Kompas.com - 03/11/2020, 06:50 WIB
Jemaah umrah perdana asal Indonesia tiba di hotel karantina di Mekkah, Arab Saudi, Minggu (1/11/2020). Dokumentasi AmphuriJemaah umrah perdana asal Indonesia tiba di hotel karantina di Mekkah, Arab Saudi, Minggu (1/11/2020).

Tanpa paket perjalanan wisata

Kloter pertama perjalanan umrah ini berbeda dengan perjalanan umrah pada masa normal atau sebelum Covid-19.

Wakil Ketua Umum DPP Asita Budijanto Ardiansjah menegaskan, perbedaannya adalah tidak ada perjalanan paket wisata mengunjungi negara lain pada perjalanan umrah ini.

"Untuk sementara ya murni umrah saja, tidak ada paket perjalanan lainnya, misal ke Turki," kata dia.

Baca juga: Asita Sebut Umrah Kini Tanpa Paket ke Negara Lain seperti Turki

Alasannya, karena hingga kini aturan perjalanan ke Arab Saudi masih ketat dengan berbagai larangan.

Salah satu aturan yang hingga kini masih berlaku adalah ketentuan isolasi atau karantina di hotel selama tiga hari.

Aturan tersebut pun, lanjutnya, juga harus diikuti oleh jemaah umrah asal Indonesia.

"Karena kan yang mau ke Arab Saudi saja harus isolasi dulu sampai di sana, selama tiga hari. Setelah karantina, baru bisa ibadah," ucap dia. 

Selain itu, jika paket perjalanan umrah dibarengi dengan paket wisata lainnya, akan memakan waktu yang lebih panjang, sedangkan aturan atau larangan Pemerintah Arab Saudi masih ketat.

Karantina di hotel tiga hari

Sejak tiba Minggu (1/11/2020), para jemaah asal Indonesia ini akan dikarantina selama tiga hari di hotel daerah Kota Mekkah.

Selama karantina, kata Zaky, jemaah tidak bisa keluar kamar, bahkan ke lobi sekalipun.

"Infonya selama karantina tidak bisa keluar kamar walaupun ke lobi. Sebaiknya, jemaah yang akan datang untuk membawa camilan karena kita tidak bisa keluar hotel," kata dia.

Baca juga: Sudah Sampai Mekkah, Seperti Apa Keberangkatan Jemaah Umrah Perdana Asal Indonesia di Masa Pandemi?

Namun, pihak hotel telah melakukan pelayanan kepada para jemaah yang tengah dikarantina. Salah satunya adalah pelayanan antar makan malam ke kamar masing-masing.

Para jemaah tinggal menunggu petugas hotel datang mengantar makan malam ke kamar masing-masing.

Perlu diketahui, kata Zaky, jemaah perdana asal Indonesia ini menginap di dua hotel, yaitu Hotel Conrad dan Hilton Suites yang keduanya merupakan hotel bintang lima.

"Perlu diketahui, tempat karantina atau hotel disesuaikan dengan paket yang dipilih dan dibeli jemaah," ucap dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tragedi Mei 1998 dan Lahirnya Komnas Perempuan

Tragedi Mei 1998 dan Lahirnya Komnas Perempuan

Nasional
Retrospeksi Tragedi Mei 1998: Kekerasan terhadap Perempuan yang Kerap Dilupakan

Retrospeksi Tragedi Mei 1998: Kekerasan terhadap Perempuan yang Kerap Dilupakan

Nasional
Wapres: Mari Lanjutkan Perjuangan Keluar dari Pandemi dengan Kurangi Mobilitas

Wapres: Mari Lanjutkan Perjuangan Keluar dari Pandemi dengan Kurangi Mobilitas

Nasional
Kasus Covid-19 Meningkat, Seluruh Gubernur di Sumatera Diminta Antisipasi Arus Balik Idul Fitri

Kasus Covid-19 Meningkat, Seluruh Gubernur di Sumatera Diminta Antisipasi Arus Balik Idul Fitri

Nasional
Ingat! Larangan Mudik Masih Berlaku hingga 17 Mei 2021

Ingat! Larangan Mudik Masih Berlaku hingga 17 Mei 2021

Nasional
Idul Fitri 1442 Hijriah, Megawati Minta Kader Teladani Pesan Soekarno

Idul Fitri 1442 Hijriah, Megawati Minta Kader Teladani Pesan Soekarno

Nasional
Kasus Covid-19 di Jawa Cenderung Menurun tetapi di Sumatera Meningkat

Kasus Covid-19 di Jawa Cenderung Menurun tetapi di Sumatera Meningkat

Nasional
Kemenhub: Puncak Arus Balik Diprediksi pada 16 dan 20 Mei

Kemenhub: Puncak Arus Balik Diprediksi pada 16 dan 20 Mei

Nasional
Kemenhub: 1,5 Juta Orang Keluar dari Jabodetabek sejak 22 April

Kemenhub: 1,5 Juta Orang Keluar dari Jabodetabek sejak 22 April

Nasional
Update 13 Mei: 8.919.557 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Update 13 Mei: 8.919.557 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE: Suspek Covid-19 di Indonesia Tercatat 87.578 Orang

UPDATE: Suspek Covid-19 di Indonesia Tercatat 87.578 Orang

Nasional
UPDATE: Pemeriksaan Spesimen Terkait Covid-19 dalam Sehari Mencapai 31.550 Sampel

UPDATE: Pemeriksaan Spesimen Terkait Covid-19 dalam Sehari Mencapai 31.550 Sampel

Nasional
Update 13 Mei: Ada 94.857 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Update 13 Mei: Ada 94.857 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: Bertambah 99, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 47.716 Orang

UPDATE: Bertambah 99, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 47.716 Orang

Nasional
UPDATE: Bertambah 4.201, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.589.079 Orang

UPDATE: Bertambah 4.201, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.589.079 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X