Presiden KSPI: Banyak Perusahaan yang Sanggup jika UMP Naik

Kompas.com - 01/11/2020, 18:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai, banyak perusahaan yang sanggup membayar gaji pegawai jika upah minimum provinsi (UMP) 2021 naik. 

"Fakta menjelaskan bahwa perusahaan masih mempunyai kemampuan. In case dia tidak sesuai dengan tahun lalu naiknya tapi tetap punya kemampuan untuk menaikkan upah dan saya udah ketemu dengan beberapa pimpinan perusahaan. Bisa kok," kata Said dalam sebuah diskusi di kanal YouTube Medcom.id, Minggu (1/11/2020).

Karena itu ia, meminta Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah mencabut Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum tahun 2021 pada Masa Pandemi Covid-19.

Baca juga: UMP Sulsel 2021 Naik 2 Persen, Berlaku 1 Januari 2021

Ia meminta surat tersebut direvisi dan ditambahkan klausul tetap menaikkan UMP 2021 bagi perusahaan yang mampu sesuai kemampuan mereka berdasarkan diskusi di dewan pengupahan daerah.

Adapun perusahaan yang tak mampu berhak pula untuk tak menaikkan UMP 2021 sehingga hal tersebut menurut Said lebih adil bagi pekerja dan perusahaan.

"Oleh karena itu kami mendorong Menaker cabut SE. Buat SE baru yang menyatakan ada kenaikan upah ke dalam mekanisme dewan pengupahan kabupaten dan kota sesuai dengan kemampuan kabupaten dan kota dan sektor industrinya," kata dia.

Pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan upah minimum di tahun depan. Kondisi perekonomian dan perusahaan yang sulit akibat pandemi corona dinilai sebagai alasan utama hal tersebut.

Baca juga: KSP: Keputusan Tak Naikkan UMP 2021 Sudah Tepat

Ketentuan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum tahun 2021 pada Masa Pandemi Covid-19.

Dengan terbitnya surat edaran tersebut maka pemerintah telah memutuskan upah minimum 2021 tidak akan mengalami kenaikan atau setara dengan upah minimum tahun ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.