Kompas.com - 07/11/2020, 10:37 WIB
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) berbincang dengan anggota Komisi IX DPR sebelum mengikuti Rapat Dengar Pandapat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020). RDP tersebut membahas efektivitas pengorganisasian dan penganggaran dalam penanganan COVID-19, termasuk perkembangan tentang uji vaksin untuk COVID-19. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/nz ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIMenteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) berbincang dengan anggota Komisi IX DPR sebelum mengikuti Rapat Dengar Pandapat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020). RDP tersebut membahas efektivitas pengorganisasian dan penganggaran dalam penanganan COVID-19, termasuk perkembangan tentang uji vaksin untuk COVID-19. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/nz

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menghadiri konferensi pers virtual yang diselenggarakan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pada Jumat (6/11/2020). 

Terawan tak sendiri. Dalam konferensi pers tersebut ia menjadi salah satu pembicara bersama Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, Menteri Kesehatan Thailand Anutin Charnvirakul dan Menteri Kesehatan Afrika Selatan Zweli Mkhize. 

Konferensi pers yang digelar pukul 11.00 waktu Genewa atau pukul 17.00 WIB itu menitikberatkan pada penerapan review intra aksi (Intra Action Review/IAR) di ketiga negara tersebut. 

Seperti diketahui, IAR merupakan semacam alat evaluasi dan monitoring yang direkomendasikan WHO kepada negara-negara yang tengah menghadapi pandemi Covid-19.

Indonesia merupakan salah satu negara yang menerapkan rekomendasi IAR sebagai metode monitoring dan evaluasi penanganan Covid-19 dari WHO.

Baca juga: Terawan Sebut Review IAR dari WHO Dukung Proses Testing Covid-19

Berbeda dengan Menkes Afrika Selatan yang memaparkan data penanganan Covid-19 secara rinci dan juga hasilnya, Menkes Terawan lebih banyak menjelaskan bagaimana IAR mendukung koordinasi penanganan pandemi di Indonesia.

Dia bahkan sempat menyebut Presiden Joko Widodo dan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebagai kunci keberhasilan koordinasi tersebut.

Berikut sejumlah pernyataan Menkes Terawan dalam forum tersebut:

Puji Jokowi hingga Luhut

Terawan yang mendapatkan kesempatan keempat untuk menyampaikan keterangannya, berbicara mengenai tantangan dalam mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia. 

Ia mengaku, bukan perkara mudah untuk Indonesia dalam menangani pandemi ini. Sebab, ada banyak sekali pemangku kepentingan baik tingkat nasional maupun daerah yang harus diajak bekerja sama dalam satu komando.

"Meski begitu, di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan koordinasi dari Covid-19 Task Force Chief Jenderal Luhut Binsar Pandjaitan seluruh stakeholder bisa berkomitmen dan berkontribusi dalam mendukung IAR," ujar Terawan.

Terawan pun menyebut peran besar Luhut, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan investasi yang juga bertindak sebagai Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), dalam mengkoordinasikan stakeholder bidang kesehatan dengan berbagai kementerian lain.

Baca juga: Di Depan WHO, Menkes Terawan Paparkan 9 Kunci Penanganan Covid-19 Indonesia

Termasuk dalam mengkoordinasikan TNI, Polri, fasilitas kesehatan, laboratorium, akademisi, profesional, pelaku usaha, pemda hingga organisasi internasional dalam mendukung IAR di Indonesia.

Lebih lanjut Terawan mengungkapkan, pelaksanaan IAR yang didukung berbagai pihak membantu penguatan komando dan koordinasi penanganan Covid-19 di Indonesia.

"Rekomendasi IAR berkontribusi meningkatkan komando dan koordinasi," katanya.

Sembilan pilar kunci penanganan pandemi

Menurut Terawan, pelaksanaan IAR di Indonesia menitikberatkan kepada sembilan pilar kunci.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X