Kompas.com - 19/11/2020, 15:15 WIB
Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher ketika ditemui di Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Senin (2/9/2019). KOMPAS.com/Deti Mega PurnamasariKetua Komisi VIII DPR RI Ali Taher ketika ditemui di Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Senin (2/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR dari Fraksi PAN Ali Taher menyingung ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT) dalam rapat Baleg terkait hasil kajian RUU Pemilu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/11/2020).

Ali meminta, ambang batas parlemen tetap dipertahankan menjadi 4 persen.

"PT itu jangan lebih dari apa yang sudah diputuskan tahun 2019, kalau bisa kita tetap saja 4 persen untuk PT," kata Ali dalam rapat Baleg.

Ali berpandangan, standar ambang batas parlemen di angka 4 persen sudah ideal untuk menampung kemajemukan partai politik di parlemen.

"Ideal untuk bisa menampung semua kekuatan, yang kuat, yang sedang, untuk membangun kebersamaan," ujarnya.

Baca juga: Menurut PAN, Ambang Batas Parlemen Ideal Tetap 4 Persen

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut, Ali mengatakan, pelaksanaan pemilu menjadi bagian dari berkembangnya demokrasi di Indonesia.

Ia mengingatkan, partai-partai kecil juga memiliki peran dan nilai dalam perpolitikan nasional.

"Partai-partai kecil itu jangan dikira tidak punya peran. Termasuk partai gurem, semua punya nilai, meskipun karena situasi mereka belum terangkat ke permukaan, saya kira kita mesti berpikir rasional objektif tetapi juga konstitusional," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengatakan, sejak awal berdiri, partainya menawarkan upaya penyederhanaan partai politik di Indonesia melalui kenaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold.

Surya mengatakan, partainya menawarkan kenaikan ambang batas parlemen dari 4 persen menjadi 7 persen.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.