KILAS

Beberapa Indikator Ini Menunjukkan Kabupaten Wonogiri Makin Maju dan Sejahtera

Kompas.com - 20/11/2020, 18:12 WIB
Pelaksana Tugas Bupati Wonogiri Edy Santosa. DOK. Humas Pemkab WonogiriPelaksana Tugas Bupati Wonogiri Edy Santosa.

KOMPAS.com – Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Wonogiri tahun 2019 menunjukkan daerah ini mengalami kemajuan yang pesat.

Berbagai terobosan yang diluncurkan Pemkab Wonogiri dalam empat tahun terakhir terbukti mampu menjadikan warga bumi gaplek makin sejahtera.

Prestasi Kabupaten Wonogiri yang memiliki visi misi Membangun Wonogiri Sukses, Beriman, Berbudaya, Berkeadilan, Berdaya Saing dan Demokratis ini mensejahterakan 959.000 rakyatnya bukan tanpa bukti.

Aneka inovasi, program dan kerja keras seluruh pihak terkait mampu mengerek laju pertumbuhan ekonomi kabupaten hingga 5,41 persen.

Pelaksana Tugas Bupati Wonogiri, Edy Santosa mengatakan, pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu indikator ekonomi makro untuk menilai seberapa jauh keberhasilan pembangunan di suatu wilayah selama periode tertentu.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Peresmian Waduk Gajah Mungkur Wonogiri

“Dalam tiga tahun terakhir ekonomi kami tumbuh dari 5,25 persen (2016) naik menjadi 5,32 persen (2017) dan naik lagi menjadi 5,41 persen (2018),” katanya, Jumat (20/11/2020).

Tak hanya itu, produk domestik regional bruto (PDRB) terus mengalami peningkatan seiring dengan semakin berkembangnya kegiatan perekonomian di Kabupaten Wonogiri.

Hal itu terlihat dari makin naiknya grafik PDRB Kabupaten Wonogiri dalam tiga tahun terakhir.

Dia menyebut, pada 2016 PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB) Kabupaten Wonogiri mencapai Rp 23,33 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp 17,87 triliun.

Setahun kemudian (2017), PDRB ADHB naik menjadi Rp 25,13 triliun dan ADHK naik menjadi Rp 18,82 triliun.

Sementara itu, pada 2018 PDRB ADHB naik lagi menjadi Rp 27,33 triliun dan ADHK ikut naik menjadi 19,84.

Baca juga: Kampung Bali di Wonogiri, Nikmati Suasana Asri Pulau Dewata

Edy mengatakan, dari data tersebut menunjukkan PDRB yang merupakan salah satu indikator ekonomi makro menggambarkan bagaimana kinerja perekonomian Kabupaten Wonogiri.

“PDRB juga menggambarkan kemampuan Pemkab Wonogiri dalam mengelola sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki,” ujarnya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Tumbuh kembangnya perekonomian dan terus naiknya PDRB juga berdampak positif peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Wonogiri.

IPM merupakan indeks mengukur capaian pembangunan manusia berbasis komponen dasar kualitas hidup mencakup umur panjang, sehat; pengetahuan dan kehidupan yang layak.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IPM di Kabupaten Wonogiri terus meningkat setiap tahunnya. Kondisi ini menunjukkan peningkatan pembangunan Kabupaten Wonogiri di bidang pendidikan, kesehatan, dan perekonomian.

Baca juga: 4 Kegiatan Wisata Menarik di Kampung Bali Wonogiri, Lihat Tari Bali

“Pada 2016 IPM Wonogiri 68,23. Setahun kemudian naik menjadi 68,88 dan naik lagi pada 2018 menjadi 69,37,” imbuh Edy.

Angka kemiskinan turun melebihi Jateng

Pertumbuhan ekonomi, PDRB hingga IPM yang melaju naik rupanya menjadikan angka kemiskinan di Kabupaten Wonogiri turun hingga melebihi capaian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng).

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Wakil Ketua DPC Demokrat Ungkap Kejanggalan KLB Sumut, Moeldoko Langsung Terpilih hingga Pertanyakan KTA

Mantan Wakil Ketua DPC Demokrat Ungkap Kejanggalan KLB Sumut, Moeldoko Langsung Terpilih hingga Pertanyakan KTA

Nasional
Saksi Ungkap Pembagian Jatah Paket Bansos Tergantung Permintaan Juliari

Saksi Ungkap Pembagian Jatah Paket Bansos Tergantung Permintaan Juliari

Nasional
Satgas Ingatkan Dampak Libur Panjang saat Pandemi: Dari Kasus Aktif Meningkat hingga Kematian Dokter Tinggi

Satgas Ingatkan Dampak Libur Panjang saat Pandemi: Dari Kasus Aktif Meningkat hingga Kematian Dokter Tinggi

Nasional
Cerita Kader Demokrat Diiming-imingi Rp 100 Juta untuk Ikut KLB, Nyatanya Cuma Terima Rp 5 Juta

Cerita Kader Demokrat Diiming-imingi Rp 100 Juta untuk Ikut KLB, Nyatanya Cuma Terima Rp 5 Juta

Nasional
Terungkap Nama Pengusul Vendor Bansos Covid-19, Termasuk Juliari dan 2 Anggota DPR

Terungkap Nama Pengusul Vendor Bansos Covid-19, Termasuk Juliari dan 2 Anggota DPR

Nasional
AHY: Saya Tetap Hormati Moeldoko, tetapi...

AHY: Saya Tetap Hormati Moeldoko, tetapi...

Nasional
Kerumunan dalam KLB Demokrat di Deli Serdang Dilaporkan ke Polisi

Kerumunan dalam KLB Demokrat di Deli Serdang Dilaporkan ke Polisi

Nasional
Saksi Sebut Fee Bansos Covid-19 Digunakan untuk Bayar Hotma Sitompul Rp 3 Miliar

Saksi Sebut Fee Bansos Covid-19 Digunakan untuk Bayar Hotma Sitompul Rp 3 Miliar

Nasional
Pengakuan Mantan Kader Demokrat yang Ikut KLB: Moeldoko Jadi Anggota dengan Nomor Khusus

Pengakuan Mantan Kader Demokrat yang Ikut KLB: Moeldoko Jadi Anggota dengan Nomor Khusus

Nasional
Jhoni Allen: Moeldoko Tak Pernah Berpikir Jadi Ketum Demokrat, Kami yang Meminang

Jhoni Allen: Moeldoko Tak Pernah Berpikir Jadi Ketum Demokrat, Kami yang Meminang

Nasional
KSP: Saat ini yang Paling Mendesak adalah Pengesahan RUU PKS

KSP: Saat ini yang Paling Mendesak adalah Pengesahan RUU PKS

Nasional
Indonesia Dapat 11.748.000 Vaksin Covid-19 dari Jalur Multilateral pada 'Batch' Pertama

Indonesia Dapat 11.748.000 Vaksin Covid-19 dari Jalur Multilateral pada "Batch" Pertama

Nasional
AHY: Saya Kecewa Moeldoko Terlibat...

AHY: Saya Kecewa Moeldoko Terlibat...

Nasional
AHY Sebut KLB Sumut Dihadiri 32 Mantan Ketua DPC yang Sudah Dicopot

AHY Sebut KLB Sumut Dihadiri 32 Mantan Ketua DPC yang Sudah Dicopot

Nasional
Menkes: Semua Kontak Erat Dua Kasus Covid-19 B.1.1.7 Negatif

Menkes: Semua Kontak Erat Dua Kasus Covid-19 B.1.1.7 Negatif

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X