Menteri Agama: Ibadah Natal Harus Terapkan Protokol Kesehatan

Kompas.com - 26/11/2020, 09:12 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi (kiri) mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (18/11/2020). Raker tersebut membahas evaluasi penyelenggaraan umroh dan pendidikan pondok pesantren saat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/hp. ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIMenteri Agama Fachrul Razi (kiri) mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (18/11/2020). Raker tersebut membahas evaluasi penyelenggaraan umroh dan pendidikan pondok pesantren saat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama Fachrul Razi meminta agar pelaksanaan ibadah Natal tahun ini disesuaikan dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yakni menjaga jarak, memakai masker, mencegah kerumunan, hingga mengecek kesehatan.

"Pada dasarnya mirip saja dengan yang lalu, kalau di rumah ibadah betul-betul kami garis bawahi jangan berkerumun, jaga jarak, cek kesehatan dan lainnya itu sama saja," kata Fachrul melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (25/11/2020). 

Baca juga: Polri Turunkan 191.584 Personel Amankan Natal dan Tahun Baru 2021

Fachrul mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengeluarkan aturan terkait perayaan Natal. Beberapa waktu lalu, Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen dan Bimas Katholik telah merumuskan aturan tersebut.

Aturan itu salah satunya bakal memuat tentang ketentuan mudik selama libur Natal.

"Pada dasarnya ibadah agama apapun setiap hari libur pasti orang berbondong-bondong mudik. Jadi kalau dalam kaitan dengan mudik itu sama saja dengan apa yang kami garis bawahi pada saat menghadapi Idul Fitri maupun Idul Adha yang lalu," ujar Fachrul.

Baca juga: Menag: Semua Pemeluk Agama Harus Hormati Hak Beragama Orang Lain 

Fachrul berjanji, aturan ibadah Natal di tengah pandemi akan diterbitkan pada akhir minggu ini.

"Kalau tajam masalah ibadahnya khusus pada saat Natal, produknya akan kami keluarkan akhir minggu ini," kata dia.

Untuk diketahui, hingga saat ini pandemi Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Data pemerintah hingga Rabu (25/11/2020) mencatat, ada 5.534 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.  Angka ini merupakan rekor tertinggi selama pandemi berlangsung di Indonesia.

Penambahan itu menyebabkan total kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 511.836 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X