Cerita Yusril saat Jadi Mensesneg: Selalu Cek Draf RUU Sebelum Diteken SBY

Kompas.com - 06/11/2020, 19:17 WIB
Yusril Ihza Mahendra di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (15/1/2020). KOMPAS.com/Dian Erika Yusril Ihza Mahendra di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (15/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Yusril Ihza Mahendra bercerita tentang kebiasaannya memeriksa setiap rancangan undang-undang (RUU) saat masih menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara (Menseneg) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Yusril menyebut, dirinya selalu mempelajari draf RUU yang akan ditandatangani presiden. Ia memastikan bahwa tak ada lagi kesalahan pengetikan dalam draf hingga presiden membubuhkan tanda tangan.

"Saya selalu membawa naskah RUU yang sudah disetujui bersama itu. Setelah kami pelajari, saya membaca, cross check semua, nggak ada salah lagi, saya datang menghadap, 'Pak, ini sudah selesai RUU-nya tolong Pak SBY tanda tangan'," kata Yusril di acara "Rosi" yang ditayangkan YouTube Kompas TV, Kamis (5/11/2020).

Menurut Yusril, SBY juga selalu berulang kali memastikan ke dirinya bahwa tak ada lagi kesalahan pengetikan dalam draf UU yang akan ia diteken. Jika sudah yakin, barulah SBY memberikan tanda tangan.

"Pak Yusril, Pak yusril sudah baca belum? Ada salah lagi nggak? Sudah baca betul-betul, Pak Yusril?," kata Yusril menirukan SBY.

"Sudah, Pak, sudah berkali-kali saya baca, nggak salah," jawab Yusril saat itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau begitu, bismillah saya teken, saya percaya sama Pak Yusril," lanjut Yusril mengenang SBY.

Baca juga: Perbaikan Salah Ketik UU Cipta Kerja, Pakar Hukum: Sebaiknya Terbitkan Perppu

 

Menurut Yusril, dibutuhkan trust atau kepercayaan terkait hal ini. Sebab, dengan banyaknya tugas yang harus diemban, seorang presiden tak mungkin membaca keseluruhan draf rancangan undang-undang.

"Ini masalah serius, tapi Presiden itu memang tidak mungkin membaca semuanya," ujar dia.

Oleh karenanya, mengutip pernyataan Presiden RI kedua Soeharto, Yusril menyebut, seorang yang ditunjuk menjadi Menseneg tak boleh sembarangan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Robin Minta Maaf Libatkan Para Saksi Dalam Perkaranya, Saksi: Istri Saya Sampai Meninggal

Robin Minta Maaf Libatkan Para Saksi Dalam Perkaranya, Saksi: Istri Saya Sampai Meninggal

Nasional
Peringatan Maulid Nabi, Wapres Singgung Soal Prioritas Pemerintah Siapkan SDM

Peringatan Maulid Nabi, Wapres Singgung Soal Prioritas Pemerintah Siapkan SDM

Nasional
Airlangga: 176 Orang Terpapar Covid-19 di PON XX Papua

Airlangga: 176 Orang Terpapar Covid-19 di PON XX Papua

Nasional
Jokowi Ingin Booster Vaksinasi Covid-19 Mulai Disuntikkan Awal 2022

Jokowi Ingin Booster Vaksinasi Covid-19 Mulai Disuntikkan Awal 2022

Nasional
Saksi Mengaku Diancam Akan Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi Jika Tak Beri Uang Stepanus Robin

Saksi Mengaku Diancam Akan Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi Jika Tak Beri Uang Stepanus Robin

Nasional
125 Pegawai Kementerian ATR/BPN Terlibat Mafia Tanah, 32 di Antaranya Dihukum Berat

125 Pegawai Kementerian ATR/BPN Terlibat Mafia Tanah, 32 di Antaranya Dihukum Berat

Nasional
TNI AL Segera Buat Film Sejarah Pertempuran Laut Arafuru

TNI AL Segera Buat Film Sejarah Pertempuran Laut Arafuru

Nasional
Beredar Surat Kabar Berlogo Menyerupai Logo KPK, Diduga untuk Memeras

Beredar Surat Kabar Berlogo Menyerupai Logo KPK, Diduga untuk Memeras

Nasional
Luhut: Kalau Bisa Lewati Nataru, Kita Bisa Masuk ke Endemi Awal 2022

Luhut: Kalau Bisa Lewati Nataru, Kita Bisa Masuk ke Endemi Awal 2022

Nasional
Menkes Koordinasi dengan Menteri Haji Arab Saudi Terkait Pelaksanaan Umrah

Menkes Koordinasi dengan Menteri Haji Arab Saudi Terkait Pelaksanaan Umrah

Nasional
PDI-P Klaim Kemenangan Piala Thomas Tak Lepas dari Jokowi, Demokrat: Kemenangan Bangsa Indonesia

PDI-P Klaim Kemenangan Piala Thomas Tak Lepas dari Jokowi, Demokrat: Kemenangan Bangsa Indonesia

Nasional
Kapolri Perintahkan Kapolda Sanksi Anggota yang Lakukan Kekerasan

Kapolri Perintahkan Kapolda Sanksi Anggota yang Lakukan Kekerasan

Nasional
Bangun Gedung Baru, Golkar Sisipkan Nama Akbar Tandjung di Kantor DPP

Bangun Gedung Baru, Golkar Sisipkan Nama Akbar Tandjung di Kantor DPP

Nasional
Stepanus Robin Tawarkan Bantu Urus Perkara, Rita Widyasari: Saya Pikir KPK Berubah

Stepanus Robin Tawarkan Bantu Urus Perkara, Rita Widyasari: Saya Pikir KPK Berubah

Nasional
PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 8 November, Tak Ada Provinsi Level 4

PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 8 November, Tak Ada Provinsi Level 4

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.