Testing Tinggi tetapi Kasus Covid-19 Naik, Satgas Khawatirkan Tingkat Penularan

Kompas.com - 08/12/2020, 18:22 WIB
Warga melintas di depan mural yang berisi pesan waspada penyebaran virus Corona di Petamburan, Jakarta, Rabu (16/9/2020). Mural tersebut dibuat untuk mengingatkan masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas karena masih tingginya angka kasus COVID-19 secara nasional. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww. ANTARA FOTO/Aprillio AkbarWarga melintas di depan mural yang berisi pesan waspada penyebaran virus Corona di Petamburan, Jakarta, Rabu (16/9/2020). Mural tersebut dibuat untuk mengingatkan masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas karena masih tingginya angka kasus COVID-19 secara nasional. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, kenaikan angka Covid-19 di Tanah Air belakangan ini menunjukkan bahwa Covid-19 di Tanah Air semakin perlu diberi perhatian khusus.

Hal tersebut terlihat dari jumlah testing yang dilakukan berimbang dengan tren peningkatan kasus positif.

Wiku mengatakan, pada minggu pertama Desember 2020, jumlah testing yang dilakukan di Indonesia mencapai 96,35 persen dan semakin mendekati target WHO.

Baca juga: Satgas Minta Pemda Beri Perhatian Lebih terhadap Kenaikan Kasus Covid-19

Namun, peningkatan testing tersebut diikuti dengan peningkatan kasus positif yang semakin memburuk.

"Seharusnya angka testing tinggi tidak diikuti peningkatan kasus positif. Artinya, tingkat penularan makin tidak terkendali," ujar Wiku dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (8/12/2020).

"Tolong pengertiannya, tolong kerja sama yang serius. Jangan sampai kerja keras kita selama ini hilang percuma," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wiku mengatakan, kenaikan kasus positif Covid-19 juga terjadi karena tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan menurun sehingga menyebabkan tingginya penularan di masyarakat.

Pada Kamis (3/12/2020) lalu, kata dia, peningkatan kasus positif mencapai angka 8.369.

Baca juga: Di Balik Rekor 8.369 Kasus Harian Covid-19 dan Tingginya Penambahan di Papua

Angka tersebut menunjukkan kondisi yang sangat membahayakan dan mencerminkan masih tingginya penularan di masyarakat.

"Data terakhir menunjukkan, tingkat kepatuhan memakai masker turun dari 83,67 persen pada September jadi 57,78 persen pada awal Desember," kata Wiku.

"Ini diperburuk dengan kenyataan bahwa kedisplinan menjaga jarak turun dari 59,57 persen, jadi 41,75 persen pada periode yang sama," ucap dia.

Menurut Wiku, tak ada upaya lain yang efektif dilakukan selain masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan.

Baca juga: Satgas Covid-19: Kalau Ada Kerumunan Saat Pilkada, Bubarkan Saja

Selain itu, Wiku meminta kepada pimpinan dan aparat penegak hukum di daerah tetapi menegakkan disiplin terhadap masyarakat yang masih tak mematuhi protokol kesehatan serta tanpa pandang bulu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Orang Tewas di Yahukimo Papua, TNI Sebut Ditembak KKB

5 Orang Tewas di Yahukimo Papua, TNI Sebut Ditembak KKB

Nasional
Jokowi: Situasi Pandemi Belum Berakhir, Masih 'Extraordinary'

Jokowi: Situasi Pandemi Belum Berakhir, Masih "Extraordinary"

Nasional
UPDATE: Tambah 8 Orang, Total 5.069 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

UPDATE: Tambah 8 Orang, Total 5.069 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Nasional
Satgas Sebut Positivity Rate Covid-19 Indonesia Dekati 15 Persen, Harus Dikendalikan

Satgas Sebut Positivity Rate Covid-19 Indonesia Dekati 15 Persen, Harus Dikendalikan

Nasional
Kasus Polisi Pemerkosa Remaja Briptu Nikmal dan Desakan Penyelesaian RUU PKS...

Kasus Polisi Pemerkosa Remaja Briptu Nikmal dan Desakan Penyelesaian RUU PKS...

Nasional
Satgas Covid-19 Sebut Jumlah Pemeriksaan PCR Tidak Dikurangi

Satgas Covid-19 Sebut Jumlah Pemeriksaan PCR Tidak Dikurangi

Nasional
POGI Rekomendasikan Vaksinasi Covid-19 terhadap Ibu Hamil

POGI Rekomendasikan Vaksinasi Covid-19 terhadap Ibu Hamil

Nasional
Pemerintah Diminta Segera Fungsikan Asrama Haji Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Pemerintah Diminta Segera Fungsikan Asrama Haji Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Nasional
[POPULER NASIONAL] Hong Kong Tetapkan Indonesia Berisiko Tinggi Covid-19 | Polri Minta Maaf soal Pemerkosaan oleh Polisi

[POPULER NASIONAL] Hong Kong Tetapkan Indonesia Berisiko Tinggi Covid-19 | Polri Minta Maaf soal Pemerkosaan oleh Polisi

Nasional
POGI Ingatkan Risiko Persalinan Prematur akibat Covid-19

POGI Ingatkan Risiko Persalinan Prematur akibat Covid-19

Nasional
Ingatkan Disiplin Protokol Kesehatan, Moeldoko: Covid-19 Menyerang Tak Pandang Bulu

Ingatkan Disiplin Protokol Kesehatan, Moeldoko: Covid-19 Menyerang Tak Pandang Bulu

Nasional
Covid-19 Melonjak Drastis, Moeldoko Minta Masyarakat Saling Jaga dengan 5M

Covid-19 Melonjak Drastis, Moeldoko Minta Masyarakat Saling Jaga dengan 5M

Nasional
Satgas Covid-19 Minta Pemda Terapkan Mekanisme PPKM Mikro secara Benar

Satgas Covid-19 Minta Pemda Terapkan Mekanisme PPKM Mikro secara Benar

Nasional
Rekor Kasus Harian Covid-19, Peningkatan Dua Kali Lipat di Pulau Jawa

Rekor Kasus Harian Covid-19, Peningkatan Dua Kali Lipat di Pulau Jawa

Nasional
Vonis 4 Tahun Penjara bagi Rizieq Shihab dalam Kasus 'Swab Test' RS Ummi

Vonis 4 Tahun Penjara bagi Rizieq Shihab dalam Kasus "Swab Test" RS Ummi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X