Latihan di Laut Natuna Selatan, TNI AL Kerahkan 9 Kapal Perang dan 1 Pesawat

Kompas.com - 25/11/2020, 12:52 WIB
Komando Armada I (Koarmada I) mengerahkan sembilan kapal perang dan satu pesawat udara dalam latihan Operasi Dukungan Tembakan Tahun 2020 di Laut Natuna Selatan, Kepulauan Riau, Rabu (25/11/2020). Koarmada IKomando Armada I (Koarmada I) mengerahkan sembilan kapal perang dan satu pesawat udara dalam latihan Operasi Dukungan Tembakan Tahun 2020 di Laut Natuna Selatan, Kepulauan Riau, Rabu (25/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komando Armada I (Koarmada I) TNI Angkatan Laut mengerahkan sembilan kapal perang dan satu pesawat udara dalam latihan Operasi Dukungan Tembakan Tahun 2020 di Laut Natuna Selatan, Kepulauan Riau, Rabu (25/11/2020).

Panglima Koarmada I TNI AL, Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid mengatakan, latihan ini digelar untuk mengukur kemampuan operasional Koarmada I sekaligus upaya mendukung tugas TNI Angkatan Laut.

"Latihan ini dilaksanakan untuk mengukur tingkat kemampuan personel, unsur-unsur KRI Koarmada I, serta mensinergikan dengan unsur terkait sebagai unsur pendukung dalam setiap melaksanakan kegiatan operasi," ujar Rasyid dalam keterangan tertulis, Rabu (25/11/2020).

Baca juga: Bakamla Tangkap 2 Kapal Vietnam yang Mencuri Ikan di Natuna

Adapun sembilan kapal perang yang dikerahkan meliputi, KRI Bung Tomo -357, KRI John Lie-358, KRI Sutedi Senoputra-378, KRI Tjiptadi-381, KRI Barakauda-633, KRI Kujang-642, KRI Surik-645, KRI Parang-647, dan KRI Bubara-868.

Sedangkan satu pesawat udara yakni Pesud CN-235 P-8303 yang dalam latihannya melakukan manuver lapangan.

Rasyid menambahkan, latihan ini bersifat interoperabilti antar-satuan.

Sehingga, dibutuhkan kerja sama taktis unsur latihan yang meliputi komando, pengendalian dan komunikasi.

Menurut dia, pelaksanaan latihan ini mengutamakan prosedur secara cermat dan benar guna terwujudnya zero accident.

Baca juga: TNI AL Tangkap Tiga Kapal Malaysia Pencuri Ikan di Selat Malaka

Selain itu, latihan ini juga sebagai upaya menjalankan TNI AL menangkal dan menindak setiap bentuk ancaman militer serta ancaman bersenjata di pertahanan laut.

"Gelar Operasi Militer Perang (OMP) Koarmada sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan," Kata Pangkoarmada I.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X