Kompas.com - 12/12/2020, 14:58 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti Litbang Kompas Yohan Wahyu menilai, pelaksanaan Pilkada 2020 di masa pandemi Covid-19 berjalan dengan lancar.

Namun, ia melihat kelancaran itu terjadi karena memang partisipasi pemilih di Pilkada 2020 minim.

"Karena memang orang tidak datang begitu loh, tidak banyak yang datang. Lancar karena memang tidak banyak yang datang," kata Yohan dalam diskusi daring bertajuk 'Membaca Hasil Hitung Cepat dan Evaluasi Pilkada 2020,' Sabtu (12/12/2020).

Yohan mengatakan, partisipasi pemilih di tempat pemungutan suara (TPS) tempatnya memberikan suara hanya mencapai 50 persen.

Baca juga: Selepas Pilkada 2020, Penyelenggara Pemilu Disarankan Tetap Cek Covid-19 Petugas

 

Kendati demikian, ia masih menunggu angka pasti dari KPU berapa tingkat partisipasi pemilih dalam pelaksaan pilkada tahun ini.

"Saya track juga di data yang baru masuk itu datanya memang rata-rata baru 50 persen yang masuk di sirekap itu. Jadi belum bisa ketauan," ujar dia.

Terkait penerapan protokol kesehatan di TPS, Yohan menilai sudah dijalankan dengan baik dan sesuai aturan.

"Tapi kalau saya lihat misalnya di lingkungan TPS itu memang tidak terjadi kerumunan. Tapi agak jauh dari situ, itu kerumunan tetap ada," ucap Yohan.

Baca juga: Update Real Count Pilkada 2020: 7 Paslon Kantongi Lebih dari 90 Persen Suara

Adapun pada Pilkada Serentak 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) memiliki target partisipasi pemilih sebesar 77,5 persen.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pun mengaku belum mengetahui berapa partisipasi pemilih di Pilkada 2020.

Namun, ia berharap partisipasi pemilih di pilkada kali ini bisa mencapai 70 persen.

"Tapi saya berharap mudah-mudahan 70 persen mungkin. Mudah-mudahan lebih. Lagi dihitung oeh KPU," kata Tito di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.