Romo Benny: Libatkan Pancasila dalam Setiap Tindakan Merawat Keberagaman

Kompas.com - 03/11/2020, 20:53 WIB
Warga lintas agama di Dusun Thekelan saling mengucapkan selamat Hari Raya Natal. KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANAWarga lintas agama di Dusun Thekelan saling mengucapkan selamat Hari Raya Natal.


JAKARTA, KOMPAS.com - Rohaniwan Katolik yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Romo Benny Susetyo mengungkapkan, kunci merawat keberagaman di Indonesia adalah dengan melibatkan Pancasila dalam segala hal.

Romo Benny mengungkapkan hal itu saat Webinar Rapat Koordinasi Nasional FKUB Tahun 2020 yang diselenggarakan Kementerian Agama RI, Selasa (3/11/2020). Menurut dia, nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila harus dapat diserap dan diamalkan dalam menjaga keragaman tersebut. 

"Kalau kita merawat kemajemukan, keragaman, ke-Indonesia-an, kuncinya itu satu, bagaimana Pancasila itu jadi titik temu dalam kebersamaan kita, tapi juga Pancasila itu harus diinternalisasi dalam cara berpikir, (cara) bertindak anak-anak bangsa ini," kata Romo Benny.

Menurut dia, salah satu alasan mengapa Pancasila harus selalu dilibatkan dalam segala hal yaitu karena keberadaan sila pertamanya yang melambangkan agar umat beragama memperjuangkan kebenaran.

Baca juga: Mendagri: R-APBD Saya Tolak Jika Tak Ada Anggaran untuk FKUB

Lanjutnya, Wakil Presiden Mohammad Hatta sendiri pernah mengatakan bahwa itu wujud tauhid dalam ajaran agama Islam.

"Tauhid itu membela kebenaran, kejujuran. Jadi kalau umat beragama itu memperjuangkan kebenaran, keadilan itu sebenarnya titik temu yaitu nilai kemanusiaan," jelas dia.

Namun, ia juga menyesalkan bahwa saat ini agama kerap digunakan sebagai alat merebut kekuasaan dan bahkan dipermainkan untuk merebut simpatik.

"Kemudian dimanipulasi, kebenaran agama untuk kepentingan baik itu kekerasan, kepentingan sumber daya alam, dan kepentingan untuk merebut simpatik itu. Ini yang akhirnya merusak keberagaman," terangnya.

Tantangan era digitalisasi

Menurut dia, tak ada cara lain selain memasukkan Pancasila dalam segala perbuatan untuk dapat menjaga dan merawat keberagaman Indonesia.

Baca juga: Alokasi Anggaran untuk FKUB 2019-2020, Tertinggi di Kalteng dan Sulteng

Meski demikian, ia tak memungkiri tetap ada tantangan dalam merawat keberagaman, terlebih di era digitalisasi.

"Tantangan kita hari-hari ini adalah menghadapi tantangan era digitalisasi yang mengatasi ruang dan waktu. Dalam ruang digitalisasi itu yang paling bahaya, menurut saya adalah lemahnya literasi dan tidak adanya pendidikan kritis," ungkap Benny.

"Orang kini hanya menerima pemberitaan, tanpa mengecek kebenaran," sambungnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Ini, DPR Akan Gelar Fit and Proper Test Calon Tunggal Kapolri

Hari Ini, DPR Akan Gelar Fit and Proper Test Calon Tunggal Kapolri

Nasional
5 Poin Penting Perpres Pencegahan Ekstremisme, dari Pelibatan Influencer hingga Pelatihan Penceramah

5 Poin Penting Perpres Pencegahan Ekstremisme, dari Pelibatan Influencer hingga Pelatihan Penceramah

Nasional
Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pemerintah Bakal Susun RUU Kepemilikan Senjata Api dan Bahan Peledak

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pemerintah Bakal Susun RUU Kepemilikan Senjata Api dan Bahan Peledak

Nasional
Kemensos Pastikan Beri Kebutuhan Terbaik Bagi Kelompok Rentan Korban Gempa di Sulbar

Kemensos Pastikan Beri Kebutuhan Terbaik Bagi Kelompok Rentan Korban Gempa di Sulbar

Nasional
'Pengakuan' Airlangga sebagai Penyintas Covid-19 dan Kritik atas Sikapnya yang Dinilai Salah

"Pengakuan" Airlangga sebagai Penyintas Covid-19 dan Kritik atas Sikapnya yang Dinilai Salah

Nasional
Kasus Aktif Covid-19 dan Kematian Tinggi: Dalih Pemerintah hingga Peringatan Epidemiolog

Kasus Aktif Covid-19 dan Kematian Tinggi: Dalih Pemerintah hingga Peringatan Epidemiolog

Nasional
Wakapolri Komjen Gatot Eddy Ditunjuk Jadi Wakil Komisaris Utama Pindad

Wakapolri Komjen Gatot Eddy Ditunjuk Jadi Wakil Komisaris Utama Pindad

Nasional
Membandingkan Airlangga dengan 4 Menteri Lain Saat Diketahui Positif Covid-19

Membandingkan Airlangga dengan 4 Menteri Lain Saat Diketahui Positif Covid-19

Nasional
Kejagung Periksa 6 Saksi Terkait Kasus di BPJS Ketenagakerjaan, Ada Deputi Direktur dan Mantan Pegawai

Kejagung Periksa 6 Saksi Terkait Kasus di BPJS Ketenagakerjaan, Ada Deputi Direktur dan Mantan Pegawai

Nasional
Satgas: Masifnya Pemeriksaan Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19

Satgas: Masifnya Pemeriksaan Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19

Nasional
Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pemerintah Bakal Bentuk Unit Aduan Khusus Dugaan Tindak Pidana Terorisme

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pemerintah Bakal Bentuk Unit Aduan Khusus Dugaan Tindak Pidana Terorisme

Nasional
PMI Apresiasi Relawannya yang Berjibaku Bantu Korban Bencana di Tengah Pandemi

PMI Apresiasi Relawannya yang Berjibaku Bantu Korban Bencana di Tengah Pandemi

Nasional
Kasus Aktif Covid-19 dan Kematian Tinggi, Epidemiolog: Ini Namanya Pandemi Tak Terkendali

Kasus Aktif Covid-19 dan Kematian Tinggi, Epidemiolog: Ini Namanya Pandemi Tak Terkendali

Nasional
Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pemerintah Bakal Kembangkan Daerah Percontohan Pencegahan Ekstremisme

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pemerintah Bakal Kembangkan Daerah Percontohan Pencegahan Ekstremisme

Nasional
Perpres Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Diharapkan Tak Memicu Diskriminasi

Perpres Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Diharapkan Tak Memicu Diskriminasi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X