Satgas: Libur Panjang Akhir Tahun Berpotensi Naikkan Kasus Covid-19

Kompas.com - 24/11/2020, 21:19 WIB
Suasana kepadatan kendaraan dari arah Garut dan Tasikmalaya menuju Gerbang Tol Cileunyi terjadi di Cipacing, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (1/11/2020). Kepala Bagian Operasi Korps Lalu Lintas Polri Komisaris Besar Rudi Antariksawan mengatakan, puncak arus balik libur panjang cuti bersama menuju Jakarta di berbagai daerah akan terjadi pada Minggu (1/11/2020) malam ini. ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISISuasana kepadatan kendaraan dari arah Garut dan Tasikmalaya menuju Gerbang Tol Cileunyi terjadi di Cipacing, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (1/11/2020). Kepala Bagian Operasi Korps Lalu Lintas Polri Komisaris Besar Rudi Antariksawan mengatakan, puncak arus balik libur panjang cuti bersama menuju Jakarta di berbagai daerah akan terjadi pada Minggu (1/11/2020) malam ini.

JAKARTA, KOMPAS.com – Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan, libur akhir tahun berpotensi meningkatkan kasus Covid-19 dua hingga tiga kali lipat dibanding libur panjang di akhir Oktober.

Sebabnya, jika tak ada pemangkasan, libur akhir tahun memiliki durasi waktu yang lebih lama dibandingkan dengan libur panjang di akhir Oktober.

Hal tersebut akan membuat masyarakat berlibur ke tempat wisata lebih lama sehingga kerumunan massa yang dihasilkan juga lebih besar.

“Perlu diingat masa libur panjang akhir tahun 2020 memiliki durasi yang lebih panjang dan dikhawatirkan berpotensi menjadi manifestasi perkembangan kasus menjadi dua bahkan tiga kali lipat lebih besar dari masa libur panjang sebelumnya,” kata Wiku lewat kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (24/11/2020).

Baca juga: Dampak Libur Panjang, Keterisian RS Covid-19 Wisma Atlet Naik Lebih dari 100 Persen

Ia mengatakan, masyarakat cenderung kurang disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan saat berlibur.

Alhasil kasus Covid-19 melonjak dengan tidak disiplinnya masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Ia pun meyakini pemerintah akan mempertimbangkan kemungkinan terjadinya lonjakan kasus Covid-19 usai libur panjang akhir tahun.

Untuk itu saat ini pemerintah telah mengkaji pemberlakukan libur panjang akhir tahun beserta dampak turunannya.

Baca juga: Setelah Libur Panjang, Penularan Covid-19 di Yogyakarta Meningkat 3 Kali Lipat

“Pemerintah saat ini sedang mengkaji periode masa libur panjang akhir tahun, karena berdasarkan analisa setiap liburan panjang pada masa pandemi memakan korban,” ucap Wiku.

“Pada prinsipnya apapun keputusan yang diambil pemerintah maka keputusan ini selalu mengutamakan keselamatan masyarakat Indonesia di tengah pandemi Covid-19,” lanjut dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X