Jokowi: Pandemi Covid-19 Belum Usai, tapi Kita Akan Pulih dengan Vaksin

Kompas.com - 25/11/2020, 11:49 WIB
Presiden Joko Widodo saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Selandia Baru yang digelar secara virtual melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (14/11/2020). Dokumentasi/Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Selandia Baru yang digelar secara virtual melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (14/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.comPresiden Joko Widodo menyatakan vaksinasi Covid-19 dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat. Rasa aman tersebut nantinya bakal memulihkan kembali aktivitas perekonomian masyarakat yang menurun selama masa pandemi.

“Kita harapkan setelah vaksinasi dilakukan pemulihan kesehatan dan rasa aman masyarakat akan memicu kegiatan ekonomi masyarakat, bisa bergerak, dan kita harapkan bisa menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya,” kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu ( 25/11/2020).

“Saya tegaskan kembali bahwa pandemi belum berakhir, tapi kita akan segera melangkah untuk pemulihan melalui vaksinsi yang Insya Allah vaksinnya sudah nanti datang di akhir November atau awal Desember 2020,” lanjut Presiden.

Baca juga: Keadilan Vaksin Corona untuk Seluruh Manusia

Kendati demikian, Jokowi mengatakan, vaksin yang tiba di akhir November atau awal Desember itu tak bisa langsung disuntikkan ke masyarakat.

Sebab, vaksin tersebut perlu diuji keamanannya oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) agar aman saat disuntikkan ke masyarakat.

Dalam proses tersebut BPOM akan melakukan serangkaian proses uji hingga akhirnya mengeluarkan izin edar darurat jika vaksin tersebut terbukti aman untuk disuntikkan ke masyarakat.

Sembari menunggu izin edar darurat dari BPOM, Kementerian Kesehatan akan terus melakukan simulasi proses vaksinasi agar program tersebut berjalan lancar saat dimulai.

Baca juga: Satgas: Selama Belum Ada Vaksin Covid-19, Protokol Kesehatan Obat Terampuh

“Kita telah melakukan simulasi di beberapa tempat, tapi ini juga tidak mudah karena mendistribusikan ke 34 provinsi dan 514 kabupaten kota memerlukan sarana dan prasarana yang tak sedikit,” tutur Jokowi.

Cold chain, boks pendinginnya (harus ada) karena vaksin membutuhkan derajat kedinginan tertentu sehingga perjalanan ke 514 kota di 34 provinsi memerlukan kehati-hatian,” lanjut Presiden.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X