SAFEnet Terima 60 Aduan Kasus Kekerasan Digital Berbasis Gender Sepanjang 2019

Kompas.com - 13/11/2020, 22:48 WIB
Executive Director SAFEnet Damar Juniarto  KOMPAS.com/HaryantipuspasariExecutive Director SAFEnet Damar Juniarto 


JAKARTA, KOMPAS.com - Perkumpulan Pembela Kebebasan Berekspresi Asia Tenggara atau yang dikenal dengan nama SAFEnet meluncurkan laporan situasi hak-hak digital di Indonesia pada 2019.

Berdasarkan laporannya, SAFEnet memprediksi adanya ancaman yang kian mencekam terkait kekerasan digital, terutama kepada suara-suara kritis terhadap kekuasaan maupun perempuan.

Direktur Eksekutif SAFEnet Damar Juniarto dalam peluncuran laporan secara virtual mengungkapkan, ada 60 aduan kasus Kekerasan Berbasis Gender Siber (KBGS) yang masuk sepanjang 2019.

Baca juga: Pemerintah Dorong Percepatan Migrasi Penyiaran Analog ke Digital

"Sepanjang 2019 SAFEnet menerima 60 aduan kasus KBGS, di mana 44 kasus kami terima dari rujukan Komnas Perempuan sebagai mitra kami," kata Damar dalam diskusi virtual yang diselenggarakan, Jumat (13/11/2020).

Selain itu, lanjut dia, ada 16 aduan lainnya masuk melalui kanal-kanal komunikasi SAFEnet, termasuk yang diarahkan oleh mitra atau komunitas lain untuk membuat pengaduan di SAFEnet.

SAFEnet juga mencatat, dari jumlah tersebut, sebanyak 53 korban yang mengadu adalah perempuan dan 7 lainnya tidak menyebut gendernya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kemenkominfo Akui Kampanye Daring Pilkada Terkendala Infrastruktur Digital

Sementara itu, bentuk KBGS paling banyak yang dilaporkan adalah penyebaran konten intim tanpa persetujuan dengan total 45 kasus, pelanggaran privasi sebanyak 7 kasus, pembuatan akun peniru atau impersonasi sebanyak 2 kasus, pamer alat kelamin di ruang digital tanpa persetujuan sebanyak 3 kasus.

Selain itu, ada juga bentuk lain seperti mempermalukan korban di ruang digital publik atau pelanggaran privasi korban di luar dari penjelasan tersebut.

Motivasi politik

Berdasarkan laporan SAFEnet, pada awalnya kasus-kasus KBGS lebih banyak terjadi karena motivasi balas dendam oleh pasangan atau mantan pasangan serta relasi timpang antara laki-laki dan perempuan.

Namun, sejak tahun lalu mulai terjadi KBGS dengan motivasi politik. Contohnya, jelas Damar, seorang aktivis perempuan menjadi korban melalui penyebaran foto telanjang dengan fitnah perselingkuhan bersama mitra kerjanya yang juga aktivis.

Penyebaran materi itu adalah upaya mendelegitimasi kerja-kerja mereka dalam menolak revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca juga: 233 Tim Ikut Lomba Konten Digital Kemenristek

"Tindakan ini adalah berbasis motif politik dengan tujuan untuk mendelegitimasi mereka yang menolak revisi UU KPK. Hal yang sama juga terjadi pada sejumlah mahasiswa yang akun WhatsApp-nya diretas dan kemudian digunakan untuk menyebarkan informasi bahwa mereka siap untuk membunuh dan meledakkan diri di Gedung KPK," urai dia.

Menurutnya, hal ini menjadi penanda bagaimana kian hari internet telah menjadi alat bagi kekuasaan untuk membungkam suara-suara kritis warga melalui beragam cara.

SAFEnet menilai, jika semua pelanggaran hak-hak digital oleh negara itu dibiarkan, maka kebebasan internet yang pernah digadang-gadang sebagai sebuah kemajuan di Indonesia hanya menunggu waktu kembali masuk "kuburan".



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: 252.184 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 46,02 Persen

UPDATE: 252.184 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 46,02 Persen

Nasional
POGI: 45 Dokter Obstetri dan Ginekologi Meninggal Dunia Akibat Covid-19

POGI: 45 Dokter Obstetri dan Ginekologi Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Nasional
UPDATE 30 Juli: Tambah 1.759, Kasus Kematian Covid-19 Capai 92.311

UPDATE 30 Juli: Tambah 1.759, Kasus Kematian Covid-19 Capai 92.311

Nasional
Menaker Minta Perusahaan Serahkan Data Pekerja yang Dapat BSU ke BPJS Ketenagakerjaan

Menaker Minta Perusahaan Serahkan Data Pekerja yang Dapat BSU ke BPJS Ketenagakerjaan

Nasional
UPDATE 30 Juli: Tambah 44.550, Pasien Covid-19 Sembuh Kini 2.730.720 Orang

UPDATE 30 Juli: Tambah 44.550, Pasien Covid-19 Sembuh Kini 2.730.720 Orang

Nasional
UPDATE 30 Juli: Ada 549.343 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 30 Juli: Ada 549.343 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: Tambah 41.168, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 3.372.374 Orang

UPDATE: Tambah 41.168, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 3.372.374 Orang

Nasional
Sengketa Hasil PSU Pilkada Kalsel, MK Tolak Gugatan Denny Indrayana-Difriadi

Sengketa Hasil PSU Pilkada Kalsel, MK Tolak Gugatan Denny Indrayana-Difriadi

Nasional
Merasa Difitnah Dalangi Unjuk Rasa, Demokrat Jawa Barat Laporkan Wamendes ke Polisi

Merasa Difitnah Dalangi Unjuk Rasa, Demokrat Jawa Barat Laporkan Wamendes ke Polisi

Nasional
Bolehkah Dosis Kedua Vaksin Covid-19 Diberikan Lebih Cepat atau Terlambat?

Bolehkah Dosis Kedua Vaksin Covid-19 Diberikan Lebih Cepat atau Terlambat?

Nasional
Moeldoko Dinilai Tak Perlu Ancam Pidana ICW

Moeldoko Dinilai Tak Perlu Ancam Pidana ICW

Nasional
Soal Agama Baha'i, YLBHI Tegaskan Semua Penganut Dapat Pengakuan dan Perlindungan Sama

Soal Agama Baha'i, YLBHI Tegaskan Semua Penganut Dapat Pengakuan dan Perlindungan Sama

Nasional
Menteri PPPA Dukung Vaksinasi Covid-19 Baik untuk Ibu Hamil, Menyusui, dan Anak Usia 12 Tahun ke Atas

Menteri PPPA Dukung Vaksinasi Covid-19 Baik untuk Ibu Hamil, Menyusui, dan Anak Usia 12 Tahun ke Atas

Nasional
Ini Spesifikasi Minimal Laptop untuk Siswa di Sekolah yang Diatur Kemendikbud Ristek

Ini Spesifikasi Minimal Laptop untuk Siswa di Sekolah yang Diatur Kemendikbud Ristek

Nasional
Pasar Tanah Abang, Digadang-gadang Jusuf Kalla sebagai Simbol Kekuatan Ekonomi dan Nasibnya Kini

Pasar Tanah Abang, Digadang-gadang Jusuf Kalla sebagai Simbol Kekuatan Ekonomi dan Nasibnya Kini

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X