Kompas.com - 16/11/2020, 06:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus penularan Covid-19 di Indonesia tak kunjung menurun drastis sejak delapan bulan terakhir atau tepatnya setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus perdana pada 2 Maret 2020.

Berdasarkan data yang dihimpun Satgas Covid-19, hingga Minggu (15/11/2020) terjadi penambahan 4.106 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19.

Penambahan kasus tersebut membuat total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Tanah Air mencapai 467.113 kasus.

Dari total kasus positif Covid-19 tersebut, tercatat 59.911 kasus aktif. Adapun kasus aktif adalah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dan sedang menjalani perawatan.

Dalam data yang sama juga menunjukkan masih ada harapan sembuh bagi pasien terinfeksi Covid-19.

Pada periode 14-15 November, pasien Covid-19 yang dinyatakan pasien sembuh bertambah sebanyak 3.897 orang, sehingga totalnya mencapai 391.991 orang.

Untuk diketahui, pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah dua kali hasil pemeriksaan laboratorium polymerase chain reaction (PCR) negatif.

Baca juga: UPDATE: Bertambah 4.106, Kasus Covid-19 Indonesia Mencapai 467.113

Sementara itu, pasien yang meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19 masih mengalami penambahan.

Total pasien meninggal akibat Covid-19 mencapai 15.211 orang. Jumlah itu meningkat setelah terjadi 63 orang. 

Pemeriksaan spesimen

Pembaharuan data kasus positif Covid-19 sendiri didapatkan pemerintah setelah melakukan pemeriksaan spesimen setiap hari.

Dalam periode 14-15 November, pemerintah melakukan pemeriksaan spesimen sebanyak 32.861 spesimen dari 25.396 orang yang diambil sampelnya.

Pemeriksaan dilakukan dengan metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan Tes Cepat Molekuler (TCM) di 426 jejaring laboratorium yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca juga: Rizieq Shihab dan FPI Didenda Rp 50 Juta, Satgas Covid-19 Sebut Sudah Sesuai Pergub

Secara kumulatif, pemerintah telah memeriksa 5.055.488 spesimen dari 3.313.590 orang.

Sementara itu, saat ini ada 63.380 orang yang berstatus suspek Covid-19. Suspek adalah istilah pengganti untuk pasien dalam pengawasan (PDP).

Hindari kerumunan

Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengingatkan bahayanya penyebaran Covid-19 bagi masyarakat yang berada di kerumunan.

Menurutnya, menghindari kerumunan penting dilakukan. Mengingat, kerumunan massa hampir dipastikan bisa menyebabkan penularan Covid-19.

"Sejumlah aktivitas yang menciptakan kerumunan hampir pasti bisa menimnulkan penularan, menulari dan tertular satu sama lainnya," ujar Doni dalam konferensi pers di RSD Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta, Minggu (15/11/2020).

Doni mengungkapkan, keterlibatan masyarakat dalam kerumunan massa bisa saja tak bermasalah bagi mereka yang berusia 36 tahun dan tidak mempunyai komorbid.

Namun, hal itu tetap rawan terjadinya penularan ketika mereka kembali bertemu anggota keluarga yang memiliki komorbid.

Baca juga: Anggota Komisi XI: Kalau Bukan karena Pandemi Covid-19. Kami Tolak Anggaran PEN Rp 695,2 Triliun

Jika itu terjadi, risiko yang akan diterima anggota keluarga tersebut adalah adanya potensi tertular Covid-19.

"Data yang kami peroleh selama 8 bulan terakhir, angka kematian penderita komorbid dan lansia mencapai 80 persen sampai 85 persen, sebuah angka yang sangat tinggi," kata dia.

Untuk itu, ia meminta masyarakat untuk bahu-membahu meningkatkan kedisiplinannya dalam menjaga protokol kesehatan.

Peningkatan tes

Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga Laura Navika Yamani mendorong pemerintah meningkatkan testing menyusul masih adanya kegiatan yang menyebabkan kerumunan massa.

"Seperti kemarin kondisi kerumunan di Bandara Soekarno-Hatta. Pemerintah harus dengan konsekuensi risiko penyebaran Covid-19, dengan melakukan testing aktif dan massal pada lokasi atau asal dari populasi yang melakukan kerumunan," kata Laura saat dihubungi Kompas.com, Minggu (15/11/2020).

Menurutnya, peningkatan testing juga bisa menjadi langkah sigap pemerintah dalam mengendalikan Covid-19, terutama ketika terjadinya kerumunan massa.

