Dorong Milenial Jadi Petani, Kementan: Pertanian Sekarang Banyak Duitnya

Kompas.com - 23/11/2020, 16:00 WIB
Seorang petani menggarap lahan pertanian di Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (30/10/2020). Selain dapat dijadikan tempat wisata, lahan yang berada di lereng Gunung Merapi dan Merbabu itu juga dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian sehingga menjadi pendapatan ekonomi masyarakat setempat. ANTARA FOTO/ALOYSIUS JAROT NUGROHOSeorang petani menggarap lahan pertanian di Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (30/10/2020). Selain dapat dijadikan tempat wisata, lahan yang berada di lereng Gunung Merapi dan Merbabu itu juga dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian sehingga menjadi pendapatan ekonomi masyarakat setempat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi mengajak kelompok milenial menjadi petani karena banyak pendapatan yang bisa diraup.

"Pertanian itu sekarang banyak duitnya, kalau dikelola secara benar, dikelola secara bisnis. Itu yang saya ajak ke anak-anak milenal, 'ayok turun ke pertanian'," ujar Dedi dalam konferensi pers yang digelar di Graha BNPB, Jakarta, Senin (23/11/2020).

Dedi mengatakan, masuknya kelompok milenial perlu didukung dengan pengelolaan pembangunan sektor pertanian dengan cara-cara modern.

Baca juga: Cerita Marta Sari, Si Duta Kopi Indonesia, Terus Promosikan Kopi Petani di Masa Pandemi

Modernisasi pengelolaan tersebut diyakini akan memberikan efek besar, terutama berkaitan dengan pendapatan yang akan dihasilkan petani milenial.

"Kalau semua orang tahu pertanian menghasilkan duit, maka semut-semut berdatangan dengan sendirinya. Artinya tunjukkan dulu bahwa pertanian itu menghasilkan duit, itu yang harus kita kerjakan," terang Dedi.

Dedi mengatakan, keterlibatan kalangan milenial dalam pembangunan di sektor pertanian juga sebagai upaya meregenerasi petani.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan data Kementan, dari 33 juta petani di Tanah Air, hanya 30 persen di antaranya merupakan petani milenial atau petani di bawah usia 40 tahun.

Baca juga: Desa Hargobinangun Sleman Lahirkan Petani Muda

Artinya, mayoritas jumlah petani di Indonesia saat ini sudah didominasi petani berusia di atas 40.

Menurut Dedi, jika regenerasi tak dilakukan saat ini, hal itu dikhawatirkan akan menjadi bumerang bagi sektor pertanian di masa depan.

"Petani kita (saat ini) dalam umur produktif, tapi 10 tahun yang akan datang ini bisa berbalik dan berbajaya. Artinya nanti 70 persen lebih petani kita tidak produktif," kata dia.

"Karena itu, suka tidak suka kita harus melakukan regenerasi petani ke petani milenal," imbuh dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkes: Keterisian RS Covid-19 Naik 100 Persen dalam Sebulan

Menkes: Keterisian RS Covid-19 Naik 100 Persen dalam Sebulan

Nasional
Presiden: Pada Saatnya Saya Akan Bicara Arah Kapal Besar Relawan Jokowi di Pilpres 2024

Presiden: Pada Saatnya Saya Akan Bicara Arah Kapal Besar Relawan Jokowi di Pilpres 2024

Nasional
Rencana Pemerintah Menaikkan Tarif PPN Dinilai Akan Bebani Masyarakat

Rencana Pemerintah Menaikkan Tarif PPN Dinilai Akan Bebani Masyarakat

Nasional
Kepala BNPB Paparkan 6 Strategi Kendalikan Penyebaran Kasus Covid-19

Kepala BNPB Paparkan 6 Strategi Kendalikan Penyebaran Kasus Covid-19

Nasional
Kuasa Hukum Berharap Gugatan Warga soal Ganti Rugi terhadap Juliari Tak Dihambat

Kuasa Hukum Berharap Gugatan Warga soal Ganti Rugi terhadap Juliari Tak Dihambat

Nasional
Survei: Kepuasan Masyarakat terhadap Kinerja Jokowi Turun, Jadi 75,6 Persen

Survei: Kepuasan Masyarakat terhadap Kinerja Jokowi Turun, Jadi 75,6 Persen

Nasional
Penjelasan Menkes soal Masuknya Varian Corona Asal India ke Kudus

Penjelasan Menkes soal Masuknya Varian Corona Asal India ke Kudus

Nasional
Jokowi Sebut Relawannya Ditarik-tarik untuk Kepentingan Pilpres 2024

Jokowi Sebut Relawannya Ditarik-tarik untuk Kepentingan Pilpres 2024

Nasional
Jokowi Minta Relawan Tak Terburu-buru Tentukan Sikap Terkait Pilpres 2024

Jokowi Minta Relawan Tak Terburu-buru Tentukan Sikap Terkait Pilpres 2024

Nasional
Tower 8 Wisma Atlet Pademangan hingga Rusun Nagrak Cilincing Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Tower 8 Wisma Atlet Pademangan hingga Rusun Nagrak Cilincing Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Nasional
Kepala BNPB: Faktor Utama Lonjakan Covid-19 Mobilisasi Masyarakat, Khususnya Saat Liburan

Kepala BNPB: Faktor Utama Lonjakan Covid-19 Mobilisasi Masyarakat, Khususnya Saat Liburan

Nasional
Jokowi Minta Kepala BNPB Terus Ingatkan Masyarakat soal Disiplin Protokol Kesehatan

Jokowi Minta Kepala BNPB Terus Ingatkan Masyarakat soal Disiplin Protokol Kesehatan

Nasional
Sebaran 9.868 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI Jakarta

Sebaran 9.868 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI Jakarta

Nasional
UPDATE 13 Juni: 11.568.443 Orang Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 13 Juni: 11.568.443 Orang Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE 13 Juni: Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia Mencapai 108.997

UPDATE 13 Juni: Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia Mencapai 108.997

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X