Kompas.com - 13/12/2020, 22:44 WIB
Pasien COVID-19 beraktivitas di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Minggu (15/11/2020). Ketua Satgas Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo mengatakan selama dua minggu terakhir angka kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia mengalami peningkatan yang berdampak pada keterisian ruang isolasi yang semula 32 persen saat ini naik menjadi 53 persen. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAPasien COVID-19 beraktivitas di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Minggu (15/11/2020). Ketua Satgas Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo mengatakan selama dua minggu terakhir angka kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia mengalami peningkatan yang berdampak pada keterisian ruang isolasi yang semula 32 persen saat ini naik menjadi 53 persen. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.
Penulis Irfan Kamil
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Mayjen TNI Tugas Ratmono melaporkan kondisi terbaru terkait Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta.

Ia mengatakan, dari semua tower yang melayani perawatan, saat ini huniannya sudah 68.26 persen.

"Hunian saat ini di Wisma Atlet Tower 4,5,6 dan 7 sebagai tower melayani atau merawat gejala ringan dan sedang saat ini huniannya 68,26 persen," kata Tugas dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Minggu (13/12/2020).

Baca juga: UPDATE: 4.252 Pasien Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

Tugas mengatakan, dari semua tower sisa bed atau tempat tidur hanya 1.404 dari yang tersedia yakni 4.424 bed.

"Dan di hunian untuk isolasi mandiri atau orang tanpa gejala (OTG) itu 71.40 persen huniannya, jadi masih sisa 449 bed," kata Tugas.

Tugas menuturkan, melihat tren peningkatan kasus yang semakin hari tidak menurun membuat problematika tersendiri dari sisi keterbatasan bed yang harus diantisipasi ke depan.

Ia mengatakan, antisipasi yang dilakukan yakni berkoordinasi dengan Tower 8 yang berada di Pademangan serta juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

"Namun demikian, kalau terus meningkat kami juga mengusulkan saran bahwa kita punya Tower 2 dan 3 bisa difungsikan untuk perawatan,” ucap Tugas.

Baca juga: UPDATE: Bertambah 6.189, Total Kasus Covid-19 Mencapai 617.820 Orang

Lebih jauh, Tugas mengatakan, terkait permasalahan tempat untuk tenaga kesehatan juga harus menjadi prioritas.

Tenaga kesehatan, kata dia, harus ditempatkan pada hotel atau tempat-tempat di sekitar Wisma Atlet yang masih bisa difungsikan.

Selain itu, dengan terus bertambahnya jumlah pasien Covid-19 juga menjadi masalah dari sisi jumlah tenaga kesehatan.

Menurut Tugas, tenaga kesehatan saat ini juga sudah mulai ditempatkan di berbagai rumah sakit-rumah sakit darurat lapangan.

Oleh sebab itu, ia mengusulkan agar selalu diadakan pelatihan untuk tenaga kesehatan khususnya dalam hal untuk menangani keintensifan.

“Untuk yang menangani tentang keintensifan terutama, nanti bisa ditempatkan di isolasi HCU, kemudian ICU yang tentunya ini mempunyai keterbatasan,” tutur dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Survei IPO: AHY Ungguli Prabowo sebagai Tokoh Potensial di Pilpres 2024

Survei IPO: AHY Ungguli Prabowo sebagai Tokoh Potensial di Pilpres 2024

Nasional
Satgas BLBI Bertugas Hingga 2023, Ini Susunan Organisasinya

Satgas BLBI Bertugas Hingga 2023, Ini Susunan Organisasinya

Nasional
Jokowi Teken Keppres Nomor 6/2021, Tegaskan Pembentukan Satgas BLBI

Jokowi Teken Keppres Nomor 6/2021, Tegaskan Pembentukan Satgas BLBI

Nasional
PDI-P Apresiasi Dukungan DPR atas Peleburan Kemenristek dan Kemendikbud

PDI-P Apresiasi Dukungan DPR atas Peleburan Kemenristek dan Kemendikbud

Nasional
Kemenag Bantah Informasi Soal Vaksin Sinovac yang Tak Bisa Digunakan Sebagai Syarat Umrah

Kemenag Bantah Informasi Soal Vaksin Sinovac yang Tak Bisa Digunakan Sebagai Syarat Umrah

Nasional
UPDATE 10 April: 5.041.654 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 9.927.110 Dosis Pertama

UPDATE 10 April: 5.041.654 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 9.927.110 Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 10 April: Ada 59.139 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 10 April: Ada 59.139 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 10 April: 64.091 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 10 April: 64.091 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
UPDATE 10 April: Tambah 95, Total 42.443 Orang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Indonesia

UPDATE 10 April: Tambah 95, Total 42.443 Orang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 10 April: Ada 111.137 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 10 April: Ada 111.137 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 10 April: Tambah 3.629 Orang, Pasien Sembuh dari Covid-19 Capai 1.409.288

UPDATE 10 April: Tambah 3.629 Orang, Pasien Sembuh dari Covid-19 Capai 1.409.288

Nasional
UPDATE: Kasus Covid-19 di Indonesia 1.562.868, Bertambah 4.723

UPDATE: Kasus Covid-19 di Indonesia 1.562.868, Bertambah 4.723

Nasional
Politisi PKS Sebut Kementerian Investasi Tak Dibutuhkan, Ini Alasannya

Politisi PKS Sebut Kementerian Investasi Tak Dibutuhkan, Ini Alasannya

Nasional
Survei IPO Sebut Program Bansos Tunai Tak Tepat Sasaran, KSP Sebut Jokowi Langsung Turun Mengecek

Survei IPO Sebut Program Bansos Tunai Tak Tepat Sasaran, KSP Sebut Jokowi Langsung Turun Mengecek

Nasional
56 Persen Masyarakat Puas terhadap Kinerja Jokowi, Politikus PKS: Ini Warning

56 Persen Masyarakat Puas terhadap Kinerja Jokowi, Politikus PKS: Ini Warning

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X