Jubir Satgas: Perkembangan Kasus Covid-19 di Pekan ini Kurang Baik

Kompas.com - 10/11/2020, 18:02 WIB
Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di media center Satgas Penanganan Covid, Kamis (29/10/2020). DOK. Humas BNPBKoordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di media center Satgas Penanganan Covid, Kamis (29/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, kasus positif Covid-19 di pekan ini naik 8,2 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Menurutnya, ini menunjukkan tren yang kurang baik.

"Di pekan ini, terlihat perkembangan kasus positif Covid-19 di tingkat nasional cenderung ke arah kurang baik dibandingkan pekan sebelumnya," ujar Wiku dalam konferensi pers daring yang ditayangkan kanal YouTube BNPB, Selasa (10/11/2020).

"Pada tingkat nasional di pekan ini terjadi peningkatan kasus positif sebesar 8,2 persen. Ini adalah perkembangan ke arah kurang baik. Karena kasus positif mengalami peningkatan," lanjutnya.

Baca juga: Jubir Satgas: Jangan Sampai Penurunan Kasus Covid-19 Jadi Tren Semu

Padahal idealnya, penambahan kasus positif harus terus menurun setiap minggunya sehingga tidak terjadi tren penurunan kasus Covid-19 yang semu.

Sebab, tren penurunan kasus minggu lalu ternyata diakibatkan oleh pemeriksaan Covid-19 yang juga menurun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Hal ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Terlepas dari adanya masa libur pemerintah pusat dan daerah harus tetap menggencarkan 3T, dan bagi masyarakat untuk laksanakan 3M," tegas Wiku.

Lebih lanjut Wiku menjelaskan, pada Selasa (10/11/2020), terjadi penambahan 3.779 kasus baru Covid-19. Sehingga total ada 444.348 kasus positif Covid-19.

Baca juga: Satgas Minta Masyarakat Bersabar Tunggu Vaksin Covid-19

Dari jumlah tersebut, jumlah kasus aktif tercatat sebanyak 53.846 kasus atau setara dengan 12,1 persen.

Sementara itu, persentase kasus aktif Covid-19 dunia sebanyak 27,16 persen.

Kemudian, tercatat 3.475 penambahan pasien sembuh sehingga total ada 375.741 pasien sembuh dari Covid-19. Jumlah ini setara dengan 84,6 persen.

Adapun persentase kasus aktif dunia hingga saat ini tercatat sebesar 70,35 persen.

Kemudian, tercatat penambahan pasien meninggal dunia akibat Covid-19 sebanyak 72 orang. Sehingga total ada 14.761 pasien meninggal akibat Covid-19.

Jumlah itu setara dengan 3,3 persen. Adapun persentase kematian dunia saat ini tercatat sebesar 2,47 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UU Cipta Kerja Dinyatakan Inkonstitusional Bersyarat, Mahfud: Masyarakat Jangan Khawatir

UU Cipta Kerja Dinyatakan Inkonstitusional Bersyarat, Mahfud: Masyarakat Jangan Khawatir

Nasional
Fokus Pemerintah pada 2022, Pengendalian Covid-19 dan Prioritaskan Kesehatan

Fokus Pemerintah pada 2022, Pengendalian Covid-19 dan Prioritaskan Kesehatan

Nasional
Komnas HAM Sebut Pegawai KPI MS Alami Tiga Bentuk Pelanggaran Hak Asasi

Komnas HAM Sebut Pegawai KPI MS Alami Tiga Bentuk Pelanggaran Hak Asasi

Nasional
Jokowi Wanti-wanti soal Corona Varian Omicron: Waspada, Pandemi Masih Mengancam

Jokowi Wanti-wanti soal Corona Varian Omicron: Waspada, Pandemi Masih Mengancam

Nasional
Menteri PPPA: Memberikan Akses yang Setara bagi Perempuan Merupakan Keharusan

Menteri PPPA: Memberikan Akses yang Setara bagi Perempuan Merupakan Keharusan

Nasional
Pemerintah Diminta Segera Tutup Akses dari Negara Lain yang Teridentifikasi Kasus Omicron

Pemerintah Diminta Segera Tutup Akses dari Negara Lain yang Teridentifikasi Kasus Omicron

Nasional
Komnas HAM: KPI Gagal Ciptakan Lingkungan Kerja yang Aman dari Pelecehan Seksual

Komnas HAM: KPI Gagal Ciptakan Lingkungan Kerja yang Aman dari Pelecehan Seksual

Nasional
Bentrok Kopassus Vs Brimob di Papua, Panglima Andika: TNI Sudah Koordinasi dengan Polri

Bentrok Kopassus Vs Brimob di Papua, Panglima Andika: TNI Sudah Koordinasi dengan Polri

Nasional
Kemenag: Asrama Haji Pondok Gede Memenuhi Syarat sebagai Tempat Karantina Jemaah Umrah

Kemenag: Asrama Haji Pondok Gede Memenuhi Syarat sebagai Tempat Karantina Jemaah Umrah

Nasional
Jokowi Wanti-wanti Anggota Korpri Tak Lakukan Pungli dan Persulit Masyarakat

Jokowi Wanti-wanti Anggota Korpri Tak Lakukan Pungli dan Persulit Masyarakat

Nasional
Kopassus dan Brimob Ribut di Papua, Anggota Komisi I: Jika Benar Dipicu Rokok, Sangat Memalukan

Kopassus dan Brimob Ribut di Papua, Anggota Komisi I: Jika Benar Dipicu Rokok, Sangat Memalukan

Nasional
Fadli Zon: Jangan Sampai Isu Palestina Terpinggirkan

Fadli Zon: Jangan Sampai Isu Palestina Terpinggirkan

Nasional
Kemenag Masih Bahas Skenario Penyelenggaraan Umrah di Masa Pandemi dengan Arab Saudi

Kemenag Masih Bahas Skenario Penyelenggaraan Umrah di Masa Pandemi dengan Arab Saudi

Nasional
Menteri PPPA Berharap Kepala Daerah Wujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Menteri PPPA Berharap Kepala Daerah Wujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Nasional
Bentrok Kopassus Vs Brimob, Panglima Andika: Proses Hukum Semua Oknum TNI yang Terlibat

Bentrok Kopassus Vs Brimob, Panglima Andika: Proses Hukum Semua Oknum TNI yang Terlibat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.