Kompas.com - 02/11/2020, 09:21 WIB
Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra (rompi tahanan berwarna merah muda) di Kejari Jakarta Pusat, Jumat (46/10/2020). Dok. Puspenkum KejagungJoko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra (rompi tahanan berwarna merah muda) di Kejari Jakarta Pusat, Jumat (46/10/2020).
Penulis Devina Halim
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Empat tersangka kasus dugaan korupsi terkait penghapusan red notice Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra akan menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan, Senin (2/11/2020).

Keempatnya terdiri dari Djoko Tjandra, Tommy Sumardi, Irjen Napoleon Bonaparte, dan Brigjen (Pol) Prasetijo Utomo.

Dilansir dari situs Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Pusat, sidang untuk Napoleon dijadwalkan pukul 10.00 WIB.

Baca juga: Gugatan PKPU Otto Hasibuan terhadap Djoko Tjandra Dikabulkan

Kemudian, sidang Prasetijo dijadwalkan pukul 11.00 WIB, sidang Tommy digelar pukul 13.00 WIB, dan sidang Djoko Tjandra pada pukul 14.00 WIB.

Sidang tersebut akan dipimpin langsung oleh Ketua PN Jakpus Muhammad Damis.

Menurut Kepala Humas PN Jakpus Bambang Nurcahyono, hal itu dikarenakan kasus tersebut menyita perhatian publik.

“Iya karena perhatian publik langsung ketua pengadilan yang memegang perkara tersebut, itukan memang diatur begitu,” kata Kepala Humas PN Jakpus Bambang Nurcahyono ketika dihubungi Kompas.com, Senin (26/10/2020).

Dalam kasus yang ditangani Bareskrim Polri tersebut, Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi diduga sebagai pemberi suap.

Sementara, itu, mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, Irjen Napoleon Bonaparte dan mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri, Brigjen (Pol) Prasetijo Utomo diduga sebagai penerima suap.

Baca juga: Sidang Kasus Surat Jalan Palsu, Eksepsi Djoko Tjandra Ditolak

Adapun khusus untuk Djoko Tjandra, surat dakwaannya digabung antara kasus red notice dengan kasus dugaan korupsi yang ditangani Kejagung.

Oleh Kejagung, Djoko Tjandra ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait kepengurusan fatwa di Mahkamah Agung (MA).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X