Kasus Covid-19 Meningkat, Rekrutmen Relawan Tenaga Kesehatan Kembali Dibuka

Kompas.com - 11/12/2020, 16:25 WIB
Koordinator Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Andre Rahadian (kanan) bersama Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto (kiri) menyampaikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (26/3/2020). Berdasarkan data hingga Kamis (26/3/2020) pukul 12.00, jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 893 orang di 27 provinsi se-Indonesia, dengan jumlah pasien sembuh mencapai 35 orang dan kasus meninggal dunia mencapai 78 orang. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp. ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoKoordinator Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Andre Rahadian (kanan) bersama Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto (kiri) menyampaikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (26/3/2020). Berdasarkan data hingga Kamis (26/3/2020) pukul 12.00, jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 893 orang di 27 provinsi se-Indonesia, dengan jumlah pasien sembuh mencapai 35 orang dan kasus meninggal dunia mencapai 78 orang. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Bidang Koordinasi Relawan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Andre Rahadian menyebut, pihaknya kembali membuka rekrutmen relawan penanganan pandemi virus corona.

Dengan meningkatnya kasus Covid-19 belakangan, setidaknya dibutuhkan 1.000 relawan tambahan.

"Mengingat peningkatan kasus yang masih terus tinggi dan juga kesiapan beberapa rumah sakit terutama rumah sakit rujukan serta wisma isolasi mandiri di hampir semua provinsi yang dibuka, kebutuhan relawan medis yang memiliki STR (surat tanda registrasi) baik dokter maupun perawat itu masih cukup tinggi," kata Andre melalui tayangan YouTube BNPB Indonesia, Jumat (11/12/2020).

Baca juga: Distribusi Vaksin Covid-19 Dorong Rupiah Menguat

Menurut Andre, rekrutmen dibuka untuk dokter umum, perawat, apoteker, hingga tenaga kesehatan yang bertugas melakukan tracing. Para relawan ini nantinya akan ditempatkan di berbagai rumah sakit dan puskesmas.

Terhitung sejak awal pandemi, setidaknya sudah ada 5.000 relawan yang terdaftar. Ribuan relawan itu bertugas di sejumlah fasilitas kesehatan yang tersebar di Tanah Air.

Relawan-relawan yang baru kelak akan ditempatkan di fasilitas kesehatan yang masih membutuhkan bantuan, seperti Wisma Atlet Jakarta yang masih butuh sekitar 200 relawan, serta sejumlah rumah sakit atau puskesmas di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan khususnya BPPSDM (Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia) Kementerian Kesehatan untuk melakukan perekrutan," ujar Andre.

Andre berharap, dengan adanya relawan tambahan kelak, kebutuhan pembukaan fasilitas kesehatan yang baru dapat terpenuhi. Diharapkan pula, rotasi tenaga kesehatan dapat berjalan dengan lebih baik jika relawan terus bertambah.

Dengan meningkatnya kasus Covid-19, tak diharapkan tenaga kesehatan mengalami beban yang berlebih dalam menangani pasien sehingga justru membahayakan diri mereka sendiri.

"Jadi mudah-mudahan dengan upaya kita bersama-sama untuk mengajak relawan-relawan ini makin banyak yang tertarik, makin banyak yang mau memberikan waktu dan tenaganya untuk sama-sama membantu saudara-saudara sebangsa," kata Andre.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Orang Tewas di Yahukimo Papua, TNI Sebut Ditembak KKB

5 Orang Tewas di Yahukimo Papua, TNI Sebut Ditembak KKB

Nasional
Jokowi: Situasi Pandemi Belum Berakhir, Masih 'Extraordinary'

Jokowi: Situasi Pandemi Belum Berakhir, Masih "Extraordinary"

Nasional
UPDATE: Tambah 8 Orang, Total 5.069 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

UPDATE: Tambah 8 Orang, Total 5.069 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Nasional
Satgas Sebut Positivity Rate Covid-19 Indonesia Dekati 15 Persen, Harus Dikendalikan

Satgas Sebut Positivity Rate Covid-19 Indonesia Dekati 15 Persen, Harus Dikendalikan

Nasional
Kasus Polisi Pemerkosa Remaja Briptu Nikmal dan Desakan Penyelesaian RUU PKS...

Kasus Polisi Pemerkosa Remaja Briptu Nikmal dan Desakan Penyelesaian RUU PKS...

Nasional
Satgas Covid-19 Sebut Jumlah Pemeriksaan PCR Tidak Dikurangi

Satgas Covid-19 Sebut Jumlah Pemeriksaan PCR Tidak Dikurangi

Nasional
POGI Rekomendasikan Vaksinasi Covid-19 terhadap Ibu Hamil

POGI Rekomendasikan Vaksinasi Covid-19 terhadap Ibu Hamil

Nasional
Pemerintah Diminta Segera Fungsikan Asrama Haji Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Pemerintah Diminta Segera Fungsikan Asrama Haji Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Nasional
[POPULER NASIONAL] Hong Kong Tetapkan Indonesia Berisiko Tinggi Covid-19 | Polri Minta Maaf soal Pemerkosaan oleh Polisi

[POPULER NASIONAL] Hong Kong Tetapkan Indonesia Berisiko Tinggi Covid-19 | Polri Minta Maaf soal Pemerkosaan oleh Polisi

Nasional
POGI Ingatkan Risiko Persalinan Prematur akibat Covid-19

POGI Ingatkan Risiko Persalinan Prematur akibat Covid-19

Nasional
Ingatkan Disiplin Protokol Kesehatan, Moeldoko: Covid-19 Menyerang Tak Pandang Bulu

Ingatkan Disiplin Protokol Kesehatan, Moeldoko: Covid-19 Menyerang Tak Pandang Bulu

Nasional
Covid-19 Melonjak Drastis, Moeldoko Minta Masyarakat Saling Jaga dengan 5M

Covid-19 Melonjak Drastis, Moeldoko Minta Masyarakat Saling Jaga dengan 5M

Nasional
Satgas Covid-19 Minta Pemda Terapkan Mekanisme PPKM Mikro secara Benar

Satgas Covid-19 Minta Pemda Terapkan Mekanisme PPKM Mikro secara Benar

Nasional
Rekor Kasus Harian Covid-19, Peningkatan Dua Kali Lipat di Pulau Jawa

Rekor Kasus Harian Covid-19, Peningkatan Dua Kali Lipat di Pulau Jawa

Nasional
Vonis 4 Tahun Penjara bagi Rizieq Shihab dalam Kasus 'Swab Test' RS Ummi

Vonis 4 Tahun Penjara bagi Rizieq Shihab dalam Kasus "Swab Test" RS Ummi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X