUD Wonogiri, Toto Sihsetyo Adi menyatakan, pilkada tahun ini merupakan pilkada tertinggi partisipasi pemilihnya dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Selama Wonogiri melakukan pemilihan bupati ini paling tinggi tingkat partisipasi pemilihnya,” kata Toto.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Toto menyebutkan. angka partisipasi pemilih pada pilkada sebelumnya tertinggi mencapai 66 persen saja.

Baca juga: Wujudkan Wonogiri Maju, Bupati Jekek Pastikan Profesionalitas Jajarannya

Pilkada tahun ini Kabupaten Wonogiri mencetak rekor baru dengan angka partisipasi pemilih mencapai 71,08 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) sebanyak 837.288 orang.

“Jadi warga yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 595.142 orang,” ungkapnya.

Menurut Toto meningkatnya partisipasi pemilih menunjukkan kesadaran masyarakat sudah tumbuh terkait pentingnya memilih pemimpin selama lima tahun akan berdampak pada kehidupan rakyat.

“Itu berarti masyarakat ingin menentukan pemimpinnya lewat menggunakan hak pilihnya pada pilkada,” imbuhnya.

Hal itu tak lepas dari peran Pemkab Wonogiri, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian Republik Indonesia yang banyak membantu KPU dalam melakukan sosialisi hingga jajaran ditingkat RT dan RW.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemkab Wonogiri Gandeng RS PKU Muhammadiyah

Dengan demikian pelaksanaan pilkada dari awal hingga penghitungan suara berjalan sukses, aman, dan lancar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.