Tangani Covid-19, Epidemiolog: Pemerintah Tak Bisa Hanya Sekedar Ingatkan dan Beri Imbauan

Kompas.com - 30/11/2020, 21:06 WIB
Warga mengikuti rapid test massal yang digelar di SD Negeri 01-03 Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (24/11/2020). Total warga Petamburan yang ikut uji rapid test massal dari Polda Metro Jaya ini berjumlah 273 warga. Dari jumlah itu, hanya 5 yang dinyatakan reaktif Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga mengikuti rapid test massal yang digelar di SD Negeri 01-03 Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (24/11/2020). Total warga Petamburan yang ikut uji rapid test massal dari Polda Metro Jaya ini berjumlah 273 warga. Dari jumlah itu, hanya 5 yang dinyatakan reaktif Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman mengatakan, idealnya ada satu regulasi yang membuat penanganan pandemi setara untuk seluruh daerah di Indonesia.

Hal ini menanggapi permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk mengingatkan kepala daerah dalam mengendalikan pandemi Covid-19.

"Ya mengingatkan itu harus, itu kewajiban. Tetapi harus ada satu regulasi yang bisa membuat penanganan pandemi itu setara di semua daerah," ujar Dicky saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (30/11/2020).

"Setidaknya, harus ditekankan melakukan tracing, testing dan treatment (3T). Dan ini harus ditargetkan untuk semua, bukan hanya Kemendagri saja, Kemenkes tentunya harus melakukan hal yang sama," lanjutnya.

Selain membuat regulasi yang seragam, Dicky juga menyarankan adanya target untuk menurunkan positivity rate secara bertahap dalam jangka waktu tertentu.

Dia menegaskan, dua strategi nasional itu seharusnya diturunkan hingga ke daerah.

Baca juga: Jokowi Soroti Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng, Dinkes Sebut Ada Kekeliruan Dobel Data

Dicky menilai, selama hampir sembilan bulan penanganan pandemi Covid-19 penerapan kedua strategi di atas belum maksimal.

"Daerah terkesan jalan sendiri sebab tak ada panduan yang memaksa. Panduan itu harus memaksa. Kenapa? Karena ini situasi sudah serius dan tak tak bisa lagi sekedar imbauan dan ingatkan," tegas Dicky.

Dia mencontohkan sejumlah upaya pemerintah di masa lalu dalam penanganan polio, stunting, penurunan angka kematian ibu dan anak yang selalu merujuk kepada target.

Karenanya, dalam menangani Covid-19 saat ini pun perlu ditegaskan target serupa.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X