Kompas.com - 25/11/2020, 12:56 WIB
Presiden Joko Widodo dalam sambutan di gelaran Inovation Indonesia Expo 2020 pada Selasa, 10 November 2020. DOK. MUCHLIS JR/BIRO PRES SEKRETARIAT PRESIDENPresiden Joko Widodo dalam sambutan di gelaran Inovation Indonesia Expo 2020 pada Selasa, 10 November 2020.

JAKARTA, KOMPAS.comPresiden Joko Widodo mengingatkan para menterinya untuk tetap berhati-hati dalam menggunakan APBN 2021.

Ia menyadari bahwa dibutuhkan langkah luar biasa untuk membelanjakan APBN 2021 di masa krisis. Namun tetap tak boleh melupakan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

“Dalam kesempatan ini saya minta kepada seluruh menteri, pimpinan lembaga, dan kepala daerah untuk melakukan reformasi anggaran. Agar bisa menggerakkan ekonomi baik di nasioanl maupun di daerah. Manfaatkan APBN atau APBD dengan cermat, efektif, tepat sasaran,” ucap Jokowi.

“Dan tentu saja sekali lagi kehati-hatian, transparansi, akuntabilitas menjadi bagian integral dari pelaksanan APBD maupun APBN,” lanjut dia.

Baca juga: Pesan Megawati kepada Presiden Joko Widodo Lima Tahun Lalu

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia pun mengingatkan para menterinya yang memiliki anggaran besar di APBN 2021 untuk segera membelanjakan anggarannya dan segera menggelar lelang pada Desember. Dengan demikian program pemerintah pada tahun 2021 bisa berjalan sejak awal tahun.

Jokowi menambahkan, perekonomian masyarakat akan semakin cepat pulih seiring dengan berjalannya program pemerintah secara masif. Sebab, hanya belanja pemerintah yang dapat menggerakkan perekonomian masyarakat di masa krisis seperti sekarang.

“Agar belanja masyarakat meningkat, agar konsumsi masyarakat meningkat, sehingga menggerakkan konsumsi di lapisan bawah. Kita harus bekerja lebih cepat karena kita dalam kondisi krisis, semangatnya dan auranya harus berbeda. Tidak (seperti) pada kondisi normal,” papar Joowi.

“Semuanya sudah sering saya sampaikan, semuanya harus pindah chanel ke extraordinary agar program stimulus ini betul bisa berdampak dan memberikan daya ungkit pada pertumbuhan ekonomi,’’ lanjut Jokowi.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Sita Uang Rp 225 Juta dalam OTT Bupati Kolaka Timur

KPK Sita Uang Rp 225 Juta dalam OTT Bupati Kolaka Timur

Nasional
KPK Beberkan Kronologi OTT Bupati Kolaka Timur

KPK Beberkan Kronologi OTT Bupati Kolaka Timur

Nasional
KPK: Bupati Kolaka Diduga Minta Uang Rp 250 Juta ke Kepala BPBD sebagai Fee Proyek Jembatan

KPK: Bupati Kolaka Diduga Minta Uang Rp 250 Juta ke Kepala BPBD sebagai Fee Proyek Jembatan

Nasional
KPK Tahan Bupati Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Kolaka Timur

KPK Tahan Bupati Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Kolaka Timur

Nasional
KPU Sebut Pencoblosan Pemilu 2024 di Bulan April Akan Problematik

KPU Sebut Pencoblosan Pemilu 2024 di Bulan April Akan Problematik

Nasional
KPK Tetapkan Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Tersangka Suap

KPK Tetapkan Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Tersangka Suap

Nasional
Anggaran Bansos 2022 Rp 74,08 Triliun, Risma: Bansos Tidak Dihentikan

Anggaran Bansos 2022 Rp 74,08 Triliun, Risma: Bansos Tidak Dihentikan

Nasional
Kejagung: Alex Noerdin Perintahkan Pencairan Dana Hibah Pembangunan Masjid Sriwijaya Tanpa Proposal

Kejagung: Alex Noerdin Perintahkan Pencairan Dana Hibah Pembangunan Masjid Sriwijaya Tanpa Proposal

Nasional
Komnas HAM Gali Kesaksian 3 Pegawai KPI Terkait Dugaan Pelecehan Seksual

Komnas HAM Gali Kesaksian 3 Pegawai KPI Terkait Dugaan Pelecehan Seksual

Nasional
2 Eks Pejabat Diten Pajak Didakwa Terima Suap Rp 57 Miliar Rekayasa Laporan

2 Eks Pejabat Diten Pajak Didakwa Terima Suap Rp 57 Miliar Rekayasa Laporan

Nasional
Rapat dengan Kemenlu, Pimpinan Komisi I Sebut Tak Ada Tambahan Anggaran pada 2022

Rapat dengan Kemenlu, Pimpinan Komisi I Sebut Tak Ada Tambahan Anggaran pada 2022

Nasional
Kasus Pembangunan Masjid Sriwijaya yang Libatkan Alex Noerdin Diduga Rugikan Negara Rp 130 Miliar

Kasus Pembangunan Masjid Sriwijaya yang Libatkan Alex Noerdin Diduga Rugikan Negara Rp 130 Miliar

Nasional
Ke Lampung, Panglima TNI Perintahkan Habiskan Semua Dosis Vaksin Covid-19

Ke Lampung, Panglima TNI Perintahkan Habiskan Semua Dosis Vaksin Covid-19

Nasional
Kemenkes: Varian Delta Virus Corona Mendominasi di 34 Provinsi

Kemenkes: Varian Delta Virus Corona Mendominasi di 34 Provinsi

Nasional
Alex Noerdin Kembali Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Kali Ini Terkait Pembangunan Masjid

Alex Noerdin Kembali Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Kali Ini Terkait Pembangunan Masjid

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.