Survivor Covid-19 Perlu Waspadai Long Covid, Apa Itu?

Kompas.com - 03/12/2020, 14:39 WIB
Ilustrasi pasien Covid-19 sembuh dari infeksi. Angka recovery rate (rasio kesembuhan) kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat. SHUTTERSTOCK/wavebreakmediaIlustrasi pasien Covid-19 sembuh dari infeksi. Angka recovery rate (rasio kesembuhan) kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat.

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Belum tuntas Covid-19 yang sudah mewabah di Indonesia selama sembilan bulan, publik kembali diresahkan dengan munculnya fenomena ' Long Covid'.

Laporan terbaru WHO tentang Efek Jangka Panjang Covid-19 yang dipublikasikan tanggal 9 September 2020, menyebutkan Covid-19 dapat menyebabkan penyakit yang berkepanjangan bagi sebagian orang. Hal ini lah yang disebut dengan fenomena 'Long Covid'.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Agus Dwi Susanto menjelaskan, fenomena ini merupakan istilah baru dari Post Covid Syndrome yang sebelumnya dipakai pakar kesehatan untuk menyebut situasi atau keadaan pasien mengalami gejala lain setelah sembuh dari Covid-19.

"Itu istilah lama, tapi kemudian seiring dengan perkembangannya akhirnya difamiliarkan oleh WHO dengan Long Covid. Nah, Long Covid ini banyak diartikan sebagai satu kondisi gejala-gejala yang muncul pada pasien yang sudah sembuh dari Covid-19," kata Agus dalam dialog virtual Satgas Penanganan Covid-19 bertajuk "Mewaspadai Efek Jangka Panjang Covid-19" Kamis (3/12/2020).

Baca juga: Sejumlah Petugas Medis di AS Enggan Jadi Pihak Pertama yang Terima Vaksin Covid-19

Agus melanjutkan, gejala-gejala tersebut bisa muncul selama berbulan-bulan dan menetap pada tubuh survivor atau orang yang sudah sembuh dari Covid-19.

Terkait gejalanya, sebut dia, bisa bervariasi mulai dari yang paling banyak adalah gejala kelelahan kronik.

"Kemudian gejala sesak nafas, nafasnya berat, dan juga jantung berdebar-debar ini kaitannya dengan jantung. Lalu nyeri sendi, nyeri otot, termasuk juga gangguan psikologis seperti depresi," jelasnya.

Kendati demikian, Agus menegaskan bahwa Long Covid bukan merupakan virus yang tersisa di tubuh seorang survivor Covid-19.

Long Covid, kata dia, adalah gejala sisa yang muncul paska seseorang dinyatakan sembuh dari Covid-19, lalu dapat terjadi akibat kelainan yang ada ketika sakit.

"Contohnya, saya sebagai dokter paru sering ditemukan pasien Long Covid ini, parunya itu ada kekakuan pada jaringan paru yang sifatnya menetap bisa 2-3 bulan. Nah ini yang menyebabkan oksigen tidak bisa masuk, lalu pasien jadi nafasnya berat, sesak. Itu bisa ketahuan dari tes uji fungsi parunya," ujarnya.

Selain itu, Agus juga mengatakan bahwa sejatinya siapa saja bisa terkena Long Covid, sehingga semua survivor perlu waspada.

Namun, kata dia, ada beberapa kelompok yang rentan dapat terkena Long Covid.

Baca juga: Faktor Berikut dapat Memengaruhi Hasil Tes Covid-19, Apa Saja?

Kelompok-kelompok ini di antaranya pasien komorbid, pasien lanjut usia, dan pasien dengan kebiasaan merokok.

"Tapi tetap tidak menutup kemungkinan siapa saja bisa terkena. Beberapa laporan memang menambahkan orang yang tidak punya komorbid bisa kena Long Covid juga. Jadi memang ada beberapa hal yang belum bisa kita ketahui pada beberapa populasi, semua bisa terjadi," terang Agus.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ramai Hoaks Soal Vaksin, Pemerintah Minta Masyarakat Cari Sumber Resmi

Ramai Hoaks Soal Vaksin, Pemerintah Minta Masyarakat Cari Sumber Resmi

Nasional
Kerugian Akibat Banjir Kalimantan Selatan Diperkirakan Rp 1,349 Triliun

Kerugian Akibat Banjir Kalimantan Selatan Diperkirakan Rp 1,349 Triliun

Nasional
Polri Terima Informasi Komjen Listyo Sigit Dilantik Jadi Kapolri Hari Rabu

Polri Terima Informasi Komjen Listyo Sigit Dilantik Jadi Kapolri Hari Rabu

Nasional
Jokowi: Anggaran Rp 372,3 Triliun Disiapkan untuk Percepat Pemulihan Ekonomi

Jokowi: Anggaran Rp 372,3 Triliun Disiapkan untuk Percepat Pemulihan Ekonomi

Nasional
YLBHI: Penanganan Pandemi Buruk, tetapi Masyarakat yang Kerap Disalahkan

YLBHI: Penanganan Pandemi Buruk, tetapi Masyarakat yang Kerap Disalahkan

Nasional
Jokowi: Meski Vaksinasi Sudah Dimulai, Protokol Kesehatan Jangan Ditinggalkan

Jokowi: Meski Vaksinasi Sudah Dimulai, Protokol Kesehatan Jangan Ditinggalkan

Nasional
Kelola Wakaf Uang, Wapres Minta Para Penerima dan Pengelola Miliki Standarisasi

Kelola Wakaf Uang, Wapres Minta Para Penerima dan Pengelola Miliki Standarisasi

Nasional
PPATK Ungkap FPI Lakukan Transaksi Lintas Negara, Pengacara: Itu Dana Umat

PPATK Ungkap FPI Lakukan Transaksi Lintas Negara, Pengacara: Itu Dana Umat

Nasional
Jokowi: Kita Bersyukur RI Bisa Kendalikan Krisis Pandemi dan Ekonomi

Jokowi: Kita Bersyukur RI Bisa Kendalikan Krisis Pandemi dan Ekonomi

Nasional
Pemerintah Diminta Perbaiki Tata Laksana Karantina Bagi WNI dari Luar Negeri

Pemerintah Diminta Perbaiki Tata Laksana Karantina Bagi WNI dari Luar Negeri

Nasional
PPATK Sebut Ada Transaksi Lintas Negara pada Rekening FPI

PPATK Sebut Ada Transaksi Lintas Negara pada Rekening FPI

Nasional
Kominfo: RUU Perlindungan Data Pribadi Beri Publik Rasa Aman di Ruang Digital

Kominfo: RUU Perlindungan Data Pribadi Beri Publik Rasa Aman di Ruang Digital

Nasional
Otoritas Independen Diperlukan untuk Pastikan Efektivitas UU Perlindungan Data Pribadi

Otoritas Independen Diperlukan untuk Pastikan Efektivitas UU Perlindungan Data Pribadi

Nasional
Menilik 4 Kasus Rizieq Shihab: dari Baru Dilaporkan hingga Sudah Dilimpahkan ke Jaksa

Menilik 4 Kasus Rizieq Shihab: dari Baru Dilaporkan hingga Sudah Dilimpahkan ke Jaksa

Nasional
Presiden Jokowi: Literasi Ekonomi Syariah Indonesia Masih Rendah

Presiden Jokowi: Literasi Ekonomi Syariah Indonesia Masih Rendah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X