Kompas.com - 02/11/2020, 22:18 WIB
Staf khusus Presiden Joko Widodo yang baru dari kalangan milenial (kiri ke kanan) CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, Perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara, CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung, Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia/PMII Aminuddin Maruf, Peraih beasiswa kuliah di Oxford Billy Gracia Yosaphat Mambrasar dan Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia menjawab pertanyaan wartawan saat diperkenalkan di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11/2019). Ketujuh stafsus milenial tersebut mendapat tugas untuk memberi gagasan serta mengembangkan inovasi-inovasi di berbagai bidang. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/nz ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO AStaf khusus Presiden Joko Widodo yang baru dari kalangan milenial (kiri ke kanan) CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, Perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara, CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung, Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia/PMII Aminuddin Maruf, Peraih beasiswa kuliah di Oxford Billy Gracia Yosaphat Mambrasar dan Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia menjawab pertanyaan wartawan saat diperkenalkan di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11/2019). Ketujuh stafsus milenial tersebut mendapat tugas untuk memberi gagasan serta mengembangkan inovasi-inovasi di berbagai bidang. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/nz

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Voxpol Research Center and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai, keberadaan staf khusus milenial presiden sebaiknya dibubarkan bila tak memberikan kontribusi nyata.

Hal itu disampaikan Pangi menanggapi hampir setahun penunjukkan staf khusus milenial presiden.

"Kalau sudah diberikan kepercayaan namun tak ada kontribusi yang jelas dan nyata, lebih baik stafsus milenial dibubarkan saja," kata Pangi kepada Kompas.com, Senin (2/11/2020).

Baca juga: Hampir Setahun Ditunjuk Jokowi, Stafsus Milenial Dinilai Minim Prestasi

Menurut dia, sedianya para staf khusus milenial presiden memiliki berbagai sumber daya untuk memberikan sumbangsih pada setiap kebijakan pemerintah. Kendati demikian, ia menilai, publik belum melihat hal tersebut.

Ia menambahkan, staf khusus milenial sedianya juga mengemban tanggung jawab yang besar karena mereka mewakili generasi milenial di pemerintahan. Untuk itu mereka dituntut merealisasikan harapan kaum milenial Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, Pangi menilai para staf khusus milenial tersebut hingga kini belum mampu memenuhi harapan tersebut lantaran kinerjanya dinilai tak terlihat.

Baca juga: Hampir Setahun Diangkat Jokowi, Pengamat Nilai Stafsus Milenial Minim Kontribusi

"Ekspektasi itu tidak seindah yang diharapkan, ini jelas merusak citra kaum milenial, yang ternyata setelah dikasih posisi strategis dan jabatan tidak bisa berbuat banyak, hanya menjadi beban, tidak ada bukti kerja nyatanya," lanjut dia.

Diketahui, hampir setahun lalu, Jokowi mengangkat staf khusus yang berasal dari kalangan milenial. Saat itu, ia berharap, bisa mendapat masukan-masukan segar dari para pembantu barunya ini.

Berikut nama-namanya:


1. Putri Indahsari Tanjung - (CEO dan Founder Creativepreneur)

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.