Pusdokkes Polri Telusuri Sumber Awal Penularan Covid-19 Tahanan Rutan Bareskrim

Kompas.com - 16/11/2020, 13:13 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono memberikan keterangan kepada wartawan terkait gelar perkara kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (1/10/2020). Penyidik gabungan Polri telah melaksanakan gelar perkara kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung yang dilaksanakan bersama jaksa dari Kejagung dan dipimpin oleh Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.  ANTARA FOTO/ Reno Esnir/aww.  *** Local Caption ***   ANTARA FOTO/RENO ESNIRKaro Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono memberikan keterangan kepada wartawan terkait gelar perkara kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (1/10/2020). Penyidik gabungan Polri telah melaksanakan gelar perkara kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung yang dilaksanakan bersama jaksa dari Kejagung dan dipimpin oleh Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo. ANTARA FOTO/ Reno Esnir/aww. *** Local Caption ***
Penulis Devina Halim
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri masih melakukan pelacakan kontak atau tracing sumber awal penularan Covid-19 terhadap para tahanan di Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri.

“Ini yang menjadi tugas satkes untuk melakukan tracing darimana untuk Covid-19 kok bisa masuk tahanan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (16/11/2020).

Diketahui, total terdapat 48 tahanan di Rutan Bareskrim yang dinyatakan positif Covid-19.

Penyebaran itu awalnya terdeteksi dari tahanan kasus narkoba berinsial IN yang menderita gejala batuk-batuk.

IN pun langsung dievakuasi untuk dirawat di rumah sakit. Ternyata, hasil tes usap atau swab test menunjukkan IN positif Covid-19.

Baca juga: Kronologi 48 Tahanan Rutan Bareskrim Polri Positif Covid-19, Bermula Ada yang Batuk-batuk

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah itu, dilakukan tes usap terhadap seluruh tahanan di Rutan Bareskrim yang totalnya berjumlah 170 orang. Hasilnya, terdapat 47 tahanan lain yang terpapar Covid-19.

Tujuh orang di antaranya mengalami gejala dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Minggu (15/11/2020).

Sementara, 40 tahanan lainnya merupakan pasien tanpa gejala.

Menurut keterangan Awi, tahanan yang berstatus pasien tanpa gejala diisolasi di sel berukuran besar yang masing-masing berisi lima orang.

“Yang 40 (tahanan) itu orang tanpa gejala, sementara ini diisolasi mandiri di rutan, dipisahkan dengan yang sehat,” tuturnya.

Baca juga: Polri: 48 Tahanan Bareskrim Positif Covid-19, Mayoritas Tanpa Gejala

Polri pun memperketat protokol kesehatan di rutan sekaligus memberikan suplemen kepada tahanan lain.

“Karena memang ada orang yang terkonfirmasi di tahanan sehingga satkes Pusdokkes Polri telah memberikan beberapa vitamin dan suplemen dan obat-obatan yang dibutuhkan terkait daya tahan tubuh tahanan,” ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.