Kompas.com - 15/12/2020, 10:29 WIB
Mantan Komisioner KPU RI Hadar Nafis Gumay saat ditemui di acara FGD KPU tentang E-Rekapitulasi di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (2/10/2019). KOMPAS.com/Deti Mega PurnamasariMantan Komisioner KPU RI Hadar Nafis Gumay saat ditemui di acara FGD KPU tentang E-Rekapitulasi di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (2/10/2019).
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendiri sekaligus peneliti Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) Hadar Nafis Gumay menilai, Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat bisa mengingatkan KPU Tangsel agar tidak mengulangi sikap menunda pengumuman apabila ada jajarannya yang terjangkit Covid-19.

Sebab, menurut dia, penundaan itu akan berdampak pada keselamatan orang yang berinteraksi dengan jajaran KPU Tangsel.

"Mungkin diingatkan saja oleh atasannya, strukturnya, jadi oleh KPU pusat menurut saya itu saja agar ke depan tidak demikian," kata Hadar kepada Kompas.com, Senin (14/12/2020).

Baca juga: Perludem Sayangkan Pengumuman Hasil Swab Ketua KPU Tangsel Dilakukan Usai Pencoblosan

Hadar menilai, tindakan KPU Tangsel yang menunda pengumuman bahwa Ketua KPU Tangsel Bambang Dwitoro terkena Covid-19 sebagai kekhilafan.

Mengingat, lanjut dia, Bambang adalah kolega sekaligus sahabat dari jajaran komisioner KPU Tangsel.

"Mungkin dia bercampur sedih juga case ini terjadi, mungkin dia kebawa personalnya juga itu adalah kawannya," ujar mantan komisioner KPU ini.

Kendati demikian, Hadar tetap menilai apa yang dilakukan jajaran KPU Tangsel yang menunda pengumuman Bambang terkena Covid-19 hanya demi mempertahankan partisipasi pemilih di Pilkada 2020 kurang tepat.

Baca juga: Ketua KPU Tangsel Meninggal Dunia Setelah Terpapar Covid-19

Ia mengatakan, keselamatan rakyat banyak yang berinteraksi dengan Bambang seharusnya didahulukan.

"Tetapi seharusnya mereka bisa lebih profesional dalam artian keselamatan orang lain di lingkungannya bahkan dirinya sendiri juga itu," ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, KPU Tangsel mengungkap alasan mengapa mereka tidak langsung mengumumkan hasil uji swab Ketua KPU Tangsel Bambang Dwitoro yang dinyatakan positif Covid-19.

Pelaksana harian (Plh) Ketua KPU Tangsel M Taufik mengatakan, Bambang Dwitoro dinyatakan positif Covid-19 sejak Sabtu (5/12/2020), atau empat hari sebelum pemungutan suara.

Baca juga: Netgrit: Penundaan Pengumuman Hasil Swab Ketua KPU Tangsel Kurang Tepat

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.