Menkes Terawan: Terus Patuhi Protokol Kesehatan dalam Setiap Aktivitas

Kompas.com - 13/11/2020, 11:36 WIB
Menkes Terawan Agus Putranto memberikan pemaparan dalam konferensi pers virtual bersama WHO, Jumat (6/11/2020). Tangkapan Layar YouTube WHOMenkes Terawan Agus Putranto memberikan pemaparan dalam konferensi pers virtual bersama WHO, Jumat (6/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengingatkan masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas.

Hal ini sebagai bentuk penerapan kebiasaan baru selama pandemi Covid-19 berlangsung.

"Kita tetap harus menerapkan protokol kesehatan sebagai kebiasaan baru. Kita berharap adaptasi kebiasaan baru dapat terus diterapkan di masyarakat dalam segala aktivitas yang dilakukan agar tetap bisa produktif, namun tetap aman dari Covid-19,” ujar Terawan dikutip dari siaran pers di laman resmi Kemenkes, Jumat (13/11/2020).

Dia melanjutkan, pemerintah saat ini sedang menyiapkan pengadaan vaksin Covid-19 yang aman untuk dapat memberikan perlindungan kepada segenap masyarakat Indonesia.

Baca juga: Kasus Covid-19 Masih Bertambah, Simulasi KBM Tatap Muka di Bekasi Harus Patuhi Protokol Kesehatan

Namun, selama vaksin belum ada, pemerintah meminta agar seluruh protokol kesehatan dipatuhi demi kesehatan warga.

Lebih lanjut, Terawan mengatakan, pemerintah saat ini terus berupaya menangani pandemi Covid-19 dengan dukungan dan peran serta stakeholder serta masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Berbagai upaya kesehatan terus dilakukan dalam bentuk prevent, detect, dan response agar jumlah kasus menurun, kesembuhan meningkat dan kematian dapat dicegah,” lanjut Terawan.

Upaya penting berkaitan dengan hal tersebut adalah penerapan protokol kesehatan melalui penggunaan masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan, menjaga daya tahan tubuh dengan gizi seimbang, rutin olahraga, dan pengelolaan stres.

Baca juga: Terawan: Kelola Limbah Medis Sesuai Syarat untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Terawan melanjutkan, pandemi Covid-19 juga memberikan bangsa kita pelajaran akan pentingnya kemandirian produk obat dan alat kesehatan dalam negeri, untuk ketahanan nasional.

“Bersama pemangku kepentingan terkait, kita telah dapat mewujudkan bahan baku obat produksi dalam negeri, alat kesehatan low medium technology produksi dalam negeri, yang kemudian dimanfaatkan dalam penanganan Covid-19," tambah Terawan.

Sementara itu, berdasarkan data yang dibagikan Satgas Covid-19 pada Kamis (12/11/2020) sore, tercatat ada 452.291 kasus positif Covid-19 di Tanah Air.

Kemudian, pemerintah juga mencatat terdapat 382.084 pasien telah sembuh dari Covid-19.

Tercatat, pasien meninggal bertambah 97 orang sehingga totalnya menjadi 14.933 orang.

Adapun jumlah kasus suspek Covid-19 yang tercatat hingga 12 November sebanyak 56.868 kasus.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

25 Tahun Kudatuli: Peristiwa Mencekam di Kantor PDI

25 Tahun Kudatuli: Peristiwa Mencekam di Kantor PDI

Nasional
Karut-marut Pencairan Insentif Tenaga Kesehatan di Tengah Pandemi

Karut-marut Pencairan Insentif Tenaga Kesehatan di Tengah Pandemi

Nasional
Terbitkan Surat Edaran, KPK Minta Industri Jasa Keuangan Kendalikan Gratifikasi

Terbitkan Surat Edaran, KPK Minta Industri Jasa Keuangan Kendalikan Gratifikasi

Nasional
Angka Kematian Tinggi, Menkes Ingatkan Pentingnya Ukur Saturasi Oksigen Pasien Covid-19

Angka Kematian Tinggi, Menkes Ingatkan Pentingnya Ukur Saturasi Oksigen Pasien Covid-19

Nasional
Perjalanan PDI Perjuangan: dari Kudatuli, Oposisi, Dominasi, hingga Pandemi

Perjalanan PDI Perjuangan: dari Kudatuli, Oposisi, Dominasi, hingga Pandemi

Nasional
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Disebut Pernah Hubungi M Syahrial Terkait Kasus Jual Beli Jabatan

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Disebut Pernah Hubungi M Syahrial Terkait Kasus Jual Beli Jabatan

Nasional
[POPULER NASIONAL] Puan: Fotokopi KTP untuk Vaksin Jangan Disalahgunakan | Kasus Covid-19 Bertambah 28.228

[POPULER NASIONAL] Puan: Fotokopi KTP untuk Vaksin Jangan Disalahgunakan | Kasus Covid-19 Bertambah 28.228

Nasional
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Ungkap Awal Perkenalan dengan Eks Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Ungkap Awal Perkenalan dengan Eks Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju

Nasional
Problem Vaksinasi Covid-19, Stok Vaksin Menipis dan Rumitnya Birokrasi

Problem Vaksinasi Covid-19, Stok Vaksin Menipis dan Rumitnya Birokrasi

Nasional
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Pernah Berikan Pinjaman Rp 200 Juta kepada Eks Penyidik KPK

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Pernah Berikan Pinjaman Rp 200 Juta kepada Eks Penyidik KPK

Nasional
Putusan Dewas Dinilai Janggal, Pimpinan KPK Diminta Tindak Lanjuti Temuan Ombudsman

Putusan Dewas Dinilai Janggal, Pimpinan KPK Diminta Tindak Lanjuti Temuan Ombudsman

Nasional
Penggabungan Ganti Rugi di Kasus Juliari Ditolak, Korban Korupsi Bansos Covid-19 Ajukan Kasasi

Penggabungan Ganti Rugi di Kasus Juliari Ditolak, Korban Korupsi Bansos Covid-19 Ajukan Kasasi

Nasional
5 Pekerja Bangunan Divonis 1 Tahun Penjara dalam Kasus Kebakaran Gedung Kejagung

5 Pekerja Bangunan Divonis 1 Tahun Penjara dalam Kasus Kebakaran Gedung Kejagung

Nasional
Milad MUI ke-46, Wakil Ketua DPR Harap Ulama Bantu Mengedukasi Umat agar Disiplin Prokes

Milad MUI ke-46, Wakil Ketua DPR Harap Ulama Bantu Mengedukasi Umat agar Disiplin Prokes

Nasional
ICW Sebut Ada 3 Celah Korupsi dalam Pengadaan Bansos Covid-19

ICW Sebut Ada 3 Celah Korupsi dalam Pengadaan Bansos Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X