Pesan Megawati kepada Presiden Joko Widodo Lima Tahun Lalu

Kompas.com - 24/11/2020, 12:01 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato saat menghadiri Malam Budaya Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (7/8/2019). Kongres V PDI Perjuangan akan dibuka pada Kamis (8/8) dan rencananya dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/FIKRI YUSUFKetua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato saat menghadiri Malam Budaya Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (7/8/2019). Kongres V PDI Perjuangan akan dibuka pada Kamis (8/8) dan rencananya dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

 

Kontrol Jokowi

Karena itu, tutur Megawati, adalah suatu yang lumrah jika massa atau rakyat Indonesia mengontrol pemerintah Jokowi dengan alat ukur Trisakti itu juga.

“Keberhasilan Joko Widodo ditimbang berdasarkan kapabilitasnya dalam mentransfer dan merealisasikan pokok-pokok Trisakti,” tegas Mega.

“Keberhasilan Joko Widodo ditentukan oleh kebijakan atau program yang mengarahkan bangsa -negara Indonesia pada kedaulatan poltik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian dalam kebudayaan,” kata Mega.

Lebih jauh, jelas Mega, keberhasilan kebijakan dan program pemerintahan Joko Widodo ditentukan oleh pencapaian pada hal-hal intrinsik dan luhur dari konsep Trisakti: pro-rakyat.

“Ekonomi, politik dan kebudayaan dalam kosep Trisakti melibatkan partisipasi rakyat, bertujuan sepenuh-penuhnya bagi kepentingan rakyat, menolak segala bentuk imperialisme, termasuk kapitalisasi asing, dan sebagainya,” tuturnya.

“Saya dalam berbagai pidato kebangsaan selalu menekankan supaya Trisakti dibumikan sebagai obat bagi persoalan bangsa. .....Kita sebagai bangsa, masih jauh dari negara yang berdaulat di bidang politik,” ucap Mega.

“Dalam bidang ekonomi, krisis kedaulatan pangan, kemampuan produksi yang terus merosot, perubahan iklim, rendahnya kepedulian politik pemerintah pada sektor pertanian dan kelautan, kontrol oleh segelintir pengusaha yang berperilaku seperti kartel terhadap sejumlah komoditas kunci, ketergantungan Indonesia yang semakin ekstrem pada produk pangan luar negeri adalah beberapa contoh ketidakmandirian dalam bidang ekonomi,” demikian Mega.

Ketidakmandirian ekonomi ini, bagi Megawati, dapat membawa bangsa Indonesia pada krisis. ”Krisis yang satu belum selesai, sudah datang menimpa krisis yang baru,” ujarnya.

“Saya juga mencermati, bahwa sedang terjadi krisis budaya bangsa,” ujar Mega lebih lanjut.

“Krisis ini berupa rendahnya perhatian generasi muda terhadap seni budaya bangsa yang lebih terpikat pada budya asing, hilangnya nilai-nilai khas bangsa seperti gotong-royong,” tambahnya lagi.

Kini pemerintahan Presiden Joko Widodo telah melewati kemenangan pemilihan presiden 2019 dan memasuki tahun pertama pemerintahan kedua.

Memasuki periode kedua ini Indonesia berhadapan dengan pagebluk covid-19, virus Corona yang tidak terlihat oleh mata telanjang manusia.

Nawacita, Trisakti, sudah semakin sayup-sayup diucapkan oleh istana kepresidenan.

Apakah pesan Mega ini masih berlaku sebagai pesan? Atau harus ditanyakan kepada rumput bergoyang? 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aturan Investasi Miras Dicabut, Yusril: Presiden Harus Terbitkan Perpres Baru

Aturan Investasi Miras Dicabut, Yusril: Presiden Harus Terbitkan Perpres Baru

Nasional
Pertemuan Menlu ASEAN, Indonesia Tekankan Tiga Isu untuk Bantu Myanmar

Pertemuan Menlu ASEAN, Indonesia Tekankan Tiga Isu untuk Bantu Myanmar

Nasional
Meutya Hafid: Golkar Tidak Sedang Agendakan Konvensi Capres

Meutya Hafid: Golkar Tidak Sedang Agendakan Konvensi Capres

Nasional
Jokowi Cabut Aturan soal Investasi Industri Miras, PKS: Tidak Ada Kata Terlambat

Jokowi Cabut Aturan soal Investasi Industri Miras, PKS: Tidak Ada Kata Terlambat

Nasional
Geledah Rumah Pribadi Nurdin Abdullah, KPK Amankan Dokumen dan Uang Tunai

Geledah Rumah Pribadi Nurdin Abdullah, KPK Amankan Dokumen dan Uang Tunai

Nasional
Satgas: Berlibur Panjang saat Pandemi Tak Bijak, Berdampak pada Kematian Pasien Covid-19

Satgas: Berlibur Panjang saat Pandemi Tak Bijak, Berdampak pada Kematian Pasien Covid-19

Nasional
Satgas: Angka Kematian akibat Covid-19 Meningkat di Bulan-bulan Libur Panjang

Satgas: Angka Kematian akibat Covid-19 Meningkat di Bulan-bulan Libur Panjang

Nasional
Satgas: Jangan Pandang Vaksin Covid-19 sebagai Solusi Mutlak Atasi Pandemi

Satgas: Jangan Pandang Vaksin Covid-19 sebagai Solusi Mutlak Atasi Pandemi

Nasional
Menlu: Indonesia Harap Seluruh Negara ASEAN Pahami Hak dan Kewajiban untuk Bantu Myanmar

Menlu: Indonesia Harap Seluruh Negara ASEAN Pahami Hak dan Kewajiban untuk Bantu Myanmar

Nasional
Angka Kematian Pasien Covid-19 pada Pekan Keempat Februari Meningkat Drastis

Angka Kematian Pasien Covid-19 pada Pekan Keempat Februari Meningkat Drastis

Nasional
Ketua Dewas KPK Surati Presiden, Laporkan Kekosongan Jabatan yang Ditinggalkan Almarhum Artidjo Alkostar

Ketua Dewas KPK Surati Presiden, Laporkan Kekosongan Jabatan yang Ditinggalkan Almarhum Artidjo Alkostar

Nasional
Aturan Investasi Miras Dicabut, PAN: Jokowi Mendengar jika Berkaitan dengan Kemaslahatan Masyarakat

Aturan Investasi Miras Dicabut, PAN: Jokowi Mendengar jika Berkaitan dengan Kemaslahatan Masyarakat

Nasional
Ada di Banyuwangi, Puan Tinjau Penerapan Protokol Kesehatan di Tempat Wisata

Ada di Banyuwangi, Puan Tinjau Penerapan Protokol Kesehatan di Tempat Wisata

Nasional
KPU Siap Bantu Instansi yang Akses Data untuk Sukseskan Program Nasional

KPU Siap Bantu Instansi yang Akses Data untuk Sukseskan Program Nasional

Nasional
Gibran Rakabuming Minta Anggota Karang Taruna Dukung Vaksinasi Covid-19

Gibran Rakabuming Minta Anggota Karang Taruna Dukung Vaksinasi Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X