Wapres: Meski Pertumbuhan Ekonomi Syariah Melambat, Peluang Produk Halal Masih Bisa Dimanfaatkan

Kompas.com - 26/11/2020, 14:49 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin saat memberikan ucapan Peringatan Hari Pahlawan 2020, Selasa (10/11/2020). Dok. KIP/SetwapresWakil Presiden Maruf Amin saat memberikan ucapan Peringatan Hari Pahlawan 2020, Selasa (10/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, meski kondisi perekonomian berbasis syariah mengalami pelambatan pertumbuhan akibat pandemi Covid-19, tetapi peluang pemanfaatan produk halal masih bisa dilakukan.

Bahkan, pemanfaatan produk tersebut dapat dilakukan untuk memulihkan ekonomi nasional yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Ma'ruf menyampaikan itu saat memberikan keynote speech dalam acara pembukaan Indonesia Islamic Festival (IIFEST) 2020 secara virtual, Kamis (26/11/2020).

"Walaupun tumbuh negatif, saya tetap melihat peluang bahwa permintaan produk halal global masih tetap dapat dimanfaatkan," ujar Ma'ruf.

Peluang itu, sebut dia, lantaran ekspor produk halal Indonesia masih kecil. Di sisi lain, menurut State of the Global Islamic Economy Report, perlambatan ekonomi Islam global tidak separah perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia secara keseluruhan.

Pertumbuhan ekonomi dunia pada masa pandemi Covid-19 di tahun 2020, kata dia, diperkirakan mengalami kontraksi 5,2 persen.

Baca juga: Kemenag dan MUI Sepakat Percepat Pemberian Sertifikasi Halal bagi UMK

Sedangkan ekonomi Islam global hanya mengalami kontraksi 2,5 persen.

"Pertumbuhan industri makanan dan minuman halal global mengalami kontraksi sebesar 0,2 persen, diikuti oleh industri kosmetik sebesar 2,5 persen, dan industri busana muslim global sebesar 2,9 persen," kata dia.

Peluang itulah yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekspor produk halal Indonesia secara global.

Walaupun ekonomi syariah masih merupakan bagian dari perekonomian global, tetapi pelambatannya tidak terlalu parah.

Lebih jauh, ia juga meyakini bahwa ekonomi syariah berpotensi menjadi salah satu pilar dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.

Oleh karena itu, upaya untuk menggairahkan kembali ekonomi dan keuangan syariah pasca masa pandemi penting dilakukan.

Hal tersebut, kata dia, bertujuan untuk mendorong kebangkitan ekonomi nasional.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X