Satgas: Perkembangan Uji Vaksin Sinovac di Brasil Jadi Evaluasi Pemerintah RI

Kompas.com - 12/11/2020, 21:44 WIB
Koordinasi Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan pers yang disiarkan kanal YouTube BNPB, Kamis (5/11/2020).

DOK. covid19.go.idKoordinasi Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan pers yang disiarkan kanal YouTube BNPB, Kamis (5/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, perkembangan terakhir uji klinis vaksin Sinovac di Brasil akan menjadi masukan pemerintah.

Selain itu, penangguhan uji vaksin oleh otoritas kesehatan di Brasil juga akan dijadikan bahan evaluasi.

"Pemerintah terus mengikuti perkembangan uji klinis vaksin Covid-19 yang dilakukan di luar Indonesia," ujar Wiku dalam konferensi pers daring yang ditayangkan di kanal YouTube BNPB, Kamis (12/11/2020).

"Berbagai temuan, termasuk yang terjadi di Brasil dalam tahapan uji vaksin menjadi masukan dan evalulasi terhadap pengembangan vaksin yang dilakukan di dalam negeri," lanjutnya menjelaskan.

Baca juga: Menyusul Pfizer, Moderna Segera Umumkan Kemanjuran Vaksin Covid-19

Saat ini, kata dia, kandidat vaksin Covid-19 yang akan digunakan sedang dalam tahap uji klinis.

Sementara itu, vaksin tersebut baru dapat diproduksi dan dapat digunakan setelah lolos uji klinis tahap tiga dan mendapat Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sebelumnya, Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB) IDI, Zubairi Djoerban memberikan tanggapan atas ditangguhkannya uji klinis fase ketiga terhadap vaksin Sinovac di Brasil baru-baru ini.

Menurut Zubairi, penangguhan di Brasil ini diduga karena terdapat relawan yang meninggal.

"Diduga karena ada relawan yang meninggal dunia. Meskipun, belum tentu hal tersebut akibat vaksin," ujar Zubairi ketika dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (12/11/2020).

"Ya, mungkin kematian relawan itu ada hubungannya dengan vaksin. Mungkin juga tidak. Saat ini sedang diteliti," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X