KILAS

Perempuan Ini Jalani Pengobatan Miom dan Cuci Darah Tanpa Biaya Sama Sekali

Kompas.com - 13/11/2020, 17:13 WIB
Ilustrasi ginjal. Ilustrasi ginjal.

KOMPAS.com – Pada Jumat (6/11/2020), Robiatul Adawiyah (44) atau yang akrab disapa Robi, menutup warungnya lebih cepat.

Hal tersebut dilakukan karena dia harus pergi ke Rumah Sakit (RS) Bangil, Pasuruan, untuk melakukan cuci darah rutin.

Tak sendiri, keberangkatan Robi diantar oleh suaminya yang bekerja sebagai sales keliling.

Rutinitas tersebut sudah dijalani Robi sejak 2015, tepatnya setelah dirinya divonis mengalami pembengkakan ginjal.

Baca juga: Harus Pasang Alat Pacu Jantung Permanen Senilai Ratusan Juta, Perempuan Ini Andalkan JKN-KIS

Hingga kini, belum diketahui pasti apa penyebab pembengkakan ginjal yang dialami Robi. Namun sebelum itu, dia sempat mengalami pendarahan dan menderita miom.

“Awalnya saya pendarahan, terus periksa dan ultrasonografi (USG) di RS Umum Daerah (RSUD) dr. Sudarsono, Pasuruan. Ternyata ada miom, tapi bukan di rahim, melainkan di bawahnya dan dekat usus besar,” kata Robi, kepada Kompas.com melalui telepon, Rabu (11/11/2020).

Setelah itu, dia pun mengonsumsi obat untuk membantu penyembuhan. Namun, tidak membawa perubahan apa-apa.

Maka dari itu, pihak RSUD dr. Sudarsono merujuknya ke RSUD Saiful Anwar di Malang. Dokter di sana lah yang memberi tahu Robi bahwa ginjalnya mengalami pembengkakan.

Baca juga: Idap Kanker Kelenjar Getah Bening, Ibu asal Pangandaran Ini Manfaatkan JKN-KIS

“Dokter bilang miom enggak ngaruh ke ginjal. Namun dokter lain bilang sebaliknya. Saya sampai lemas bolak-balik poli buat cek. Setelah itu dipasang alat penopang ginjal dan karena enggak ada hasil, harus cuci darah,” kata perempuan yang tinggal di Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan tersebut.

Robi mengaku, saat mendengar anjuran dokter untuk menjalani cuci darah, dirinya sedih dan takut. Sebab, cuci darah harus dilakukan seumur hidup. Perasaan tersebut pun membuat kondisi Robi drop.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudik ke Konstitusi, Demokrasi, dan Reformasi

Mudik ke Konstitusi, Demokrasi, dan Reformasi

Nasional
Menag: Mari Beribadah dan Lebaran dengan Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan

Menag: Mari Beribadah dan Lebaran dengan Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan

Nasional
Indonesia Usulkan OKI dan GNB Segera Bertemu Bahas Persoalan Palestina

Indonesia Usulkan OKI dan GNB Segera Bertemu Bahas Persoalan Palestina

Nasional
Wapres Ma'ruf Amin Akan Shalat Idul Fitri di Rumah Dinas

Wapres Ma'ruf Amin Akan Shalat Idul Fitri di Rumah Dinas

Nasional
Di Hadapan Perwakilan ASEAN dan Jepang, KKP Perkenalkan 'E-Jaring'

Di Hadapan Perwakilan ASEAN dan Jepang, KKP Perkenalkan "E-Jaring"

Nasional
Kirim 200 Oksigen Konsentrator, RI Harap India Bisa Tangani Pandemi Covid-19

Kirim 200 Oksigen Konsentrator, RI Harap India Bisa Tangani Pandemi Covid-19

Nasional
KPK Terkesan Mau Singkirkan 75 Pegawai, Anggota Komisi III Minta Hasil TWK Disampaikan secara Transparan

KPK Terkesan Mau Singkirkan 75 Pegawai, Anggota Komisi III Minta Hasil TWK Disampaikan secara Transparan

Nasional
Cek Larangan Mudik, Kapolri Bakal Tinjau Bandara Soekarno-Hatta hingga Terminal

Cek Larangan Mudik, Kapolri Bakal Tinjau Bandara Soekarno-Hatta hingga Terminal

Nasional
Pakai Garuda, Indonesia Berangkatkan Hibah 200 Oksigen Konsentrator untuk India

Pakai Garuda, Indonesia Berangkatkan Hibah 200 Oksigen Konsentrator untuk India

Nasional
Indonesia Kirim 200 Oksigen Konsentrator ke India, Menlu: Bentuk Solidaritas

Indonesia Kirim 200 Oksigen Konsentrator ke India, Menlu: Bentuk Solidaritas

Nasional
121.206 Napi Dapat Remisi Idul Fitri, 550 Orang Langsung Bebas

121.206 Napi Dapat Remisi Idul Fitri, 550 Orang Langsung Bebas

Nasional
ICW: 75 Pegawai Dibebas Tugas, Upaya Pimpinan KPK Hambat Perkara Korupsi Besar

ICW: 75 Pegawai Dibebas Tugas, Upaya Pimpinan KPK Hambat Perkara Korupsi Besar

Nasional
Mengingat Kembali Tragedi Trisakti 12 Mei 1998, Ketika Mahasiswa di Dalam Kampus Ditembaki

Mengingat Kembali Tragedi Trisakti 12 Mei 1998, Ketika Mahasiswa di Dalam Kampus Ditembaki

Nasional
Ada Potensi Kerumunan Usai Shalat Id, Menko PMK Minta Protokol Kesehatan Diperketat

Ada Potensi Kerumunan Usai Shalat Id, Menko PMK Minta Protokol Kesehatan Diperketat

Nasional
Larang Takbir Keliling, Menag: Berpotensi Akibatkan Kerumunan

Larang Takbir Keliling, Menag: Berpotensi Akibatkan Kerumunan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X