Jubir Tegaskan Wapres Tak Ada Kaitan dengan Kasus Jaksa Pinangki

Kompas.com - 10/11/2020, 23:28 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin saat membuka simposium nasional studi dan relasi lintas agama berparadigma Pancasila yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) secara daring, Kamis (10/9/2020). Dok. KIP/SetwapresWakil Presiden Maruf Amin saat membuka simposium nasional studi dan relasi lintas agama berparadigma Pancasila yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) secara daring, Kamis (10/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi menegaskan bahwa Ma'ruf Amin tak ada kaitan dengan kasus suap yang menyeret jaksa Pinangki Sirna Malasari dan Djoko Tjandra. 

Diberitakan, Rahmat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus suap kepengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA), Senin (9/11/2020). Dalam persidangan itu Rahmat mengaku dekat dengan Ma'ruf.

Masduki menuturkan, Ma'ruf tak memiliki hubungan apa pun dengan Rahmat. Penyebutan nama Ma'ruf di persidangan, kata dia, semata-mata karena Ma'ruf Amin pernah bertemu Rahmat.

Baca juga: Saksi Sebut Pinangki Berpenampilan Glamor, Berbeda dengan Jaksa Lain

Rahmat merupakan pengusaha yang diduga menghubungkan terdakwa Pinangki dengan Djoko Tjandra. 

"Yang penting, tidak ada hubungan apa pun apalagi terkait dengan kasusnya. Ini memang semata-mata dia pernah berhubungan dengan Kiai Ma'ruf," kata Masduki kepada Kompas.com, Selasa (10/11/2020).

Masduki mengatakan, ciri ulama dan kiai adalah tidak akan menolak orang-orang yang akan bersilaturahim. Termasuk Wapres Ma'ruf Amin yang merupakan kiai dan ulama. 

"Orang bernama Rahmat itu termasuk orang yang mendekat ke Kiai Ma'ruf, termasuk ketika masa kampanye (Presiden-Wapres) kemarin," kata Masduki. 

"Tapi tidak ada hubungan apa-apa sama sekali. Lebih jauh dari itu tidak ada. Hanya sebatas itu saja (saat kampanye)," lanjut dia.

Masduki mengatakan, Wapres Ma'ruf bahkan tak mengetahui siapa Rahmat dan apa latar belakang pria itu.

"Kalau ketemunya baik dan Kiai Ma'ruf juga tidak tahu siapa Rahmat dan latar belakang lebih jauhnya apa, karena harapannya supaya baik saja," kata dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Presiden Cabut Aturan Investasi Miras di Perpres, PPP Ingatkan Soal RUU Larangan Minuman Beralkohol

Presiden Cabut Aturan Investasi Miras di Perpres, PPP Ingatkan Soal RUU Larangan Minuman Beralkohol

Nasional
Cerita Ganjar soal Pemda di Jateng Tak Bisa Menggaji karena Kemendagri Tak Siap Digitalisasi

Cerita Ganjar soal Pemda di Jateng Tak Bisa Menggaji karena Kemendagri Tak Siap Digitalisasi

Nasional
Sebaran 6.808 Kasus Baru Covid-19, Jabar Terbanyak dengan 1.894 Kasus

Sebaran 6.808 Kasus Baru Covid-19, Jabar Terbanyak dengan 1.894 Kasus

Nasional
Penderita Penyakit Jantung Akut Tak Direkomendasikan Ikut Vaksinasi Covid-19

Penderita Penyakit Jantung Akut Tak Direkomendasikan Ikut Vaksinasi Covid-19

Nasional
Cerita Petugas Medis Hadapi Covid-19: Tertular, Trauma hingga Tetap Laksanakan Tugas

Cerita Petugas Medis Hadapi Covid-19: Tertular, Trauma hingga Tetap Laksanakan Tugas

Nasional
Dugaan Suap Pemeriksa Pajak, KPK Diminta Usut Keterlibatan Pejabat Tinggi DJP

Dugaan Suap Pemeriksa Pajak, KPK Diminta Usut Keterlibatan Pejabat Tinggi DJP

Nasional
UPDATE 3 Maret: Ada 147.197 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 3 Maret: Ada 147.197 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Menteri PANRB: ASN Bisa Dapat Tunjangan Pensiun hingga Rp 1 Miliar

Menteri PANRB: ASN Bisa Dapat Tunjangan Pensiun hingga Rp 1 Miliar

Nasional
Saksi Sebut Edhy Prabowo Ingin Ada Ekspor Benih Lobster sejak Awal Menjabat

Saksi Sebut Edhy Prabowo Ingin Ada Ekspor Benih Lobster sejak Awal Menjabat

Nasional
UPDATE 3 Maret: Ada 69.631 Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 3 Maret: Ada 69.631 Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Satgas Covid-19: Tidak Mudah untuk Satukan Data Pusat dan Daerah

Satgas Covid-19: Tidak Mudah untuk Satukan Data Pusat dan Daerah

Nasional
UPDATE 3 Maret: Bertambah 203, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Jadi 36.721 Orang

UPDATE 3 Maret: Bertambah 203, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Jadi 36.721 Orang

Nasional
UPDATE 3 Maret: Bertambah 9.053, Pasien Covid-19 Sembuh Jadi 1.169.916 Orang

UPDATE 3 Maret: Bertambah 9.053, Pasien Covid-19 Sembuh Jadi 1.169.916 Orang

Nasional
UPDATE: Bertambah 6.808, Kasus Covid-19 Indonesia Mencapai 1.353.834

UPDATE: Bertambah 6.808, Kasus Covid-19 Indonesia Mencapai 1.353.834

Nasional
Menteri PPN: Transformasi Digital Menghemat Biaya Operasi dan Pemeliharaan

Menteri PPN: Transformasi Digital Menghemat Biaya Operasi dan Pemeliharaan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X