KPU: Petugas KPPS Akan Datangi Pasien Covid-19 Bersama Satgas

Kompas.com - 04/12/2020, 18:46 WIB
Pekerja menyusun kotak suara untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bandar Lampung yang sudah dirakit di Gudang KPU Bandar Lampung, Lampung, Senin (30/11/2020). Sebanyak 1.700 kotak suara Pilkada Kota Bandar Lampung dipercepat pengerjaannya untuk pelaksanaan Pilkada Kota Bandar Lampung pada tangal 9 Desember 2020 mendatang yang diikuti tiga pasang Calon Wali kota dan Wakil Wali kota. ANTARA FOTO/Ardiansyah/hp. ANTARA FOTO/ARDIANSYAHPekerja menyusun kotak suara untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bandar Lampung yang sudah dirakit di Gudang KPU Bandar Lampung, Lampung, Senin (30/11/2020). Sebanyak 1.700 kotak suara Pilkada Kota Bandar Lampung dipercepat pengerjaannya untuk pelaksanaan Pilkada Kota Bandar Lampung pada tangal 9 Desember 2020 mendatang yang diikuti tiga pasang Calon Wali kota dan Wakil Wali kota. ANTARA FOTO/Ardiansyah/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengatakan, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) akan mendatangi pasien Covid-19 agar bisa menggunakan hak pilihnya pada Pilkada serentak 2020.

Raka menegaskan, KPU berkomitmen untuk menjaga hak pilih pasien Covid-19 pada Pilkada 2020.

Nantinya, ia mengatakan, petugas KPPS akan mendatangi pasien Covid-19 bersama saksi dan Satgas Covid-19.

"Dalam peraturan KPU bahwa KPPS yang terdekat akan memberikan pelayanan prosedur ya dimulai oleh KPU kabupaten/kota. Jadi sebelum pemungutan suara itu diatur untuk berkoordinasi dengan Satgas, Dinas Kesehatan dan seterusnya," kata Raka dalam talkshow BNPB bertajuk "Investigasi Kesiapan APD Pilkada" secara virtual, Jumat (4/12/2020).

Raka juga mengatakan, KPU tidak akan memaksakan pasien Covid-19 untuk menggunakan hak pilihnya apabila pasien tersebut dalam kondisi kritis.

Baca juga: Mendagri Minta TNI dan Polri Kerja Sama dalam Pengamanan Pilkada

"Bagaimana kalau pemilih keadaan kritis 'Saya tidak bisa memilih', tentu kami tidak bisa memaksa. Tetapi upaya KPU adalah dengan sungguh-sungguh ya menjaga dan melindungi hak pilih," ujarnya.

Lebih lanjut, Raka berharap, seluruh pihak dapat bekerja sama menegakkan demokrasi dalam Pilkada 2020.

"Mari bersama-sama berupaya menegakkan demokrasi hak pilih warga negara, dan kita berkoordinasi untuk memfasilitasi aspek-aspek kesehatannya," pungkasnya.

Untuk diketahui, Pilkada 2020 digelar di 270 wilayah, meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Semula, hari pemungutan suara Pilkada akan digelar pada 23 September. Namun, akibat wabah Covid-19, hari pencoblosan diundur hingga 9 Desember 2020.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X