Perludem Soroti Rencana KPU Kirim Petugas ke RS untuk Fasilitasi Pemilih Covid-19

Kompas.com - 05/12/2020, 10:22 WIB
Ilustrasi pemilu SERAMBI/M ANSHARIlustrasi pemilu


JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa mengatakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana mengirimkan petugas ke rumah sakit untuk memfasilitasi para pasien Covid-19 dapat menggunakan hak suaranya dalam Pilkada serentak 2020.

"KPU memang berencana demikian, memberikan hak pilih kepada pemilih yang sedang diisolasi di rumah sakit. Nanti petugas yang datang ke RS akan menggunakan baju hazmat," kata Khoirunnisa saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (5/12/2020).

Namun, ia melihat hal ini bisa juga menjadi tanda bahaya bagi petugas yang datang ke rumah sakit karena berisiko terpapar Covid-19.

Meski demikian, kata Khoirunnisa, setiap warga negara harus difasilitasi hak politiknya.

Baca juga: IDI: Jika Pilkada Berlanjut, Sekolah Tatap Muka Sebaiknya Ditunda

"Tetapi juga ada hak keselamatan bagi petugas yang harus diperhatikan," ujarnya.

Ia menilai, Indonesia seharusnya dapat melihat praktik bagaimana pemilihan umum di negara lain. Ada negara yang tidak memberikan hak pilih kepada pemilih yang sedang diisolasi.

Singapura, sebut Khoirunnisa, tidak memberikan hak pilih kepada pemilih yang sedang dirawat karena Covid-19.

Khoirunnisa melihat, negara-negara luar juga memiliki mekanisme lain untuk tetap bisa memfasilitasi pasien Covid-19 menggunakan hak suaranya dengan cara lain.

"Ada negara yang memiliki mekanisme voting arrangement. Jadi misalnya ada yang bisa memilih lewat pos, proxy voting atau diwakilkan, atau ada yang pemilihan pendahuluan. Sementara kita tidak punya mekanisme seperti itu," jelasnya.

Baca juga: Pilkada 2020, Bawaslu: Wajib Pakai Masker dan Dilarang Berdekatan di TPS

Seperti diketahui, pemerintah tetap akan melaksanakan Pilkada serentak 2020 pada Rabu (9/12/2020).

Pilkada 2020 ini digelar di 270 wilayah Indonesia dengan meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Pilkada yang dilakukan di tengah pandemi, membuat sejumlah ketentuan baru akan dilakukan seperti wajib mengenakan masker pada saat pemilih menggunakan hak suara.

Selain itu, petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dipastikan harus dalam kondisi sehat.

Petugas KPPS dan pengawas KPPS juga akan dilakukan tes swab. Tempat Pemungutan Suara (TPS) juga akan didisinfektan dan disediakan tempat cuci tangan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X