Jokowi: Anak Perlu Lebih Banyak Permainan yang Kuatkan Ikatan dengan Orangtua

Kompas.com - 20/11/2020, 13:12 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan  sambutan saat acara penyaluran dana bergulir untuk koperasi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7/2020). Pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyiapkan dana bergulir sebesar Rp 1 triliun untuk disalurkan kepada koperasi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional yang terdampak COVID-19. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool/nz ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak APresiden Joko Widodo memberikan sambutan saat acara penyaluran dana bergulir untuk koperasi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7/2020). Pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyiapkan dana bergulir sebesar Rp 1 triliun untuk disalurkan kepada koperasi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional yang terdampak COVID-19. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool/nz

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyebut, anak-anak butuh lebih banyak permainan yang bisa menguatkan ikatan dengan orangtua. Dibutuhkan pula permainan yang dapat membangun kecintaan anak kepada Tanah Air.

Hal ini disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan virtual dalam Peringatan Hari Anak Sedunia, Jumat (20/11/2020).

"Anak-anak kita memerlukan lebih banyak lagi jenis permainan yang bisa jadi media untuk membangun dialog dalam keluarga, permainan yang menguatkan ikatan orang tua dan anak yang mampu mengenalkan dan semakin mencintai Indonesia," kata Jokowi melalui tayangan YouTube Kemen PPPA, Jumat.

Baca juga: Menteri PPPA Minta Anak Indonesia Manfaatkan Waktu dengan Hal Positif

Jokowi mengatakan, anak-anak punya hak untuk bermain. Mereka juga berhak atas rasa gembira, bersenang-senang dengan teman sepermainan, serta mengenal lingkungan sekitar.

Namun, bersamaan dengan itu, masa bermain akan membentuk mental dan karakter anak. Jokowi ingin, nilai-nilai Pancasila ditanamkan pada anak sedini mungkin agar karakter anak Indonesia menjadi baik.

Menurut dia, anak-anak bangsa harus berakhlak terpuji, memiliki sopan santun dan mau menghargai pendapat orang lain. Anak-anak juga diharapkan dapat bersaudara dalam perbedaan agama, perbedaan suku dan golongan, saling tolong menolog, penuh toleransi serta saling peduli.

Oleh karenanya, kata Jokowi, dibutuhkan kreativitas dalam mengembangkan permainan anak.

"Dibutuhkan terobosan kreatif berbasis kearifan lokal, permainan yang edukatif dan inovatif untuk mengajarkan nilai-nilai kebaikan melalui cara-cara yang menyenangkan," ujarnya.

Jokowi melanjutkan, perlu dikembangkan permainan tradisional dengan konsep kekinian untuk memperkenalkan Pancasila dan nilai-nilai luhurnya.

Baca juga: Jokowi: Nilai Pancasila Harus Ditanamkan Sedini Mungkin pada Anak-anak Kita

Jenis-jenis permainan tersebut, kata dia, harus diperkenalkan lebih luas di lembaga-lembaga pendidikan agar Pancasila menjadi populer di kalangan anak.

Menurut Jokowi, penanaman nilai-nilai Pancasila sejak dini akan melahirkan generasi penerus yang memiliki kepedulian, empati, menghormati keanekaragaman bangsa sebagai jati diri bangsa, serta melahirkan anak-anak muda yang mencintai Indonesia dengan sepenuh hati.

"Menghormati tatanan hukum yang disepakati dan menjaga Pancasila sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DPR Gelar 'Fit and Proper Test' Calon Anggota Ombudsman, Berikut Nama Pesertanya

DPR Gelar "Fit and Proper Test" Calon Anggota Ombudsman, Berikut Nama Pesertanya

Nasional
Anies Serahkan Penanganan Covid-19 ke Pusat, Epidemiolog: Memang Tugas Pemerintah Pusat

Anies Serahkan Penanganan Covid-19 ke Pusat, Epidemiolog: Memang Tugas Pemerintah Pusat

Nasional
Impor Komoditas Pangan Masih Tinggi, Jokowi Minta CEO Kerja Sama dengan Petani

Impor Komoditas Pangan Masih Tinggi, Jokowi Minta CEO Kerja Sama dengan Petani

Nasional
Polisi: Pelaku Eksibisionis terhadap Istri Isa Bajaj Sering Tonton Video Porno

Polisi: Pelaku Eksibisionis terhadap Istri Isa Bajaj Sering Tonton Video Porno

Nasional
BNPB: Korban Meninggal Akibat Gempa Sulbar Bertambah Jadi 91 Jiwa

BNPB: Korban Meninggal Akibat Gempa Sulbar Bertambah Jadi 91 Jiwa

Nasional
Listyo Sigit Gagas Program 'Polri Presisi', Ini Masukan Kompolnas agar Terwujud

Listyo Sigit Gagas Program "Polri Presisi", Ini Masukan Kompolnas agar Terwujud

Nasional
Jokowi soal Penanganan Pandemi: Bagi yang Komentar Mungkin Mudah, tapi Praktiknya Sulit ...

Jokowi soal Penanganan Pandemi: Bagi yang Komentar Mungkin Mudah, tapi Praktiknya Sulit ...

Nasional
2021 Belum Sebulan, Sudah 185 Bencana Terjadi di Tanah Air

2021 Belum Sebulan, Sudah 185 Bencana Terjadi di Tanah Air

Nasional
MK Terima 132 Permohonan Sengketa Hasil Pilkada 2020

MK Terima 132 Permohonan Sengketa Hasil Pilkada 2020

Nasional
Jokowi: Vaksinasi Covid-19 Mandiri Mungkin Bisa Diberikan asal Merek Beda

Jokowi: Vaksinasi Covid-19 Mandiri Mungkin Bisa Diberikan asal Merek Beda

Nasional
Jokowi Prediksi Industri Pangan, Farmasi dan Teknologi Akan Bertahan di Masa Pandemi

Jokowi Prediksi Industri Pangan, Farmasi dan Teknologi Akan Bertahan di Masa Pandemi

Nasional
KPUD Diminta Persiapkan Ini untuk Hadapi Sidang Sengketa Hasil Pilkada 2020

KPUD Diminta Persiapkan Ini untuk Hadapi Sidang Sengketa Hasil Pilkada 2020

Nasional
Puan Harap Pelantikan Joe Biden Berdampak pada Stabilitas dan Perdamaian Dunia

Puan Harap Pelantikan Joe Biden Berdampak pada Stabilitas dan Perdamaian Dunia

Nasional
Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Pandemi, Kepala Bappenas: Kita Harus Seperti Mengangkat Dua Sayap Angsa

Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Pandemi, Kepala Bappenas: Kita Harus Seperti Mengangkat Dua Sayap Angsa

Nasional
Muda dan Berprestasi, Indra Rudiansyah Bantu Ciptakan Vaksin Oxford untuk Hadapi Pandemi

Muda dan Berprestasi, Indra Rudiansyah Bantu Ciptakan Vaksin Oxford untuk Hadapi Pandemi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X