Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/12/2020, 10:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Keluarga simpatisan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang tewas dalam bentrokan dengan polisi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, menceritakan kondisi jenazah mendiang simpatisan Rizieq dalam rapat Komisi III, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/11/2020).

Dalam rapat tersebut, saudara perempuan dari Muhammad Suci Khadavi, simpatisan Rizieq, Anandra mengatakan, ada tiga luka tembakan di bagian dada tubuh adiknya.

Selain itu, ada luka di bagian punggung dan kepala jenazah adiknya.

"Lukanya seperti ditembak jarak dekat, ayah saya cerita sambil berderai air mata, luka tembak di dada ada 3, di punggung luka robek seperti diseret, di jidat ada biru seperti dihantam senpi yang belakangnya," kata Anandra.

Baca juga: Keluarga Simpatisan Rizieq Shihab Mengadu ke DPR: Persoalkan Barang-barang Jenazah, Bekas Luka, dan Keadilan

Berdasarkan hal tersebut, Anandra meminta keadilan atas peristiwa yang menewaskan adiknya.

"Korban ini tidak memiliki kesalahan dan ini benar-benar tidak manusiawi, Kami tahu dari media, kami minta mohon keadilannya di dunia ini," kata Anandra.

Sementara itu, ayah dari Luthfil Hakim yang merupakan simpatisan Rizieq, Daynuri menceritakan, saat memandikan jenazah anaknya, banyak bekas luka di sekujur tubuh seperti bagian punggung, pipi dan tangan.

Sementara, ada empat luka bekas tembakan di bagian dada jenazah.

"Saya lihat pas dimandikan menyaksikan kayak di siksa di punggung kayak geseng dan pipi bengkak biru, tangan terkelupas, tembakan dari jarak dekat, empat lubang (nunjuk dada), nembus ke belakang. Kulit di belakang sama di sini (nunjuk dada) terkelupas," kata Daynuri.

Baca juga: Polri Klaim Temukan Bukti Penggunaan Senjata Api oleh Laskar FPI

Sama seperti Anandra, ia meminta, keadilan dan meminta peristiwa tersebut diungkap.

"Saya meminta keadilan dari pemerintah, dari Komisi III, mudah-mudahan bisa terungkap apa yang membunuh anak saya ini, jadi intinya saya meminta keadilan, pinta Daynuri.

Kemudian, paman dari Andi Oktiawan, simpatisan Rizieq Shihab, Umar menceritakan, saat memandikan jenazah, ia menemukan bekas tembakan di tubuh Andi. Selain itu, mata jenazah terdapat luka memar.

"Tembakan begitu banyak di badan, ada empat di badannya satu bolong tembus, yang saya tau bolong di belakangnya, dan mata memar," kata Umar.

Umar pun meminta, peristiwa yang menewaskan simpatisan Rizieq diusut secara tuntas.

"Sudah jelas kejadiannya yang terjadi. Saya mohon setelah kita liat semua, jangan difitnah kembali, saya minta pihak-pihak untuk diusut semua. Itu saja permintaan kami," ujarnya.

Baca juga: Ini Alasan Mabes Polri Ambil Alih Kasus Baku Tembak Polisi dengan Laskar Pengawal Rizieq Shihab

Lebih lanjut, saudara perempuan dari Muhammad Reza, simpatisan Septi meminta, pelaku penembakan adiknya dihukum seadil-adilnya.

"Adik saya enggak pernah bawa senjata, di rumah sebagai hansip tidak pernah bawa pentungan apalagi senjata tajam," kata Septi.

Lebih lanjut, Desmond mengatakan, empat keluarga korban yang hadir dalam rapat ini mengharapkan agar ada penegakan hukum.

Desmond juga mengatakan, Komisi III DPR tetap akan melakukan pertemuan dengan keluarga korban meski akan memasuki masa reses.

Baca juga: Pimpinan Komisi III Pertanyakan Posisi Rizieq Shihab Saat Insiden Baku Tembak Polisi dan Simpatisan FPI Terjadi

Beda keterangan

Terkait peristiwa bentrok ini, terdapat perbedaan keterangan antara polisi dan FPI.

Polisi mengatakan bahwa mobil anggota Polda Metro Jaya yang sedang melakukan pembuntutan dipepet oleh kendaraan yang ditumpangi laskar pengawal pemimpin FPI Rizieq Shihab.

Adapun pembuntutan dilakukan dalam rangka penyelidikan terhadap informasi di aplikasi pesan singkat soal pengerahan massa mengawal pemeriksaan Rizieq pada Senin (7/12/2020).

Setelah kendaraan anggota Polda Metro Jaya dipepet, baku tembak terjadi. Polisi mengklaim anggota laskar pengawal Rizieq melepaskan tembakan terlebih dahulu ke arah polisi.

Polisi juga mengklaim menemukan bukti penggunaan senjata api oleh anggota laskar pengawal pemimpin Front Pembela Islam ( FPI) Rizieq Shihab yang diduga menyerang anggota Polda Metro Jaya.

FPI pun membantah anggota laskar menyerang dan menembak polisi terlebih dahulu. Menurut FPI, anggota laskar tidak dilengkapi senjata api.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.