PKS Curiga Penolakan KAMI di Sejumlah Daerah Digerakkan Aktor Negara

Kompas.com - 15/11/2020, 13:59 WIB
Tim inspektor gugus tugas Kota Jambi datangi deklarasi KAMI Jambi di Simpang Pulai, pada Jumat (30/10/2020). KOMPAS.COM/JAKA HBTim inspektor gugus tugas Kota Jambi datangi deklarasi KAMI Jambi di Simpang Pulai, pada Jumat (30/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi Partai Keadilan Sejahtera ( PKS), M Nasir Djamil mencurigai adanya keterlibatan aktor negara yang mengorganisasi penolakan deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia ( KAMI) di sejumlah daerah.

"Saya pikir penolakan itu pasti berkorelasi dengan aktor yang ada di negara ini. Ada aktor negara, saya enggak katakan Istana ya, nanti kena delik lagi," ujar Nasir dalam diskusi virtual, Minggu (15/11/2020).

Nasir meyakini adanya campur tangan aktor negara karena masifnya penolakan deklarasi KAMI di sejumlah daerah.

Baca juga: Kronologi Pembubaran Acara Deklarasi KAMI di Jambi

Apalagi, deklarasi KAMI juga kerap dihalang-halangi aparat kepolisian dan sejumlah elemen masyarakat.

Menurut dia, keterlibatan massa dalam menolak deklarasi KAMI tak mungkin digerakan oleh orang tidak jelas.

"Enggak mungkin mereka diorganisasi orang yang tidak jelas, pasti ada aktor negara ikut melakukan ini dalam upaya menolak kehadiran KAMI di beberapa tempat, pasti ada yang ngorganisir," kata Nasir Djamil.

Nasir juga meyakini Presidium KAMI, Gatot Nurmantyo mengetahui siapa dalang yang mengorganisir penolakan KAMI di sejumlah daerah.

Baca juga: Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Menurut dia, Gatot yang notabene merupakan mantan Panglima TNI pasti mempunyai relasi luas untuk memberikan informasi siapa dalang di balik penolakan KAMI.

"Tentu beliau tahu siapa yang menggerakan ini, relasinya dan kaitannya," kata dia.

Deklarasi KAMI belakangan ini memang mendapat penolakan dari elemen masyarakat yang kerap berujung pembubaran di sejumlah daerah, mulai dari Surabaya, Karawang, hingga Riau.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X