Pesan dan Harapan Guru untuk Pemerintah di Tengah Pandemi Covid-19

Kompas.com - 25/11/2020, 19:33 WIB
Siaran langsung peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2020 di kanal YouTube Kementerian Pendidikan dan Budaya, Rabu (25/11/2020) (Dok. Kemendikbud) Siaran langsung peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2020 di kanal YouTube Kementerian Pendidikan dan Budaya, Rabu (25/11/2020) (Dok. Kemendikbud)

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari Guru Nasional yang jatuh pada Rabu (25/11/2020) ini menjadi pengalaman berbeda bagi semua guru di Indonesia.

Sebab, pandemi Covid-19 telah mengubah kegiatan belajar mengajar yang sebelumnya di sekolah menjadi di rumah.

Dua guru di Indonesia dihadirkan khusus dalam dialog virtual yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bertajuk " Hari Guru Nasional: Garda Guru Perangi Covid-19" Rabu sore.

Baca juga: Semua Guru Honorer di Riau Diusulkan Jadi PPPK

Dua guru ini mengajar di Kabupaten Sumenep, Madura dan Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dua guru ini memberikan pesan dan harapan secara langsung pada momen Hari Guru Nasional 2020.

Avan Fathurrahman yang merupakan seorang guru di Sumenep berharap, Hari Guru Nasional tahun ini menjadi momentum kebangkitan guru-guru di Indonesia.

Peran guru di masa pandemi, menurut dia, juga menjadi ujung tombak dunia pendidikan yang menurut dia porak poranda selama 8 bulan.

"Tapi di momentum ini, saya ingin bahwa semangat untuk tetap memberikan pelayanan dan memberikan pengajaran kepada anak-anak itu, tidak boleh putus hanya karena pandemi. Kita harus melawannya," kata Avan.

Namun, ia juga mengingatkan protokol kesehatan harus menjadi prioritas utama guru-guru dalam setiap pengajaran di tengah pandemi.

Baca juga: Rencana Belajar Tatap Muka, Guru Disebut Siap, tapi Ada Rasa Terpaksa dan Khawatir

Oleh sebab itu, ia selama ini selalu mengajarkan kepada anak-anak untuk menerapkan 3M pada saat proses belajar mengajar di rumah.

"Saya juga ke anak-anak meminta untuk mencuci tangan dulu, menggunakan masker, dan lainnya," ujar dia. 

Di samping itu, ada pesan khusus yang ia sampaikan untuk pemerintah terkait kebijakan proses belajar mengajar secara daring yang dirasa kurang menyeluruh ke daerah.

"Seperti pembelajaran luring misalnya, ini hanya efektif bagi daerah yang memungkinkan untuk dilaksanakan, termasuk bantuan kuota internet. Bagi daerah-daerah yang melaksanakan pembelajaran daring itu efektif, tapi bagi daerah yang tidak bisa melaksanakannya bisa jadi akan 'percuma'," tutur Avan.

Baca juga: Guru Sambut Baik Rencana Pembelajaran Tatap Muka 2021, Tergantung Izin Kepala Daerah

Untuk itu, ia menitipkan pesan dan harapan kepada pemerintah agar adanya regulasi lain terkait pembelajaran daring tersebut yang belum bisa dirasakan sebagian daerah, termasuk di Sumenep.

Sementara itu, Wilfridus Kado yang merupakan guru honorer di Ende, NTT mengatakan, pemerintah tidak boleh melupakan nasib guru sepertinya, terlebih di masa pandemi.

"Di hari guru ini, paling tidak saya harap, pemerintah memperhatikan juga guru-guru honorer di daerah. Itu saja," kata Wilfridus.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X