Politisi PKS: Masyarakat Bingung Hadapi Covid-19, Terutama dalam Penerapan Protokol Kesehatan

Kompas.com - 23/11/2020, 18:24 WIB
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS Sukamta. Fabian Januarius KuwadoAnggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS Sukamta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPR dari Fraksi PKS Sukamta menilai, pemerintah sejak awal tidak memiliki strategi yang jelas dalam menangani dampak pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Padahal, menurutnya, kejelasan strategi, ketegasan kebijakan, dan konsistensi merupakan kunci kesuksesan penanganan Covid-19.

"Pemerintahan Presiden Jokowi ini tidak memiliki kejelasan strategi dalam menghadapi pandemi Covid-19. Akibatnya masyarakat kebingungan, terutama dalam penerapan protokol kesehatan," kata Sukamta dalam keterangan pers, Senin (23/11/2020).

Sementara itu, kasus positif Covid-19 masih terus bertambah tiap hari.

Baca juga: Corona Indonesia Tembus 500.000, Ini 5 Provinsi dengan Kasus Terbanyak

Hingga Senin ini, pemerintah mencatat 502.110 kasus Covid-19 dengan 422.386 kesembuhan dan 16.002 kematian.

Ia menyebut pelanggaran protokol kesehatan pun banyak dilakukan pejabat pemerintah baik tingkat pusat maupun daerah.

Sukamta mengatakan, pejabat publik semestinya menjadi contoh bagi masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.

"Pemerintah merupakan contoh rakyat. Namun di beragam momen, pejabat pemerintah pusat maupun pemerintah daerah seringkali melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap protokol kesehatan. Akibatnya masyarakat pun abai," ucapnya.

Baca juga: Update Corona Dunia 23 November: 58,9 Juta Kasus | 1,3 Juta Orang Meninggal Dunia

Sukamta mengingatkan pemerintah pusat dan daerah agar terus memperkuat koordinasi dengan berbagai kementerian/lembaga dalam upaya penanganan Covid-19.

Penindakan terhadap pelanggar protokol kesehatan Covid-19 tidak boleh tebang pilih.

Ia juga mendorong pemerintah bekerja sama dengan para ulama dan tokoh masyarakat agar sosialiasi penanganan Covid-19 kepada masyarakat berjalan baik.

"Kolaborasi dengan ulama dan tokoh masyarakat menjadi kunci kesuksesan penanganan Covid-19," tuturnya.

"Aparat keamanan, Satgas Covid-19 harus berlaku tegas, adil, dan konsisten," tegas Sukamta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Khawatir Kasus Covid-19 Melonjak, Menkes: Masyarakat Sudah Euforia, Tidak Waspada

Khawatir Kasus Covid-19 Melonjak, Menkes: Masyarakat Sudah Euforia, Tidak Waspada

Nasional
UPDATE Bencana di NTT: Korban Hilang Bertambah Satu Orang, Total 48

UPDATE Bencana di NTT: Korban Hilang Bertambah Satu Orang, Total 48

Nasional
Menlu Iran Kunjungi Indonesia Senin Besok, Bertemu Jokowi hingga Menlu Retno

Menlu Iran Kunjungi Indonesia Senin Besok, Bertemu Jokowi hingga Menlu Retno

Nasional
Jozeph Paul Zhang Diduga Tak di Indonesia, Polri Libatkan Interpol

Jozeph Paul Zhang Diduga Tak di Indonesia, Polri Libatkan Interpol

Nasional
Partisipasi Lansia dalam Vaksinasi Covid-19 Turun, Jauh di Bawah Pelayan Publik

Partisipasi Lansia dalam Vaksinasi Covid-19 Turun, Jauh di Bawah Pelayan Publik

Nasional
Survei LSI: 47,2 Persen PNS Sebut Bagian Pengadaan Paling Sering Terjadi Korupsi

Survei LSI: 47,2 Persen PNS Sebut Bagian Pengadaan Paling Sering Terjadi Korupsi

Nasional
Sebaran 4.585 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 950 Kasus

Sebaran 4.585 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 950 Kasus

Nasional
UPDATE 18 April: 5.900.242 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 18 April: 5.900.242 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE 18 April: Ada 105.859 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 18 April: Ada 105.859 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 18 April: Pemerintah Periksa 38.619 Spesimen dalam Sehari, Total 13.815.429

UPDATE 18 April: Pemerintah Periksa 38.619 Spesimen dalam Sehari, Total 13.815.429

Nasional
UPDATE 18 April: Ada 61.694 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 18 April: Ada 61.694 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 18 April: Bertambah 96, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 43.424

UPDATE 18 April: Bertambah 96, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 43.424

Nasional
UPDATE 18 April: Bertambah 4.873, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.455.065

UPDATE 18 April: Bertambah 4.873, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.455.065

Nasional
UPDATE: Bertambah 4.585, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini 1.604.348

UPDATE: Bertambah 4.585, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini 1.604.348

Nasional
ICW: Tren Penindakan Kasus Korupsi Periode 2015-2020 Cenderung Turun

ICW: Tren Penindakan Kasus Korupsi Periode 2015-2020 Cenderung Turun

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X