KILAS

Berkat Deteksi Mandiri, Perempuan Asal Kediri Ini Operasi Tumor di Payudara

Kompas.com - 05/11/2020, 08:00 WIB
Ilustrasi deteksi kanker payudara ShutterstockIlustrasi deteksi kanker payudara

Begitu mendengar kabar tersebut, Marda sempat kaget dan khawatir. Apalagi, dokter tidak memberi penjelasan mendalam mengenai penyakit yang dideritanya, termasuk apa penyebab dan akibatnya.

Walau demikian, dia tetap memantapkan diri menjalani pengangkatan tumornya sekitar satu bulan sejak pertama kali mempraktikkan Sadari.

Meski berlangsung cukup lama, yaitu empat jam, operasi tersebut akhirnya berjalan lancar. Sebelum dan sesudah operasi, dia pun sempat menginap di rs selama tiga hari dua malam.

Usai menjalani operasi, tidak ada kontrol rutin atau pengobatan berkelanjutan. Marda hanya kontrol sekali untuk melihat hasilnya, kemudian menunggu lukanya pulih sekitar sebulan.

“Kata dokter kalau ada keluhan, kontrol aja ke puskesmas terdekat dulu gitu. Tapi setelah operasi, sebenarnya enggak ada keluhan sampai berbulan-bulan. Cuma, memasuki tahun ini kayaknya ada keluhan dan mau periksa lagi,” ujarnya.

Baca juga: Kisah Anak Penderita Hemofilia yang Harus Berobat Seumur Hidup

Keluhan yang dimaksud Marda adalah luka bekas operasinya. Sementara itu, untuk benjolan kecil di payudara, dia sudah tidak merasakan sama sekali.

Marda juga mengaku, secara fisik dia tidak merasa terganggu karena tidak merasakan sakit, bahkan saat sebelum operasi. Namun, lamanya pemulihan sempat mengganggu proses penyelesaian skripsi.

“Kalau secara mental, karena tahu punya bibit, istilahnya ada kemungkinan di masa depan muncul lagi, ya cemas sih. Enggak terlalu mengganggu tapi ya kadang kepikiran,” ungkapnya.

Operasi tetap lanjut meski faskes belum berubah

Sebagai salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Marda mengaku terbantu dengan adanya program ini.

Baca juga: Idap Kanker Kelenjar Getah Bening, Ibu asal Pangandaran Ini Manfaatkan JKN-KIS

Dia mengaku, saat itu belum tahu bila penyakitnya bisa ditanggung BPJS Kesehatan alias gratis.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tragedi Mei 1998 dan Lahirnya Komnas Perempuan

Tragedi Mei 1998 dan Lahirnya Komnas Perempuan

Nasional
Retrospeksi Tragedi Mei 1998: Kekerasan terhadap Perempuan yang Kerap Dilupakan

Retrospeksi Tragedi Mei 1998: Kekerasan terhadap Perempuan yang Kerap Dilupakan

Nasional
Wapres: Mari Lanjutkan Perjuangan Keluar dari Pandemi dengan Kurangi Mobilitas

Wapres: Mari Lanjutkan Perjuangan Keluar dari Pandemi dengan Kurangi Mobilitas

Nasional
Kasus Covid-19 Meningkat, Seluruh Gubernur di Sumatera Diminta Antisipasi Arus Balik Idul Fitri

Kasus Covid-19 Meningkat, Seluruh Gubernur di Sumatera Diminta Antisipasi Arus Balik Idul Fitri

Nasional
Ingat! Larangan Mudik Masih Berlaku hingga 17 Mei 2021

Ingat! Larangan Mudik Masih Berlaku hingga 17 Mei 2021

Nasional
Idul Fitri 1442 Hijriah, Megawati Minta Kader Teladani Pesan Soekarno

Idul Fitri 1442 Hijriah, Megawati Minta Kader Teladani Pesan Soekarno

Nasional
Kasus Covid-19 di Jawa Cenderung Menurun tetapi di Sumatera Meningkat

Kasus Covid-19 di Jawa Cenderung Menurun tetapi di Sumatera Meningkat

Nasional
Kemenhub: Puncak Arus Balik Diprediksi pada 16 dan 20 Mei

Kemenhub: Puncak Arus Balik Diprediksi pada 16 dan 20 Mei

Nasional
Kemenhub: 1,5 Juta Orang Keluar dari Jabodetabek sejak 22 April

Kemenhub: 1,5 Juta Orang Keluar dari Jabodetabek sejak 22 April

Nasional
Update 13 Mei: 8.919.557 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Update 13 Mei: 8.919.557 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE: Suspek Covid-19 di Indonesia Tercatat 87.578 Orang

UPDATE: Suspek Covid-19 di Indonesia Tercatat 87.578 Orang

Nasional
UPDATE: Pemeriksaan Spesimen Terkait Covid-19 dalam Sehari Mencapai 31.550 Sampel

UPDATE: Pemeriksaan Spesimen Terkait Covid-19 dalam Sehari Mencapai 31.550 Sampel

Nasional
Update 13 Mei: Ada 94.857 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Update 13 Mei: Ada 94.857 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: Bertambah 99, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 47.716 Orang

UPDATE: Bertambah 99, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 47.716 Orang

Nasional
UPDATE: Bertambah 4.201, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.589.079 Orang

UPDATE: Bertambah 4.201, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.589.079 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X