Wapres Pastikan Merger Bank Syariah Didukung SDM Mumpuni

Kompas.com - 03/12/2020, 18:25 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin saat memberi sambutan di acara Haul Virtual ke-39 K.H. Abdul Hamid pada Senin (26/10/2020). Dok. KIP/SetwapresWakil Presiden Maruf Amin saat memberi sambutan di acara Haul Virtual ke-39 K.H. Abdul Hamid pada Senin (26/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin memastikan bahwa penggabungan tiga bank syariah menjadi satu bank yang besar didukung dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

Pasalnya, saat ini ekonomi dan keuangan syariah dinilainya sudah banyak dipelajari secara khusus sehingga menghasilkan SDM yang menguasai ilmunya.

"Saya lihat bahwa bankir kita sekarang ini sudah cukup qualified (untuk bank syariah) walaupun awalnya mereka tenaga-tenaga yang di-hire melalui pelatihan-pelatihan bank-bank konvensional," ujar Ma'ruf dikutip dari acara Indonesia Bicara, Kamis (3/12/2020).

Baca juga: Dorong Akslerasi Potensi, Pemerintah Tak Targetkan Nilai Kontribusi Merger Bank Syariah

Ma'ruf mengatakan, saat ini dirinya melihat sudah banyak SDM yang menguasai kesesuaian syariah dari berbagai segi, termasuk manajemen risikonya.

Hal tersebut juga didukung dengan banyaknya perguruan tinggi yang sudah membuka studi khusus tentang ekonomi dan keuangan syariah.

"Tenaga seperti ini (menguasai bidang ekonomi syariah) makin banyak. Jadi tidak hanya hasil cangkokan, tapi sekarang sudah mulai terdidik sejak mulai di fakultas," kata dia.

Hal itu pula yang menyebabkan dirinya optimistis bahwa SDM saat ini sudah cukup tersedia untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.

Adapun, untuk kesiapan ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air, kata dia, pemerintah juga sudah membangun ekosistem yang lebih luas lagi.

Baca juga: Merger Tiga Bank Syariah, Pemerintah Targetkan Aset Lebih dari Rp 200 Triliun

Misalnya, dengan dibentuknya Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) yang mengembangkan empat fokus.

Keempat fokus tersebut adalah pengembangan industri halal, industri keuangan syariah, dana sosial syariah, serta pasar modal syariah.

"Program yang kami kembangkan yaitu membangun inkubasi-inkubasi di berbagai daerah untuk melahirkan para pebisnis syariah, disamping untuk membangun pusat-pusat bisnis," kata dia.

"Jadi ekosistem kita bangun sebegitu besar menyangkut berbagai fokus yang sudah kami kembangkan," ucap dia.

Baca juga: Pesan Wapres untuk Pimpinan MUI, soal Sikap Moderat hingga Ekonomi Syariah

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X