JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi melimpahkan berkas perkara para pekerja yang menjadi tersangka kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung kepada jaksa penuntut umum (JPU), Kamis (12/11/2020).
"Tim penyidik gabungan melakukan koordinasi dengan jaksa peneliti dan pengiriman berkas perkara tahap I (tersangka) kelompok pekerja," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Ferdy Sambo dalam keterangannya, Kamis (12/11/2020).
Diketahui, dari total delapan tersangka dalam kasus ini, sebanyak lima tersangka merupakan tukang bangunan dan satu orang mandornya.
Dua tersangka lainnya yakni, Direktur Utama PT APM berinisial R dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Kejagung berinisial NH.
Baca juga: Puslabfor Polri Ambil Sampel ACP di Gedung Kejagung yang Terbakar
Selain pelimpahan berkas, penyidik juga masih memeriksa saksi-saksi dalam kasus ini.
Ferdy menuturkan, terdapat lima orang yang diperiksa pada hari ini.
"ASN Kejagung (Karo Perencanaan Tahun 2019), ahli dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Mai (laki-laki peminjam bendera PT APM), AR dan HS (pengawas cleaning service)," tuturnya.
Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan total delapan tersangka. Lima orang di antaranya merupakan tukang bangunan yakni T, H, S, K, dan IS.
Menurut polisi, para tukang itu merokok meski terdapat bahan-bahan mudah terbakar di ruangan tempat mereka bekerja. Puntung rokok itu yang memicu terjadinya kebakaran.
Baca juga: Ada Jaminan dari Atasan dan Kooperatif, Penyidik Tidak Tahan Pegawai Kejagung Tersangka Kebakaran
Polisi juga menetapkan mandor para tukang tersebut yang berinisial UAM sebagai tersangka. Sebab, mandor itu seharusnya mengawasi para tukang bekerja.
Kemudian, Direktur Utama PT APM berinisial R dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Kejagung berinisial NH menjadi tersangka terkait pengadaan cairan pembersih merek TOP Cleaner.
Menurut polisi, pembersih TOP Cleaner yang digunakan di Gedung Kejagung menjadi akselerator atau mempercepat penjalaran api.
Penyidik juga menemukan bahwa pembersih tersebut tidak memiliki izin edar.
Dalam kasus ini, polisi mengaku tidak menemukan unsur kesengajaan. Para tersangka dinilai lalai sehingga menyebabkan kebakaran terjadi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.