Menteri PPPA Tekankan Peran Penting Ayah Berikan Gizi Seimbang Anak

Kompas.com - 12/11/2020, 16:56 WIB
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga saat peresmian gedung UPTD PPPA di Mataram, NTB KOMPAS.COM/IDHAM KHALIDKementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga saat peresmian gedung UPTD PPPA di Mataram, NTB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menekankan pentingnya peran ayah dalam memberikan gizi seimbang terhadap anak.

Gizi seimbang bagi anak akan membentuk imunitas tubuh mereka sehingga bisa terlindungi dari berbagai penyakit, termasuk pneumonia.

Namun, Bintang menyayangkan karena di masyarakat saat ini terbentuk konstruksi sosial bahwa tugas pengasuhan anak hanya menjadi tugas ibu saja.

"Padahal pemenuhan hak anak harus dijamin setiap orang. Pemberian gizi seimbang adalah bagian dari pemenuhan hak dengan demikian ini juga tugas ayah," kata Bintang dalam peringatan Hari Pneumonia Dunia secara virtual, Kamis (12/11/2020).

Baca juga: Cegah Pneumonia, Menteri PPPA: Keluarga Harus Pastikan Anak Dapat Gizi Cukup

Ia pun meminta para ayah untuk membangun empati, berpartisipasi aktif dalam mengambil keputusan, dan mempunyai sikap positif, sert memiliki pengetahuan luas tentang pengasuhan anak. Termasuk dalam hal menyusui.

Seorang ayah, kata dia, harus bertugas menjamin pemenuhan kebutuhan ibu, utamanya selama ibu menyusui.

Antara lain, dengan memastikan agar ibu mengonsumsi makanan sehat, tidak dehidrasi, dan istirahat yang cukup.

"Dengan dukungan sosial yang ada di sekitar ibu akan sangat berpengaruh besar pada keberhasilan menyusui yang akan berdampak langsung pada kesehatan dan imunitas bayi," kata dia.

Baca juga: Menteri PPPA: Pandemi Covid-19 Memaksa Pengusaha Perempuan Familiar Teknologi

Sementara kepada ibu, Bintang juga berpesan agar mereka tetap belajar untuk menambah pengetahuan dan informasi mengenai pemenuhan gizi anak yang seimbang.

Ini termasuk juga berkomitmen memberikan ASI eksklusif pada anak.

Apalagi, profil kesehatan Indonesia tahun 2018 menunjukkan persentase bayi mendapatkan ASI eksklusif hanya 65 persen.

Data tersebut juga didukung survei demografi dan kesehatan Indonesia tahun 2017 yang menyebut bahwa rata-rata pemberian ASI eksklusif hanya 3 bulan.

Padahal, pemenuhan gizi cukup bagi anak merupakan salah satu cara agar anak-anak dapat terhindar dari pneumonia.

Baca juga: Kemen PPPA: 80 Juta Anak Rentan Jadi Target Industri Rokok



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X