Menko PMK: Pandemi Jadi Momentum Pemerintah Untuk Meningkatkan Pelayanan Kesehatan

Kompas.com - 03/11/2020, 22:12 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy saat memimpin Rapat Tingkat Menteri Penetapan dan Penandatanganan SKB Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021 secara virtual, Kamis (10/9/2020). Dok. Humas Kemenko PMKMenko PMK Muhadjir Effendy saat memimpin Rapat Tingkat Menteri Penetapan dan Penandatanganan SKB Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021 secara virtual, Kamis (10/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pandemi Covid-19 justru menjadi momentum bagi pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan nasional. 

Hal itu, sebut Muhadjir, terlihat dari sejumlah terobosan yang telah dilakukan pemerintah untuk melakukan percepatan di sektor ini.

"Pemerintah telah berhasil mengambil momentum Covid-19 ini untuk hal-hal yang sangat positif. Yaitu melakukan terobosan-terobosan untuk mempercepat peningkatan pembangunan fasilitas kesehatan kita," kata Muhadjir dalam acara peresmian Gedung Radiotherapi, Kemotherapi, Gedung Isolasi Terpadu Al Mu’min, serta Instalasi Hemodialisa di RS PKU Muhammadiyah Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (3/11/2020), melalui keterangan tertulis.

Baca juga: Singgung Rendahnya Indeks Pembangunan Pemuda, Menko PMK Ingatkan Kolaborasi Semua Pihak

Ia mengatakan, ada beberapa indikator yang membuat peningkatan fasilitas kesehatan di tengah pandemi Covid-19 oleh pemerintah berhasil dilakukan.

Pertama, soal jumlah rumah sakit rujukan, yang semula sebanyak 429 rumah sakit pada awal April 2020, kini telah menjadi sebanyak 835 rumah sakit.

Demikian halnya dengan tempat tidur, yang semula hanya ada 6.224 tempat tidur, kini jumlahnya telah meningkat menjadi 20.386 tempat tidur per Oktober 2020.

Ketiga, perangkat dan alat kesehatan ventilator seluruh Indonesia, yang pada April sebanyak 1.228 perangkat, per Oktober meningkat menjadi 9.138 perangkat.

Keempat, fasilitas laboratorium yang semula hanya tersedia 46 laboratorium di Indonesia, kini sudah meningkat sebanyak 337 laboratorium.

Baca juga: Anggota DPR Minta Pemerintah Lebih Masif Lakukan Tes Covid-19

"Jadi memang ada lompatan-lompatan dan perubahan yang luar biasa drastis," kata dia.

Muhadjir mengaku bahwa dirinya bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto terus turun ke lapangan untuk memastikan realisasinya.

Tidak hanya soal penambahan jumlah, kata dia, tetapi pemerataan distribusi pelayanan kesehatan pun terjadi.

"Berdasarkan apa yang saya amati, ini sudah kemajuan luar biasa di sektor kesehatan dalam memanfaatkan momentum Covid-19. Karena itu, kita harus terus menyiapkan fasilitas ini sebaik-baiknya," tutur dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X