Baca juga: Warga Meninggal akibat Covid-19, Ahli Waris Dapat Santunan Rp 15 Juta, Ini Syaratnya

"Jadi jika ada kegiatan yang dengan kerumunan, pemerintah sigap dalam menemukan kasus dan melakukan isolasi untuk mencegah terjadinya penyebaran yang meluas," kata dia.

Laura juga mengingatkan pemerintah supaya memerhatikan jumlah pemeriksaan supaya bisa menurunkan angka positivity rate sesuai rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) di bawah 5 persen.

"Artinya ya jumlah testing dan tracing harus ditingkatkan di komunitas masyarakat," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenkes: Penyakit Jantung Penyebab Kematian Tertinggi pada 2014-2019

Kemenkes: Penyakit Jantung Penyebab Kematian Tertinggi pada 2014-2019

Nasional
Berkas Sambo dkk Lengkap, Kejagung Tak Tutup Kemungkinan Tahan Putri Candrawathi

Berkas Sambo dkk Lengkap, Kejagung Tak Tutup Kemungkinan Tahan Putri Candrawathi

Nasional
Petani Keluhkan Harga Kopra Turun, Jokowi: Naik Turunnya Harga Komoditas Sulit Diintervensi

Petani Keluhkan Harga Kopra Turun, Jokowi: Naik Turunnya Harga Komoditas Sulit Diintervensi

Nasional
KPK Geledah 4 Tempat di Semarang, Salatiga, dan Yogyakarta Terkait Suap Hakim Agung Sudrajad Dimyati

KPK Geledah 4 Tempat di Semarang, Salatiga, dan Yogyakarta Terkait Suap Hakim Agung Sudrajad Dimyati

Nasional
Jalani 'Fit and Proper Test', Nyoman Wara Ingin KPK Fokus Tindak Kasus Korupsi yang Rugikan Negara

Jalani "Fit and Proper Test", Nyoman Wara Ingin KPK Fokus Tindak Kasus Korupsi yang Rugikan Negara

Nasional
Capim KPK Johanis Tanak Pilih Utamakan Pencegahan: Uang Negara Keluar Banyak saat Tangani Kasus Korupsi

Capim KPK Johanis Tanak Pilih Utamakan Pencegahan: Uang Negara Keluar Banyak saat Tangani Kasus Korupsi

Nasional
Perkara Lukas Enembe, Demokrat: Pemberantasan Korupsi Tunduk Hukum Negara Bukan Parpol

Perkara Lukas Enembe, Demokrat: Pemberantasan Korupsi Tunduk Hukum Negara Bukan Parpol

Nasional
Tok, Komisi III DPR Pilih Johanis Tanak Gantikan Lili Pintauli di KPK

Tok, Komisi III DPR Pilih Johanis Tanak Gantikan Lili Pintauli di KPK

Nasional
Deretan Kebijakan Kontroversial Mendikbud Ristek Nadiem Makarim

Deretan Kebijakan Kontroversial Mendikbud Ristek Nadiem Makarim

Nasional
Hal-hal Memberatkan dalam Vonis Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto

Hal-hal Memberatkan dalam Vonis Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto

Nasional
Ralat, Polri Sebut AKBP Raindra Ajukan Banding atas Sanksi Demosi 4 Tahun

Ralat, Polri Sebut AKBP Raindra Ajukan Banding atas Sanksi Demosi 4 Tahun

Nasional
Sekjen Ungkap Kesalahan Fatal Pamdal yang Bikin IPW Merasa Tak Boleh Masuk ke DPR

Sekjen Ungkap Kesalahan Fatal Pamdal yang Bikin IPW Merasa Tak Boleh Masuk ke DPR

Nasional
Berkas Kasus Brigadir J Lengkap, Mahfud: Mari Kawal sampai Akhir

Berkas Kasus Brigadir J Lengkap, Mahfud: Mari Kawal sampai Akhir

Nasional
Capim KPK Noman Wara: Korupsi Tak Hanya Rugikan Pelaku, tapi Juga Keluarga

Capim KPK Noman Wara: Korupsi Tak Hanya Rugikan Pelaku, tapi Juga Keluarga

Nasional
Detik-detik Pelanggaran HAM Berat di Paniai: Oknum TNI Tembak Warga dan Tikam dari Dekat

Detik-detik Pelanggaran HAM Berat di Paniai: Oknum TNI Tembak Warga dan Tikam dari Dekat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.