Pemerintah Pusat dan Daerah Diminta Bijak soal Pembukaan Sekolah saat Pandemi

Kompas.com - 24/11/2020, 13:55 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo dalam Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Dokumen DPR RIKetua MPR Bambang Soesatyo dalam Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020).
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta pemerintah pusat dan daerah memperhatikan kesiapan sekolah dan status zonasi penyebaran Covid-19 untuk membuka kembali sekolah-sekolah saat pandemi.

Pemerintah pusat dan daerah diingatkan agar hati-hati dan memutuskan dengan bijaksana.

"Pemerintah baik pusat maupun daerah dapat mempertimbangkan serta menetapkan keputusan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka secara tepat dan bijak," kata Bambang dalam keterangan tertulis, Selasa (24/11/2020).

Baca juga: Sekolah di Karawang Siap Berlakukan Belajar Tatap Muka

Ia mendorong pemerintah daerah bersama Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melakukan survei kesiapan sekolah-sekolah yang berencana melakukan belajar tatap muka.

Sekolah harus mampu menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang memadai demi keamanan siswa dan guru. Pelaksanaannya pun harus dievaluasi secara rutin.

"Memastikan kematangan dan kesiapan sekolah dalam menyelenggarakan KBM secara tatap muka, mulai dari sarana prasarana, kesiapan dan kesehatan para tenaga pengajar, hingga standar operasional prosedur (SOP) yang dimiliki setiap sekolah dalam mempersiapkan KBM secara tatap muka," tutur Bambang.

Selain itu, Bambang mengingatkan agar pihak sekolah menyosialiasikan rencana pembukaan sekolah kembali kepada orangtua siswa terlebih dulu.

Menurutnya, kekhawatiran para orangtua juga harus menjadi perhatian.

"Meminta pihak sekolah terlebih dahulu membuka komunikasi dengan orang tua murid mengenai rencana dan kesiapan sekolah yang akan melakukan KBM secara tatap muka, guna memberikan keyakinan dan rasa aman bagi para orang tua murid untuk mengizinkan anaknya bersekolah kembali," ujarnya.

Diberitakan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan, pembukaan pembelajaran tatap muka diputuskan oleh pemerintah daerah (pemda), komite sekolah, dan orangtua murid.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X