Kompas.com - 02/12/2020, 11:56 WIB
Warga melintasi mural bertema COVID-19 di kawasan Serangan, Yogyakarta, Selasa (1/12/2020). Gubernur DIY Sri Sultan HB X kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana wabah COVID-19 hingga 31 Desember 2020 menyusul naiknya kasus penularan COVID-19 di DIY. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/rwa. ANTARA FOTO/Andreas Fitri AtmokoWarga melintasi mural bertema COVID-19 di kawasan Serangan, Yogyakarta, Selasa (1/12/2020). Gubernur DIY Sri Sultan HB X kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana wabah COVID-19 hingga 31 Desember 2020 menyusul naiknya kasus penularan COVID-19 di DIY. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/rwa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban mengatakan, ada sejumlah catatan kritis untuk penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia yang sudah berlangsung selama sembilan bulan. 

 

Salah satu catatan kritis adalah kewajiban untuk memperbanyak tes Covid-19. Ia mengusulkan pemerintah melakukan tes 50.000-100.000 per harinya.

"Menurut saya sudah waktunya target naik, jadi kalau bisa sih 50.000-100.000 per hari. Dengan angka itu perlu dicatat juga, kan pemerintah daerah selama ini beranggapan takut kalau tes banyak, kasusnya banyak, dan kerjanya dinilai jelek. Tidak, justru kalau ketemu banyak kita harus puji itu," kata Zubairi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (2/12/2020).

Ia mengatakan, apabila kasus yang ditemukan banyak, proses penelusuran kontak pun akan semakin mudah.

Baca juga: Stafsus Menteri Agama: Fachrul Razi Sehat, Tak Benar Kembali Positif Covid-19

Zubairi melanjutkan, pasien-pasien itu pun kemudian dikarantina, yang artinya mampu mengurangi penularan atau bahkan menghentikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati demikian, pemerintah juga harus menyiapkan fasilitas-fasilitas kesehatan yang memadai jika terjadi lonjakan kasus baru akibat tes yang diperbanyak.

"Misalnya bed ditambah, dokter relawan ditambah, lalu monitor dan evaluasi harus setiap hari setiap minggu dan dari sekarang sudah harus disiapkan karena pasti kasusnya naik terus. Jadi kalau kasusnya nanti naik terus misalnya 700.000, 900.000 bahkan 1 juta. Itu seberapa siap layanan kesehatan," jelasnya.

Oleh karena itu, ia menegaskan apabila terjadi kenaikan kasus, bukan berarti kesalahan pemerintah.

Namun, menurut dia, kasus Covid-19 memang pasti akan mengalami kenaikan jika tes semakin diperbanyak. Ia menambahkan, kondisi kenaikan kasus juga terjadi di negara lain.

Di sisi lain, ia juga menilai tes di Indonesia sudah semakin banyak dan sudah memenuhi target Presiden Joko Widodo yaitu 30.000 per hari. Bahkan, saat ini kata dia, Indonesia sudah tes sebanyak 30.000-40.000 per harinya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terus Berulang, KPK Harap Tak Ada Lagi Suap Terkait Pengadaan Barang dan Jasa

Terus Berulang, KPK Harap Tak Ada Lagi Suap Terkait Pengadaan Barang dan Jasa

Nasional
Hari Pangan Sedunia, BRGM Upayakan Pendekatan 3T untuk Dukung Pangan Berkelanjutan

Hari Pangan Sedunia, BRGM Upayakan Pendekatan 3T untuk Dukung Pangan Berkelanjutan

Nasional
KPK Tahan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

KPK Tahan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

Nasional
OTT Bupati Musi Banyuasin, KPK Temukan Rp 1,5 Miliar dari Tas dan Rp 270 Juta dari Kantung Plastik

OTT Bupati Musi Banyuasin, KPK Temukan Rp 1,5 Miliar dari Tas dan Rp 270 Juta dari Kantung Plastik

Nasional
BEM UNJ Tolak Rencana Pemberian Gelar Doktor Honoris Causa ke Ma'ruf Amin dan Erick Thohir

BEM UNJ Tolak Rencana Pemberian Gelar Doktor Honoris Causa ke Ma'ruf Amin dan Erick Thohir

Nasional
Kronologi OTT Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

Kronologi OTT Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

Nasional
Sebaran 18.746 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Sebaran 18.746 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Bupati Musi Banyuasin Dijanjikan Uang Rp 2,6 Miliar oleh Direktur Perusahaan Pemenang Tender

Bupati Musi Banyuasin Dijanjikan Uang Rp 2,6 Miliar oleh Direktur Perusahaan Pemenang Tender

Nasional
UPDATE 16 Oktober: Ada 490.512 Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 16 Oktober: Ada 490.512 Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 16 Oktober: Ada 18.746 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 16 Oktober: Ada 18.746 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: 270.811 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 1,75 Persen

UPDATE: 270.811 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 1,75 Persen

Nasional
UPDATE 16 Oktober: Sebaran 997 Kasus Baru Covid-19, di DKI Paling Tinggi

UPDATE 16 Oktober: Sebaran 997 Kasus Baru Covid-19, di DKI Paling Tinggi

Nasional
UPDATE 16 Oktober: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 29,85 Persen dari Target

UPDATE 16 Oktober: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 29,85 Persen dari Target

Nasional
Jadi Tersangka, Bupati Musi Banyuasin Punya Harta Rp 34 Miliar, Termasuk Aset di Australia

Jadi Tersangka, Bupati Musi Banyuasin Punya Harta Rp 34 Miliar, Termasuk Aset di Australia

Nasional
Profil Dodi Reza Alex Noerdin, Bupati Musi Banyuasin yang Susul Ayahnya Masuk Penjara

Profil Dodi Reza Alex Noerdin, Bupati Musi Banyuasin yang Susul Ayahnya Masuk Penjara

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.