Kiprah Irjen Rudy Sufahriadi: Dari Bekuk Kelompok Teroris hingga Dicopot dari Kapolda Jawa Barat

Kompas.com - 17/11/2020, 12:52 WIB
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi didampingi Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto meninjau isi minimarket Polres Cianjur yang baru saja resmi dibuka, Selasa (12/5/2020) IstimewaKapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi didampingi Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto meninjau isi minimarket Polres Cianjur yang baru saja resmi dibuka, Selasa (12/5/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kerumunan massa yang terjadi saat Pimpinan FPI Rizieq Shihab mengadakan acara di Bogor, Jawa Barat, berujung pada pencopotan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi.

Rudy memiliki karir yang cukup cemerlang di korps Bhayangkara. Seperti diketahui, Polda Jabar merupakan Polda Tipe A yang memiliki kompleksitas permasalahan yang tinggi.

Tak jarang mantan Kapolda Jabar menduduki jabatan tinggi di Mabes Polri seperti Kabareskrim. Namun, karir Rudy sebagai perwira tinggi Polri menghadapi goncangan lantaran pencopotan tersebut.

Adapun Rudy merupakan alumni Akpol tahun 1988. Lulus dari Akpol, ia menjalani tugas pertamanya di Korps Brimob sebagai komandan peleton.

Rudy menjalani 17 tahun masa karirnya di Korps Brimob. Karirnya dimulai dari penempatan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, sebagai komandan peleton.

Baca juga: Kiprah Irjen Nana Sudjana: Janji Kawal Kasus Novel Baswedan hingga Dicopot dari Jabatan Kapolda Metro Jaya

Ia juga pernah ditempatkan di satuan Brimob daerah yakni Brimob Polda Papua dan Maluku. Kemudian ia kembali ke Korps Brimob pusat sebagai Wakil Kepala Satuan I Gegana Korps Brimob Polri.

Barulah pada 2005 ia dipercaya sebagai Kapolres Poso. Saat menjabat Kapolres Poso, Rudy banyak menangani kasus terorisme.

Pada 2006 Rudy bahkan menjadi sasaran teror. Setelah selesai menunaikan salat subuh berjamaah di Masjid Raya Poso, Rudy ditembak dari jarak dekat oleh salah satu dari dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor RX King. Namun, ia dalam kondisi sigap dan berhasil menghindari tembakan tersebut.

Rekam jejak dalam penanganan terorisme membawanya bergelut pada penanganan terorisme dengan mengemban jabatan baru sebagai Kepala Densus 88 Anti-Teror Polda Metro Jaya pada 2007.

Hingga pada 2010 ia menjabat sebagai Direktur Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Malang melintang di dunia pemberantasan terorisme, Rudy pun menulis dan menerbitkan buku yang berjudul "Perkembangan Teroris di Indonesia dan Penanggulangannya".

Baca juga: Kiprah Irjen Fadil Imran: Usir Kapolsek Tidur, Tangani Saracen, Kini Calon Kapolda Metro Jaya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X