Jokowi: Jangan Teledor, di Eropa Sudah Muncul Gelombang Kedua Covid-19

Kompas.com - 02/11/2020, 17:50 WIB
Presiden Joko Widodo bersiap memimpin rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2020). Ratas tersebut membahas percepatan pembangunan program strategis nasional Jalan Tol Sumatera dan Tol Cisumdawu. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/POOL/foc. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak APresiden Joko Widodo bersiap memimpin rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2020). Ratas tersebut membahas percepatan pembangunan program strategis nasional Jalan Tol Sumatera dan Tol Cisumdawu. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/POOL/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta masyarakat waspada terhadap potensi munculnya pandemi Covid-19 gelombang kedua seperti yang terjadi di sejumlah negara di Eropa. Ia meminta seluruh pihak berhati-hati dan tidak teledor.

"Saya ingin menekankan sekali lagi hati-hati karena ini di Eropa sudah muncul gelombang kedua yang naiknya sangat drastis sekali," kata Jokowi, dikutip melalui siaran di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (2/11/2020).

"Jadi jangan sampai kita teledor, jangan kita kehilangan kewaspadaan sehingga kejadian itu terjadi di negara kita," tuturnya.

Baca juga: Jokowi: Angka Kematian Covid-19 di Indonesia Masih Lebih Tinggi dari Rerata Dunia

 

Jokowi menyebut, ada sejumlah negara di Eropa yang mengalami kenaikan angka Covid-19 secara drastis, seperti Perancis, Inggris, Jerman, hingga Spanyol. Ia meminta hal itu menjadi perhatian bersama.

"Ini agar menjadi perhatian kita semuanya dan kehati-hatian kita semuanya," kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga menyampaikan bahwa angka kematian pasien Covid-19 di Indonesia masih di atas rata-rata angka dunia.

Per 1 November 2020, angka kematian akibat Covid-19 di Tanah Air mencapai 3,38 persen.

Baca juga: Target Investasi Meleset, Jokowi Tegur Luhut dan Bahlil

 

Kendati demikian, kata Jokowi, persentase kasus aktif Covid-19 di Indonesia lebih rendah dibanding angka dunia. Angka rata-rata kasus aktif dunia sebesar 25,22 persen, sedangkan di Indonesia kasus aktif mencapai 13,78 persen.

Kasus aktif adalah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dan sedang menjalani perawatan. Mereka dirawat di rumah sakit atau sedang menjalani isolasi mandiri.

"Ini yang harus terus ditekan sehingga angka 13,78 ini bisa kita perkecil lagi," ujarnya.

Baca juga: Jokowi Sebut Optimisme Harus Dijaga meski Pertumbuhan Ekonomi Negatif

Sementara, lanjut Jokowi, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia menunjukkan angka yang semakin baik dan di atas rata-rata dunia.

Angka kesembuhan kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 82,84 persen, sedangkan rata-rata dunia 72 persen.

"Ini agar juga diperbaiki," kata Jokowi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X