Tanggapi Max Sopacua, Ketua DPP Demokrat: Tak Ada yang Ditinggalkan

Kompas.com - 16/12/2020, 10:41 WIB
Ketua DPP PD Didik Mukrianto di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (11/12/2019) KOMPAS.com/TSARINA MAHARANIKetua DPP PD Didik Mukrianto di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (11/12/2019)
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto mengatakan, tidak ada seorang pun yang ditinggalkan dalam struktur kepengurusan partai.

Menurut Didik, para senior partai termasuk Max Sopacua turut menjadi bagian dalam struktur besar Partai Demokrat yang saat ini dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Tidak ada yang ditinggalkan. Justru kepengurusan saat ini adalah tim kuat yang merepresentasikan kolaborasi utuh lintas generasi," kata Didik saat dihubungi, Rabu (16/12/2020).

Baca juga: Max Sopacua Merasa Disingkirkan dari Demokrat: Seperti Turunkan Penumpang Angkot di Pinggir Jalan

Sementara itu, Max dalam pernyataannya pada Jumat (11/12/2020), mengaku menyayangkan sikap Partai Demokrat kepada dirinya.

Ia merasa disingkirkan dan akhirnya memilih bergabung dengan Partai Esa Masyarakat Sejahtera (Emas).

Didik mengatakan, Partai Demokrat memiliki budaya politik yang baik serta mengedepankan keterbukaan dan keleluasaan bagi para kader partai.

Ia mengatakan bahwa hal tersebut tak pernah berubah sejak awal Partai Demokrat berdiri hingga saat ini. Ia menegaskan Partai Demokrat tidak pernah mengecilkan peran para kader.

"Saya tidak melihat dan merasakan adanya kebijakan dengan basis subyektif dari Demokrat yang kemudian memarginalkan para pejuang dan kadernya. Ruangnya sangat lebar dan terbuka bagi kader Demokrat untuk terus berkarya, untuk terus berjuang di politik," ujar Didik.

Baca juga: Demokrat Klaim Menang 57 Persen di Pilkada 2020

Didik pun menyampaikan apresiasi kepada Max sebagai senior partai yang telah berjuang bersama Partai Demokrat. Menurut dia, peran Max turut membesarkan partai.

"Perjalanan dan kebesaran Partai Demokrat selama ini karena partisipasi dan keringat para founding fathers, penggagas, pendiri, pengurus, kader dan simpatisan Demokrat dari pusat hingga daerah termasuk Bang Max," ucapnya.

Kendati begitu, Didik mengingatkan bahwa kaderisasi dan regenerasi dalam tubuh partai merupakan hal yang pasti.

Regenerasi penting agar partai mampu melahirkan kader-kader hebat yang dapat meneruskan perjuangan partai ke depan.

"Regenerasi itu diharapkan mampu melahirkan kader handal untuk terus meneladani dan memperkuat legacy dan perjuangan para senior," kata Didik.

Baca juga: Disebut Masuk Bursa Capres 2024, AHY Sebut Masih Terlalu Dini

Terkait kabar bergabungnya Max ke Partai Emas, Didik mengatakan Partai Demokrat menghormati keputusan tersebut.

Namun, dia menegaskan bahwa Partai Demokrat selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin berjuang tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, etnis, dan antargolongan.

"Pilihan itu menjadi hak pribadi Bang Max untuk menentukan pilihan perjuangan politiknya," ujar Didik.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan KRL Yogya-Solo, Jokowi: Kereta ini Lebih Cepat dari Prameks

Resmikan KRL Yogya-Solo, Jokowi: Kereta ini Lebih Cepat dari Prameks

Nasional
Bivitri: Bung Hatta Anti-Corruption Award Diberikan Kepada Nurdin Abdullah dalam Kapasitasnya sebagai Bupati

Bivitri: Bung Hatta Anti-Corruption Award Diberikan Kepada Nurdin Abdullah dalam Kapasitasnya sebagai Bupati

Nasional
Gelar Rakernas, Sekjen PKS: Kami Mau Menang 2024

Gelar Rakernas, Sekjen PKS: Kami Mau Menang 2024

Nasional
Fraksi PAN Minta Pemerintah Kaji Ulang Aturan Investasi Miras

Fraksi PAN Minta Pemerintah Kaji Ulang Aturan Investasi Miras

Nasional
Jokowi: Vaksinasi Massal di Yogyakarta untuk Dukung Pariwisata dan Ekonomi Bangkit Kembali

Jokowi: Vaksinasi Massal di Yogyakarta untuk Dukung Pariwisata dan Ekonomi Bangkit Kembali

Nasional
Jokowi Tinjau Vaksinasi Covid-19 Pedagang Pasar Beringharjo Yogyakarta

Jokowi Tinjau Vaksinasi Covid-19 Pedagang Pasar Beringharjo Yogyakarta

Nasional
Banjir Rasa Pilpres

Banjir Rasa Pilpres

Nasional
ICW Minta KPK Dalami Dugaan Keterlibatan Gubernur Sulsel dalam Proyek Infrastruktur Lain

ICW Minta KPK Dalami Dugaan Keterlibatan Gubernur Sulsel dalam Proyek Infrastruktur Lain

Nasional
Apa Itu Restorative Justice yang Belakangan Kerap Disebut Kapolri?

Apa Itu Restorative Justice yang Belakangan Kerap Disebut Kapolri?

Nasional
Wakil Ketua MPR Nilai Aturan Investasi Miras Bertentangan dengan Pancasila

Wakil Ketua MPR Nilai Aturan Investasi Miras Bertentangan dengan Pancasila

Nasional
Vaksinasi Covid-19 Drive Thru bagi Lansia, Ini yang Perlu Dipersiapkan

Vaksinasi Covid-19 Drive Thru bagi Lansia, Ini yang Perlu Dipersiapkan

Nasional
Soal Vaksinasi Gotong Royong, Anggota Komisi IX Minta Pemerintah Transparan

Soal Vaksinasi Gotong Royong, Anggota Komisi IX Minta Pemerintah Transparan

Nasional
Jokowi Kenang Artidjo Alkostar: Rajin, Jujur, Punya Integritas Tinggi

Jokowi Kenang Artidjo Alkostar: Rajin, Jujur, Punya Integritas Tinggi

Nasional
Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia Pakai Sistem Drive Thru, Ini Informasinya

Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia Pakai Sistem Drive Thru, Ini Informasinya

Nasional
Melayat Artidjo Alkostar, Jokowi: Kita Kehilangan Putra Terbaik Bangsa

Melayat Artidjo Alkostar, Jokowi: Kita Kehilangan Putra Terbaik Bangsa

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X